Contoh Landasan Teori



LANDASAN TEORI

65.        Teori merupakan suatu kumpulan konstruk atau konsep, defenisi dan preposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan (memprediksi) fenomena alam (Fred N. Kerlinger, 2000, 48).
66.        Uraian teori merupakan uraian sistematis tentang teori yang diambil berdasarkan pendapat pakar atau penulis buku, dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel penelitian (Prof. Dr. Sugiyono, 1999, 43).
67.        Langkah-langkah penyusunan uraian teori: Menetapkan variabel : Tetapkan nama variabel yang diteliti, dan jumlah variabelnya. Baca buku dan hasil penelitian : Cari sumber-sumber bacaan yang relevan: buku kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi. Deskripsi teori: Cari defenisi setiap variabel pada berbagai sumber bacaan, bandingkan antara suatu sumber dengan sumber lain, pilih defenisi yang sesuai dengan penelitian, juga cari uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel dan kedudukan antara variabel yang satu dengan yang lain dalam penelitian itu.  Analisa kritis teori: Lakukan analisa kritis, renungkan, dan buat rumusan dengan bahasa sendiri. Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian: membandingkan , memadukan dan mereduksi antara satu teori dengan teori lainnya. Sintesa/kesimpulan dari teori : dari analisa kritis diperoleh kesimpulan yang sifatnya sementara (Prof. Dr. Sugiyono, 1999, 46).
68.        Tinjauan pustaka atau studi literatur merupakan langkah penting di dalam penelitian. langkah ini meliputi identifikasi, lokasi, dan analisis dari dokumen yang berisi informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian secara sistematis. Dokumen ini meliputi jurnal, abstrak, tinjauan buku, data statistik, dan laporan penelitian yang relevan. Melalui langkah ini penyusunan hipotesis juga lebih baik karena pemahaman permasalahan yang diteliti akan lebih mendalam. Dengan mengetahui berbagai penelitian yang sudah ada, peneliti akan menjadi lebih tajam dalam melakukan interprestasi hasil penelitian (Mudrajad Kuncoro, PhD, 2003, 28). Karena teori merupakan bagian dalam proses mendapatkan ilmu, bab ini diawali dengan uraian mengenai esensi ilmu, dilanjutkan dengan menyoroti bangunan dasar teori (red: grand theory), menyusun kerangka teoritis dan mengajukan hipotesis (Mudrajad Kuncoro, PhD, 2003, 37)
69.        Dalam penelitian ilmiah, selain dari buku referensi digunakan juga sumber-sumber berikut: buku tesk (text book), jurnal, periodical, year book, buletin, annual review, off print (kiriman artikel dari pengarang), reprint (artikel mandiri yang dicetak ulang  dari majalah ilmiah yang pernah diterbitkan), recent advance (sejenis majalah ilmiah), bibliografi, handbook, manual (buku petunjuk) (Mohammad Nazir, Ph.D., 1999, 128-131).
70.        Selain tersusun dari rangkaian teori yang merupakan hasil telaah pustaka, landasan teori juga dibangun dari hasil-hasil penelitian yang mendahului (Drs. Cholid Narbuko, Drs. H. Abu Achmadi, 2004, 61).
71.        Penelaahan kepustakaan bertujuan untuk mencari landasan teoritik dan empirik untuk penelitian yang dikerjakan. Landasan teoritik dan empirik dapat bersumber dari buku bacaan antara lain buku teks, jurnal, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, internet, dan lain-lain karya ilmiah (Prof. Dr. H. Sarmanu, M.S., 2004, 15).
72.        Sumber pustaka cetak dibedakan dalam bentuk: buku, artikel atau bab dalam buku yang diedit, artikel dalam jurnal, dan naskah yang tidak diterbitkan. Sumber pustaka elektronis dibedakan dalam dua macam, yaitu: situs web/internet, dan CD-ROM (Prof. Dr. Achmad Djunaedi, 2002, 28).
73.        Penggunaan media internet untuk penelusuran pustaka banyak membantu peneliti di Indonesia. Kendala klasik yang dijumpai oleh para peneliti di negara kita, terutama masalah kelangkaan publikasi terbaru karena masalah pendanaan dan kecepatan akses dapat ditanggulangi dengan pemanfaatan sumber informasi dari internet (Prof. Dr. C. Hanny Wijaya, 2004, 117)
74.        Mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam mencari informasi tentang penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, untuk itu mahasiswa dan peneliti dapat menggunakan referensi yang bersumber dari internet, seperti  Network of Digital Library of Theses and Disertation (NDLTD) Nasional  (Onno W. Purbo, Ph.D, Intan Ahmad, Ph.D, Ismail Fahmi, ST, 2001, 29)
75.        Masalah  plagiatisme karya akhir mahasiswa S-1, sebenarnya dapat diatasi dengan metode memperbolehkan mahasiswa menggunakan referensi internet dalam penelitian mereka. Kekhawatiran para pendidik bahwa penggunaan internet dapat menunjang plagiatisme adalah sesuatu yang tidak beralasan. Ada beberapa alasan jika referensi diperbolehkan:  1). Karena skripsi/tesis tersebut dapat mudah diakses melalui internet, maka akan banyak orang yang bisa membacanya. 2). Jika banyak orang yang dapat membaca skripsi/tesis tersebut, maka semakin mudah kita mengetahui kalau ada orang yang menjiplak untuk kepentingan pribadinya. 3). Jika kita merasa banyak orang yang sudah tahu dan membaca sebuah tesis, maka keinginan untuk menjiplak otomatis akan terhambat, karena pasti akan ketahuan. 4). Proses kontrol dan evaluasi terhadap skripsi/tesis bukan hanya pada saat defense atau sidang akhir saja yang hanya dihadiri penguji dan sipervisor. Dengan informasi online, akhirnya pengujian dilakukan oleh masyarakat luas. Masyarakat akan bisa menilai kualitas tesis terhadap tesis sejenis sebelumnya (Onno W. Purbo, Ph.D, Intan Ahmad, Ph.D, Ismail Fahmi, ST, 2001, 9).
76.        Sumber referensi dari internet: Etika ilmu pengetahuan yang berlaku dalam penulisan/publikasi menuntut kita untuk menghormati karya cipta. Jika kita menggunakan materi dari karya seseorang atau organisasi dalam tulisan kita, kita dituntut untuk mencantumkan nama penciptanya dan sumbernya [alamat website / url:  http, gopher, ftp] dan tanggal kita mengunjungi website tersebut atau tanggal men-download file dari website. Dalam hal di mana penciptanya mempersyaratkan ijin, kita dapat menhubungi pemilik hak cipta (misalnya dengan e-mail). Mengutip tanpa menyebut penciptanya merupakan tindakan penjiplakan (plagiat) (Prof Ir. Rudy C Tarumingkeng, PhD, 2003).
77.        Cara yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan penggunaan internet (online) dalam penelitian mahasiswa adalah: 1). Dosen memperbolehkan dan mungkin mewajibkan mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mencantumkan referensi yang dikutip dari situs-situs internet. 2). Jika memungkinkan dosen mendampingi mahasiswa dalam melakukan penelusuran referensi. Untuk hal ini dosen pembimbing perlu menyediakan waktu khusus bagi mahasiswa. 3). Jika metode kedua tidak memungkinkan, mahasiswa dapat melakukan penelusuran sendiri, untuk kemudian menunjukkan printout  hasil penelusuran, sebelum penulisan dilakukan. Cara ini dapat menghindari mahasiswa melakukan penjiplakan penuh hasil tulisan dari internet untuk penulisan mereka, karena adanya kontrol dari dosen. Hal utama dalam pemanfaatan sarana internet ini adalah kejujuran dalam penulisan sumber referensi (Azuar Juliandi, 2002, 31).


0 comments:

Post a Comment