TENTANG BUKU BESAR DAN BUKU PEMBANTU


Karakteristik Buku Besar dan Buku Pembantu
Menurut Mulyadi (1993:55) definisi buku besar (general ledger) yaitu:
 ”Buku besar merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal”.
Sedangkan definisi buku pembantu menurut Mulyadi (1993:55) adalah:
”Buku pembantu (subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar”.
Dengan demikian baik buku besar maupun buku pembantu terdiri dari rekening. Kemudian timbul pertanyaan : apakah rekening itu ?
Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumnya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookkeeping).
Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku pembantu disebut dengan pembukuan (posting). Dalam sistem manual, kegiatan posting ini memerlukan 4 tahap berikut ini :
1.      Pembuatan rekapitulasi jurnal.
2.      Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi.
3.      Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
4.      Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.
Pembuatan rekapitulasi mengawali kegiatan posting. Jika perusahaan menyelenggarakan jurnal - jurnal khusus berkolom, kegiatan posting diawali dengan penjumlahan kolom - kolom, dan pembuatan ringkasan data rupiah dari kolom lain - lain dalam jurnal tersebut. Angka rupiah beserta nama dan nomor rekening hasil kegiatan pembuatan rekapitulasi ini siap untuk ditransfer ke rekening yang bersang­kutan dalam buku besar.
Untuk mencatat hasil rekapitulasi tersebut, harus dilakukan penyortasian terhadap rekening - rekening dalam buku besar, untuk mencari rekening yang bersangkutan dengan yang tercantum dalam hasil rekapitulasi. Setelah rekening yang dimaksud ditemukan, kemudian diambil dari arsip, diletakkan di meja untuk disiapkan menerima posting informasi dari rekapitulasi jurnal.
Pencatatan data hasil rekapitulasi jurnal ke dalam rekening dilakukan dengan mencatat tanggal, nama jurnal, halaman jurnal (folio jurnal), dan jumlah rupiah yang didebitkan atau dikreditkan ke dalam rekening tersebut. Setelah kegiatan pencatatan ini selesai dilaksanakan, rekening yang bersangkutan harus dikembalikan ke dalam arsip, pada tempatnya semula, untuk memudahkan pencariannya kembali dalam ke­giatan posting yang lain.
Buku besar merupakan tempat untuk menampung informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Dengan demikian susunan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan merupakan dasar untuk menyusun rekening - rekening yang ada dalam buku besar. Selanjutnya rekening - rekening yang ada dalam buku besar digunakan sebagai dasar penggolongan transaksi yang dicatat dalam jurnal.
Jika diperlukan rincian mengenai rekening tertentu dalam buku besar, maka dibentuklah buku pembantu. Rekening yang ada dalam buku besar, yang dirinci dalam buku pembantu disebut dengan rekening kontrol (controlling account), sedangkan rekening yang ada dalam buku pembantu, yang merupakan rincian reke­ning tertentu dalam buku besar disebut dengan rekening pembantu (subsidiary ac­count). Data yang di-posting ke dalam buku pembantu ini diperoleh dari dokumen sumber atau dari jurnal. Dalam ledgerless bookkeeping, fungsi buku pembantu ini digantikan oleh arsip dokumen sumber.


0 comments:

Post a Comment