Pengeluaran Negara dan Stabilitas Ekonomi


Sistem perekonomian yang bebas cenderung memunculkan dari dalam dirinya keburukan-keburukan bagi kehidupan ekonomi. Keburukan-keburukan tersebut, misalnya dalam peranannya mengubah income, lapangan kerja, dan harga. Dengan perkembangan sistem kapitalisme maka ekonomi persaingan bebas mencapai siklus yang makin lama makin kuat. Oleh karena itu, terasa perlu mempergunakan alat untuk melawan siklus dari perekonomian (antisiklus), yang semacam ini sudah dimulai sejak depresi besar tahun tiga puluhan oleh kaum Keynesian. Secara teoretis diagnosis Keynesian mengatakan bahwa pengeluaran negara dapat dipakai sebagai alat untuk mencapai stabilitas ekonomi. Misalnya, dengan keadaan depresi maka untuk mencapai kestabilan ekonomi dapat ditempuh dengan cara menaikkan jumlah pengeluaran negara.
Apabila stabilitas telah tercapai maka hal yang perlu dilakukan adalah mempertahankan jumlah pengeluaran negara agar jumlah pengeluaran negara itu sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dan tanpa menimbulkan kelambatan waktu yang tidak semestinya. Apabila situasi perekonomian semakin baik maka yang perlu dilakukan adalah mengekang tambahan permintaan dengan cara menurunkan jumlah pengeluaran negara sambil menjaga sektor perpajakan dan/atau pinjaman dalam keadaan tetap.
Harus diingat, bahwa penggunaan pengeluaran negara sebagai upaya untuk melawan siklus perekonomian menimbulkan mekanisme pasar yang peka dan terjalin rapi yaitu dengan terjadinya proses kerja input-output yang saling terkait antara industri yang berlainan maka setiap perubahan yang bermula di satu sektor akan meluas atau menyebar ke sektor kehidupan ekonomi yang lain.
Jika suatu depresi harus disembuhkan dengan jalan meningkatkan permintaan (pengeluaran) secara berangsur-angsur maka harus ada syarat, yaitu kemampuan berpengaruh tidak efektif secara berimbang di dalam kehidupan ekonomi. Jika hal ini terjadi maka administrator harus menghubungkan dirinya dengan permintaan yang ada saja dan bukan dengan tujuan organisasi di mana administrator itu ikut di dalamnya. Hal ini disebabkan karena di dalam interaksi antara arus permintaan dengan arus penyediaan secara otomatis terjadi penyesuaian.
Di dalam suatu perekonomian pasar di mana kepincangan-kepincangan terjadi di dalamnya maka pengaruh yang tercipta di sebuah sektor mungkin saja tidak menyebar secara merata ke sektor-sektor yang lain. Dalam keadaan semacam ini maka pengeluaran negara tidak lagi merupakan alat yang sederhana yang mudah dilakukan.
Di dalam suatu negara yang sedang dan kurang berkembang, apabila pengeluaran negara ini diturunkan untuk melawan siklus perekonomian mungkin akan menimbulkan masalah yang kompleks dalam pertumbuhan atau perkembangan stabilitas ekonomi. Hal ini disebabkan, di dalam negara yang sedang dan kurang berkembang kurang memiliki kekuatan atau ketegaran yang kuat sehingga akan timbul kesenjangan dalam bentuk tidak adanya industri atau kemampuan produktif yang sepadan.

Faktor lain yang menyebabkan kompleksnya masalah penggunaan pengeluaran negara sebagai alat anti siklus (anti conjuncture) ialah secara umum ekonomi suatu negara berkembang sesuai permintaan yang tidak seimbang (neraca perekonomiannya tidak seimbang) bagi pemeliharaan impor yang penting, sementara permintaan terhadap ekspornya amat lemah.

Berdasarkan kepada uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada negara-negara sedang dan kurang berkembang pengeluaran negara sebagai senjata utama untuk memperbaiki kestabilan ekonomi penggunaannya terbatas. Suatu kombinasi yang bijak dan hati-hati dalam hal subsidi atas impor, pajak serta langkah-langkah lainnya digunakan agar mencapai hasil yang efektif.


0 comments:

Post a Comment