Penayajian Neraca dan Laba-Rugi


Laporan sumber dan penggunaan dana dapat di sajikan dalam bentuk Laporan Posisi Keuangan (balance sheet) dan Laporan Perhitungan Rugi-Laba (income statemen). Laporan posisi keuangan suatu Perusahaan terdiri dari harta (assets), kewajiban  (liabilities), dan modal, atau neraca merupakan persamaan dari :
Harta =Utang + Modal

Harta terdiri dari :
a.       Harta lancar (current assets)
b.       Harta Keuangan (finansial assets)
c.        Harta tetap (fixed assets)
d.       Harta tidak berwujud (ingetible assets)

Kewajiban terdiri dari :
a.       Utang lamcar (current liabilities)
b.       Utang jangka panjang (long term debt)

Modal terdiri dari :
a.       Modal saham istimewa (prefered stock)
b.       Modal saham biasa (common stock)
c.        Laba ditahan (retained earning)

Perhitugan rugi-laba terdiri dari :
a.       Pendapatan yaitu hasil penjualan umumnya adalah penjualan bersih dan pendapatan lain-lain (other income)
b.       Beban (expenses) yang terdiri dari :
1.       beban (harga) pokok penjualan (cost of goods sold)
2.       beban usaha (commercial expenses) yang terdiri dari beban pemasaran (marketing expenses) dan beban administrasi (administrative expenses)
3.       beban bunga (interest expenses)
4.       beban pajak (corporate tax expenses), atau pajak atas laba

 Teknik penyajian laporan keuangan disajikan pada tabel berikut ini :

Laporan Posisi Keuangan atau Neraca (balance sheet)
PT. ABC, 31 Desember 2002 (perhitungan dalam rupiah)
Pengguanaan Dana Kapital

Sumber Dana Kapital
(aplication of fund)

(sources of fund)
Harta


Jumlah

Hutang dan Modal


Jumlah
(assets)


(amount)

(debt & kapital)


(amount)



Rupiah





Rupiah
Kas dan setara kas

1.000

Hutang dagang


300
(cash and cash eguivalen)

(accuont payable)



Surat-surat berharga

300

Hutang wesel bayar


200
(marketable securities)


(note payable)



Piutang usaha

700

Hutang pajak


200
(accuonts receivable)



(tak payable)



Persediaan

600

Hutang dividen


300
(inventorias)



(dividend payable)



Uang muka

400

Hut. Jk pnj. Jat. Tempo

400
(prepaid expenses)



(long term debt due)



Total harta lancar

3.000

Hutang biaya


100








(total current assets)



(accrual expenses)



Saham PT. AX

400

Total hutang lancar


1.500
(stock of PT. AX)



(total current liabilities)


Obligasi PT. AX

600

Obligasi bunga 20%


2.500
(bond of PT. AX)



(bond at 20%)



Total harta keuangan

1.000

Hipotek bunga 18%


3.000
(total finansial assets)



(mortgage at 18%)



Tanah


1.000

Total hutang jk panjang

5.500
(land)




(total long term debt)



Gedung


1.000

Saham Istemewa (diveden 25%)

500
(building)




(prefered stock, divedend 25%)
Peralatan


3.000

saham biasa


1.000
(eguipments)



(common stock)



Total harta tetap

5.000

Agio saham


200
(Total fixed assets)



(capital surplus)



Hak patent


200

Laba ditahan


1.300
(patent right)



(retained earning)



Hak pengelolaan alam
300

Total modal sendiri


3.000
(exploration right)



(Total eguity)



Biaya pendirian

500






(organization costs)








Total harta tak berwujud
1.000






(total intangible assets)

















Total harta

10.000

Total klaim


10.000
(total assets)



(total klaim)
















*   Utang biaya lazim disebut “biaya yang masih harus dibayar”
** Jumlah saham biasa yang beredar 100 lembar saham atau nilai nominal persaham Rp 10  


Laporan Rugi-Laba (income statement)
PT. ABC 31 Desember 2002 (perhitungan dalam rupiah)

Penggunaan Dana

Sumber Dana
(aplication of fund)

(sources of found)
Beban (expenses)


Amount

Pendapatan (revenue)


Amount










Harga pokok penjualan

6.000

Penjualan



10.200
(cost of goods sold)



(sales)




Beban pemasaran

1.230

Pendapatan lain-lain


230
(marketing expenses)



(other income)



Beban administrasi

500






(administrative expenses)








Beban pajak


1.040






(tax expenses)









Laba bersih


438






(earning after tax)



















Total


10.230

Total



10.230
Note :
Interest of  bond 20% x Rp 2.500     = Rp       500   Other income :
Interest of mortage 18% x Rp 3.000                = Rp       540   Deviden PT. AX                     Rp   80
Total                                                                       = Rp  1.040  Bunga obligasi PT. AY  Rp 150                                                                                                 Total                                       Rp 230

Kerangka Berpikir
Sumber Dana (financing)

Penggunaan Dana (investment)


 
Biaya (cost) dan Beban (expenses)

Laba (gross profit, operating profit, net profit)


 
Pertumbuhan Perusahaan (growth or expansion)
Kegiatan operasi Perusahaan hasilnya disajikan dalam suatu laporan yang disebut Laporan Rugi-Laba atau income statement. Terdapat dua  jenis laporan rugi-laba yaitu:
  1. Untuk Pihak luar Perusahaan yaitu untuk para Pegang Saham, lembaga keuangan, pajak, serikat buruh, dan sebagainya.
  2. Untuk pihak manajemen yaitu untuk pengambilan keputusan investasi jangka panjang dan untuk perencanaan laba jangka pendek.

Laporan Rugi-Laba (income statement) PT. ABC 31 Desember 2002
Pendekatan Fungsi Manajemen (functional Management approarch)
Untuk Pihak Luar (for exsternal parties), (perhitungan dalam rupiah)

Nama Perkiraan (accounts)
Rupiah

Ratio

Pendapatan (sales)
10.000

100,0%
Harga pokok penjualan (cost of goods sold)
6.000

60,0%
Laba kotor (gross profit)
4.000

40,0%
Beban pemasaran (marketing expenses)
1.230

12,3%
Beban administrasi (administrasi expenses)
500

5,0%
Laba operasi (operating profit)
2.270

22,7%
Pendapatan (beban) lain-lain
230

2,3%
[other incomes (expenses)]



Penghasilan sebelum bunga dan pajak
2.500

25,0%
[eaning before interest & tax (EBIT)]



Beban bunga (interest expenses)
1.040

10,4%
Penghasilan sebelum pajak
1.460

14,6%
[earning before tax (EBIT)]



Beban pajak(tax expenses 30% x 1.460)
438

4,4%

Laba bersih [earning after tax (EAT)]
1.022

10,2%

Keterangan :
a.       Perhitungan laba-rugi diatas yang lazim disajikan pada berbagai laporan keuangan secara umum, dimuat disurat-surat kabar, majalah, brosur dan sebagainy. Garis besarnya memuat tentang pendapatan (revenue) dan beban-beban (expenses) Perusahaan.
b.       Beban pokok penjualan atau cost of goods sold merupakan beban yang paling tinggi, diikuti oleh beban pemasaran dan beban administras. Ketiga beban itu lazim disebut beban operasi (operating expenses).
c.        Beban bunga, besarnya tergantung pada besarnya pinjaman dan besarnya suku bunga, makin tinggi Perusahaan di biayai oleh utang, makin tinggi beban bunganya, dan makin tinggi resiko keuangan Perusahaan.
d.       Beban pajak yaitu pajak atas laba tergantung pada besarnya keputusan Pemerintah tentang pajak penghasilan Perusahaan dan tergantung besarnya laba kena pajak

Disamping manjemen Perusahaan menyajikan perhitungan rugi-laba, ia juga menyajikan perhitungan laba ditahan (retained earning statement). Perhitungan ini menjanjikan besarnya laba bersih yang dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai Deviden dan besarnya laba. 


Soal 5.1: PT. Lima Empat
Perusahaan memiliki return proyek investasi dalam berbagai kondisi ekonomi antara lain sebagai berikut :

State (s)
Probability (Ps)
Market Return (Rm)
Prohect Return (Rj)
1
0.05
-0.20
-0.30
2
0.25
0.10
0.05
3
0.35
0.15
0.20
4
0.20
0.20
0.25
5
0.15
0.25
0.30

Hitunglah :
  1. Koefisien variasi hasil proyek
  2. Ko-varian hasil proyek dengan hasil pasar
  3. Koefisien korelasi antara hasil proyek dengan hasil pasar
Sumber : Weston dan Brigham, Managerial Finance


Soal 5.2 : PT. Lima-Lima
Perusahaan mempunyai dua anak Perusahaan yaitu A dan B masing-masing hasil investasinya adalah sebagai berikut :

State
(s)
Ps
Return of Firm A
Return of Firm B
1
0.1
-0.05
-0.10
2
0.4
0.10
0.15
3
0.3
0.25
0.10
4
0.2
0.30
0.18

Perusahaan A memiliki total Investasi Rp 75.000 tiga kali investasi Perusahaan B. Kedua Perusahaan melakukan merger menjadi Perusahaan C. Hitunglah :
a.       Hasil diharapkan dan standar deviasi kedua Perusahaan sebelum merger.
b.       Kovariasi AB dan koefisien korelasi AB (Pab) sebelum merger.
c.        Hasil diharapkan dan standar deviasi Perusahaan C.
Sumber : Weston dan Brigham, Managerial Finance


0 comments:

Post a Comment