Satu hari, di sebuah wartel masuk seorang ana.k yang segera meraih gagang telepon dan menekan beberapa nomor. Sang pemilik wartel yang ada di situ tanpa sengaja -~? mendengarkan pembicaraan si anak.
"Halo, bu. Apakah Anda butuh bantuan untuk`' membersihkan taman dan pekaranganAnda?"
Di seberang saluran, wanita yang dipanggil ibu itu menjawab, "Oh, tidak terima kasih. Baru saja taman dan pekarangan saya sudah dibersihkan."
"Tapi, Anda bisa menyewa saya dengan setengah harga saja, bu..." Lanjut si anak.
Tapi, wanita itu tampaknya sudah sangat puas dengan hasil kerja si pembersih taman sebelumnya.
Namun, si anak masih tetap tidak menyerah clan menambah tawarannya. "Saya juga bisa membersihkan jalan di depan rumah dan trotoar di depan. Saya jamin, nanti halaman rumah ibu akan menjadi yang paling bersih clan paling indah di seluruh kota."
Tapi, ternyata si wanita pemilik rumah tetap merasa taman pekarangannya yang sekarang sudah sangat bersih dan indah. Tidak perlu lagi ada sentuhan tangan orang lain. Maka, ia pun meminta maaf pada si anak clan mengatakan ia sudah sangat puas dengan pekerjaan pembersih taman yang sudah ada.
Anak itupun menutup telepon sambil tersenyum. Pemilik wartel yang kagum dengan kegigihan anak itu pun kegigihanmu.
menawarkan, "Nak, saya kagum dengan Bagaimana kalau kamu bekerja membersihkan taman saya saja?" Tapi, si
anak tersenyum lebar clan berkata. "Oh, terima kasih, Pak. Saya sebenarnya hanya mengecek hasil kerja saya pada ibu tadi. "
"Halo, bu. Apakah Anda butuh bantuan untuk`' membersihkan taman dan pekaranganAnda?"
Di seberang saluran, wanita yang dipanggil ibu itu menjawab, "Oh, tidak terima kasih. Baru saja taman dan pekarangan saya sudah dibersihkan."
"Tapi, Anda bisa menyewa saya dengan setengah harga saja, bu..." Lanjut si anak.
Tapi, wanita itu tampaknya sudah sangat puas dengan hasil kerja si pembersih taman sebelumnya.
Namun, si anak masih tetap tidak menyerah clan menambah tawarannya. "Saya juga bisa membersihkan jalan di depan rumah dan trotoar di depan. Saya jamin, nanti halaman rumah ibu akan menjadi yang paling bersih clan paling indah di seluruh kota."
Tapi, ternyata si wanita pemilik rumah tetap merasa taman pekarangannya yang sekarang sudah sangat bersih dan indah. Tidak perlu lagi ada sentuhan tangan orang lain. Maka, ia pun meminta maaf pada si anak clan mengatakan ia sudah sangat puas dengan pekerjaan pembersih taman yang sudah ada.
Anak itupun menutup telepon sambil tersenyum. Pemilik wartel yang kagum dengan kegigihan anak itu pun kegigihanmu.
menawarkan, "Nak, saya kagum dengan Bagaimana kalau kamu bekerja membersihkan taman saya saja?" Tapi, si
anak tersenyum lebar clan berkata. "Oh, terima kasih, Pak. Saya sebenarnya hanya mengecek hasil kerja saya pada ibu tadi. "

Post a Comment