" Lencang depan grak.... hadap kanan grak....! semua prajurit menghadap ke kanan dan mamat yang justru menghadap kearah berlawanan.
" hei ... kamu siapa namamu? tidak tau bedah kanan dan kiri ya ? dasar bodoh sekali kamu ini...!
" Siap komandan. nama saya mamat. saya akan perbaiki."
" Kamu, dasar bodoh! tidak dengar aba- aba ya?
bentak sersan joko.
"Siiiiiiap komandan saya akan perbaiki."
" Hadap kanan, jalan di tempat, kiri ..kanan ...kiri"
semua langkah berderap, rapi dan serentak, kecuali satu prajurit yang yang terlihat melangkah dengan kaki kanan saat aba- aba kiri dan kaki kiri saat aba- aba kanan..
" Berhenti grak.. hey mamat. aku tidak sedang melatih anak SD, aku melatih tentara dewasa! kenapa langkahmu selalu telat? kamu memang bodoh. dengar aba- aba..."
" Siap komandan. saya akan perbaiki."
hari itu berulang kali mamat di bentak, dihukum dan dicaci maki karena berbagai kesalahan yang di buatnya. keesokan harinya, tiba latihan menembak.
"Aarahkan senjata, bidik, tembak! " seru sersan joko. rentetan tembakan kearah sasaran bergema. namun, apa yang terjadi dengan sasaran mamat ? ia justru menembak sasaran yang menggambarkan warga sipil, bukan musuh...

Post a Comment