Tujuan Kode Dalam Akutansi


Tujuan Kode
Menurut Mulyadi (1993:59), dalam sistem pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini :
1.      Mengidentifikasi data akuntansi secara unik;
2.      Meringkas data;
3.      Mengklasifikasi rekening atau transaksi; dan
4.      Menyampaikan makna tertentu.
Mengidentifikasi Data Akuntansi secara Unik. Data akuntansi perlu diberi identifikasi secara unik agar dapat dilakukan pencatatan, klasifikasi, penyimpanan, dan pengambilan data tersebut dengan benar.
Meringkas Data. Kode menjadikan kode akuntansi menjadi lebih ringkas sehingga memerlukan lebih sedikit ruang dalam pencatatannya.
Mengklasifikasi Rekening atau Transaksi. Dalam mengolah data akuntansi, kode digunakan untuk menunjukan ke dalam klasifikasi apa suatu rekening atau transaksi dikelompokan.
Menyampaikan Makna Tertentu. Dengan kode kita dapat menyampaikan informasi yang bermakna tertentu.

2.1.8.4.   Metode Pemberian Kode Rekening
Menurut Mulyadi (1993;59), pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada kerangka pemberian kode tertentu, sehingga memudahkan pemakai dalam penggunaannya. Pemberian kode rekening tidak dimaksudkan agar pemakai menghapalkan kode - kode rekening yang disusun, namun untuk memudahkan pemakai mengikuti kerangka logika pemberian kode rekening, sehingga dapat menggunakan rekening yang disusun untuk pemberian identifikasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
Ada 5 metode pemberian kode rekening :
1.      Kode Angka atau Alfabet Urut (numerical-or alphabetic-sequence code);
2.      Kode Angka Blok (block numerical code);
3.      Kode Angka Kelompok (group numerical code);
4.      Kode Angka Desimal (decimal code); dan
5.   Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference).


0 comments:

Post a Comment