Tujuan Pemidanaan berdasarkan Pasal 54 R-KUHP tahun 2005:

Tags:
Pasal 54 

(1) Pemidanaan bertujuan: 

a. mencegah dilakukanya tindak pidana dengan menegakkan norma hukum demi pengayoman masyarakat; 

b. memasyarakatkan terpidana dengan mengadakan pembinaan sehingga menjadi orang yang baik dan berguna; 

c. menyelesaikan konflik yang ditimbulkan oleh tindak pidana, memulihkan keseimbangan, dan mendatangkan rasa damai dalam masyarakat; 

d. membebaskan rasa bersalah pada terpidana dan; 

e. memaafkan terpidana. 

(2) Pemidanaan tidak dimaksudkan untuk menderitakan dan merendahkan martabat manusia . 

Dalam pasal 55 R-KUHP juga terdapat pedoman pemidanaan yang belum diatur dalam UU kita. 

Pasal 55; 

(1) Dalam pemidanaan wajib dipertimbangkan: 

a. Kesalahan pembuat tindak pidana; 

b. Motif dan tujuan melakukan tindak pidana; 

c. Sikap batin pembuat tindak pidana; 

d. Apakah tindak pidana dilakukan dengan berencana; 

e. Cara melakukan tindak pidana; 

f. Sikap dan tindakan pembuat sesudah melakukan tindak pidana; 

g. Riwayat hidup dan keadaan sosial dan ekonomi pembuat tindak pidana 

h. Pengaruh pidana terhadap massa depan pembuat tindak pidana; 

i. Pengaruh tindak pidana terhadap korban atau keluarga korban; 

j. Pemaafan dari korban dan/atau keluarganya dan /atau; 

k. Pandangan masyarakat terhadap tindak pidana yang dilakukan. 

(2) Rintangan perbuatan, keadaan pribadi pembuat, atau keadaan pada waktu dilakukan perbuatan atau yang terjadi kemudian, dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk tidak menjatuhkan pidana atau mengenakan tindakan dengan mempertimbangkan segi keadilan dan kemanusiaan. Dari aturan diatas dapat dicermati bahwa dalam R-KUHP menganut teori prevensi, rehabilitasi dan restotaif dalam tujuan pemidanaannya. Teori prevensi umum tercermin dari tujuan pemidanaan mencegah dilakukannya tindak pidana dengan menegakkan norma hukum demi pengayoman kepada masyarakat. Teori rehabilitasi dan resosialisasi tergambar dari tujuan pemidanaan untuk memasyarakatkan terpidana, dengan melakukan pembinaan sehingga menjadi orang yang baik dan berguna. Dan restoratif terdapat dalam tujuan pemidanaan yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik yang ditimbulkan oleh tindak pidana, memulihkan keseimbangan, dan mendatangkan rasa damai dalam damai dalam masyarakat; membebaskan rasa bersalah pada terpidana; dan memaafkan terpidana.

Post a Comment

Artikel Terkait Tips Motivasi