KONSEP-KONSEP DASAR PENELITIAN

1. KONSEP-KONSEP DASAR TEORITIK

Ada dua pendekatan yang berbeda dalam memahami kuantitatif dan kualitatif, yakni penggunaan kajian teoritik yang ada. Kedua jenis pengolahan data ini tetap menggunakan panduan analisis dengan penggunaan kajian-kajian teoritik yang ada. Tentu saja kajian teoritik yang ada ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya. Tidak mungkin kajian teoritik muncul begitu saja dan tidak melalui proses berpikir keilmiahan. Seperti yang kita ketahui bahwa kajian teoritik atau teori juga tidak lepas dari debat dan klaim-klaim bantahan. Artinya tidak ada teori yang kekal. Meski diketahui bahwa teori yang kekal akan bisa menjadi postulat.

Peneliti seharusnya menghindari aksioma di masyarakat. Atau sesuatu yang tidak perlu diuji dalam penelitian bila mereka melakukan penelitian. Misalnya apakah benda bila dilempar ke atas akan jatuh ke bawah? Apakah seorang ibu sayang kepada anaknya? Dan lain-lain yang ada dalam statement di masyarakat. Penelitian yang menggunakan aksioma biasanya hanya menghasilkan sesuatu yang sia-sia dan menghabiskan tenaga, waktu dan biaya.


2. TEORI DAN BANGUNAN OPERASIONAL KONSEPTUAL?
Teori adalah kumpulan asumsi, definisi dan proposisi yang menjelaskan dan menguraikan kelompok fakta yang diamati atau fenomena dalam sebuah bidang atau disiplin ilmu. Artinya bahwa bahwa teori seharusnya berkaitan dengan proses logis yang mencakup proses penalaran baik deduksi maupun induksi.
Dengan jelas bahwa teori terdiri dari beberapa bagian, yakni; proposisi (penalaran), operasional konseptual dan hipotesis. Kesemua itu bertautan dan berkaitan. 

3. DEFINISI TEORI 
Teori sebenarnya berangkat dari kumpulan konsep-konsep yang berhubungan dalam preposisi-preposisi penalaran yang berlaku (model silogisme). Teori berasal dari kumpulan konsep yang berhubungan satu dengan yang lain berdasarkan silogisme yang ada. Konsep adalah sesuatu yang sifatnya tunggal, misalnya apa konsep bangku itu, benda yang bisa diduduki dan terbuat dari kayu juga dipaku pada ujung-ujungnya agar rekat.
4. KONSEP

Konsep adalah intisari atau rekaan/penandaan (deskripsi) dari inti sari pemikiran. Biasanya konsep itu sifatnya tunggal dan tidak bisa berdiri sendiri. Atau abstraksi yang dibentuk. Sedangkan teori adalah kumpulan konsep yang direkatkan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan preposisi-preposisi berdasarkan aturan silogisme yang ada. Konsep adalah satuan terkecil dalam teori. 

5. SILOGISME (PREPOSITION) / JENIS PREPOSISI

Preposisi atau penalaran yang terdiri dari premis mayor dan premis minor dalam pemahaman dasar-dasar logika. Silogisme ada beberapa macam;

a. Silogisme kategorik, 

Ini adalah Silogisme yang paling dikenal masyarakat:

Contoh:

Orang Indonesia makan nasi

Pak Ilham orang Indonesia, 

Pasti pak Ilham makan nasi


b. Silogisme bersyarat, 

Premis harus ada syarat, sehingga kesimpulan benar,

Contoh: 

Bila pak Ilham naik motor ke kampus pasti tepat waktu

Pak Ilham pasti tepat waktu


c. Silogisme alternatif, 

Dalam preposisi ini ada dua alternatif, namun hanya satu saja yang dipilih, Kesimpulan mengarah pada yang dipilih. 

Contoh:

Dodo disuruh memilih kuliah di jurusan komunikasi atau teknik mesin

Dodo memilih komunikasi 

Berarti Dodo tidak kuliah di jurusan teknik mesin

d. Silogisme Disjungtif (melerai)

Jenis ini premis pertama memiliki dua pernyataan yang setara diikuti dengan ketentuan melerai.


Contoh

Lulusan Cum Laude di universitas, bila nilai Indeks Prestasi di atas 3,75, lulus kurang dari 4 tahun dan berprestasi pada satu kegiatan mahasiswa.

Nilai Indeks Prestasi Deddy di bawah 3,75

Jadi tidak mungkin Deddy lulus Cum Laude

6. OPERASIONAL KONSEPTUAL 

Adalah model kerja dan tata aturan yang berlaku dalam bangunan teoritik. Artinya bahwa operasional konseptual adalah pola dan sistem yang berlaku dan dapat menjelaskan teori tersebut. 

Jadi dapat dikatakan bahwa jiwa dari teori itu adalah operasional konseptual. Operasionalisasi konseptual terdiri dari dua bagian: 
Abstraksi ide-ide 

Adalah abstraksi atau model ringkas dari pemikiran teori tersebut berjalan. Dengan demikian konseptualisasi adalah ringkasan dari ide-ide yang ada. Tanpa ada ide-ide di dalamnya teori tidak dapat berbunyi dan memberikan statement terhadap suatu pola dan tindakan. 
Variabel-variabel 

Variabel adalah bagian terkecil dari operasional konseptual dari teori-teori yang ada. Biasanya kumpulan variabel disebut dengan istilah kategorisasi atau ada juga yang menyebutnya dengan dimensi-dimensi. Semua bebas berdasarkan pemikiran dan pendapat yang ada. 

Variabel merupakan bagian inti yang akan diuji dalam penelitian. Variabel itu sendiri dapat dibagi menjadi dua, yakni;

1. Variabel Terikat (independent variable) biasanya diwakili notasi X

Merupakan faktor, perubahan atau perbedaan statusnya dijelaskan atau dipengaruhi, diramalkan dalam kelangsungan penelitian empiris (tetap)

2. Variabel Bebas (dependent variable) biasanya diwakili notasi Y 

Merupakan faktor yang dimanipulasi oleh peneliti (selalu bergerak).


n Bentuk hubungan dalam Teori 
Hubungan kausal (sebab tdk akibat) 
Asosiasi di antara (hub.sebab akibat) 
Tiada hubungan sebab akibat 
Ada hub kausal asumsi kuat 
Penjelasan dalam kausalitas. Dihub. Dengan penerapan teori 

7. KONSTRUK

Adalah konsep yang sudah dibatasi pengertiannya, sifat-sifatnya, sehingga dapat diamati dan diuku

8. HIPOTESIS 

Adalah dugaan sementara atau kesimpulan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya melalui proses berpikir ilmiah. Dalam penelitian penelitian kuantitatif model uji analitis pengujian hipotesis adalah tujuan utama. Pembuatan hipotesis bisa dilakukan maksimal hingga 48 hipotesis, dan minimal adalah satu hipotesis. Pada pendidikan strata satu mungkin penggunaan hipĆ³tesis hanya maksimal 4 hipotesis. 



Dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah hipotesis penelitian, istilah yang sering digunakan untuk pengajuan dugaan sementara adalah dengan menggunakan asumsi. Tapi dalam penelitian kuantitatif istilah penggunaan hipotesis adalah sesuatu yang tidak lazim (meski diperbolehkan dan dimaklumkan). Dalam penelitian ada beberapa hipotesis dikaitkan dengan hubungan antar dua variabel, seperti dalam ilustrasi gambar di bawah ini:
1. Korelasional

Pola hubungan apakah ada hubungan antara variable satu dengan variabel yang lain. Yang dipertanyakan di sini adalah masalah hubungan dua variable antara yang satu dengan yang lain.
2. Kausalitas 

Pola hubungan sebab akibat bahwa variable x mempengaruhi y dan sebaliknya varibel y mempengaruhi x secara timbal balik



3. Uji beda



Mengetahui apakah ada perbedaan tidak antara satu variable dengan variable yang lain. Tingkat perbedaan akan sangat terlihat dalam menafsirkan hubungan satu dengan yang lain ini.


9. HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

Dalam penelitian yang diuji adalah variabel dengan variabel, atau hubungan antar variabel. Hubungan variabel dalam beberapa penelitian memiliki model dan jenis;

§ Dalam penelitian kuantitatif dikenal beberapa model variabel-variabel yang dihubungkan satu dengan yang lain untuk keperluan menjelaskan teori atau pengujian hipotesis.

§ Variabel-variabel inilah yang hendak dijelaskan lebih dalam dalam penelitian kuantitatif dalam model penelitian survey, eksperimen atau analisis isi biasa atau konvensional.

§ Dalam model penelitian kuantitatif deskriptif sebenarnya bisa lebih baik dijelaskan model kuantitatif analitis. Caranya dengan model analisis cross tabulasi (tabulasi silang). 

§ Biasanya analisis yang digunakan dalam penelitian deskriptif hanya berbentuk tabulasi tunggal saja.


l Ada beberapa jenis analisis dalam penelitian kuantitatif menurut variable, yakni; 
Univariat : Model hubungan analisis kuantitatif dengan satu variabel saja. 

Bivariat : Model hubungan analisis kuantitatif dengan dua variable 

f dengan banyak variable.


0 comments:

Post a Comment