Krisis Amerika Adalah Krisis Dunia

Krisis Amerika, Krisis Dunia 

Globalisasi menyebabkan krisis yang terjadi di sebuah negara berdampak pada negara lainnya. Krisis yang terjadi di Amerika Serikat sedikit-banyak akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Tidak ada yang bisa meramalkan kapan krisis di Amerika itu akan berakhir. Dan kapan pula krisis lanjutan akan muncul lagi. Kenyataan ini semakin menyadarkan kita bahwa logika ekonomi tak selalu sejalan dengan kenyataan. Karena itu, tak ada yang bisa disombongkan dari kecanggihan teknologi dan pengetahuan yang telah diraih oleh negara maju seperti Amerika sekalipun. 

Kearifan dan kesediaan untuk bekerja sama dengan semua pihak, tanpa diskriminasi dan hegemoni, justru akan memperkuat sinergi dan menutup peluang-peluang terjadinya krisis. Amerika tidak bisa menyombongkan diri sebagai negara adikuasa. Kegagalan dan krisis bahkan bencana alam (topan) yang melanda Amerika belakangan ini menjadi bukti nyata bahwa arogansi tak pernah menyelesaikan masalah. Dan seharusnya hal tersebut memunculkan kesadaran baru bagi pemerintah Amerika untuk bersikap egaliter terhadap negara lain. 

Karena itu, sebagai negara berkembang, Indonesia harus banyak belajar pada krisis yang melanda Amerika. Bahwa negara semaju Amerika pun tak bisa menjamin stabilitas perekonomiannya melalui logika semata. Menuhankan logika semata akan berbuah 



kepanikan seperti yang dirasakan masyarakat Amerika saat ini, akibat krisis ekonomi yang muncul di luar perhitungan akal mereka. 

Itulah sebabnya, sebagai bangsa yang religius, bangsa Indonesia sejatinya tidak akan mudah panik, karena terbiasa dengan kesadaran-kesadaran alternatif sebagaimana diajarkan oleh agama. Dan hal tersebut harus didukung oleh langkah-langkah rasional dan penjelasan-penjelasan konstruktif yang dilakukan pemerintah sehingga masyarakat tidak panik dan cemas. Penjelasan tersebut, misalnya, terkait dengan fundamen ekonomi kita di tingkat nasional yang baik dan terkelola. Dalam keadaan seperti ini, yang penting, di samping kita terus melakukan antisipasi dan pengelolaan, kita harus bersinergi agar tidak terpuruk dalam krisis baru di tengah kita berjuang keluar dari krisis. Semoga. 

T.A. Budinata 
Jalan Ciputat Raya, Pamulang 
Tangerang 



Perbandingan krisis amerika dan krisis asia tahun 1997 

Lagi tertarik dengan masalah-masalah ekonomi nih.. maklum di sini lagi heboh soal kemungkinan krisis ekonomi yang disebabkan oleh krisis subprime mortgage alias kredit kepemilikan rumah yang mengalami kemacetan besar-besaran di seluruh penjuru negri. 

Baca-baca sedikit tentang ini, saya melihat kok banyak persamaannya ya? Disclaimer dulu, saya nggak ngerti banyak soal ekonomi dan nulis ini supaya dapat komentar jadi tambah pinter.. jadi buat yang ngerti jangan diketawain ya tapi dikomentarin ok? 

Dari bacaan di Wikipedia dan satu artikel bank dunia, salah satu teori tentang penyebab krisis ini adalah investasi yang berlebihan di bidang properti. Dana investasi ini dikucurkan oleh bank tanpa banyak peraturan. 

Kalo jaman krisis moneter Asia, misalnya di Indonesia, dituduhkan bahwa pemerintah jaman itu yang KKN abis menyebabkan dana investasi ini berakhir di tangan orang2 yang tidak efisien dan tidak kompeten utk mengelola dana (atau kemaruk kali?) akhirnya, kredit ini tidak balik, menyebabkan krisis keuangan di tingkat bank, dan tentu saja merembet ke bidang real lainnya. Dampaknya ekonomi macet, mata uang menurun drastis karena orang2 pada panik juga, dan phk di mana-mana.. 

Krisis ekonomi Amerika kejadiannya hampir sama (walopun ini sebenarnya belum bisa dikatakan krisis ekonomi ya tapi masih dalam taraf krisis keuangan di tingkat bank). Dimulai dengan pelonggaran peraturan pengucuran kredit bank oleh pemerintah yang menyebabkan kredit bank bisa diakses dengan lebih mudah oleh orang2 dengan kualifikasi yang tidak meyakinkan dan jg oleh orang2 yang sebenarnya punya banyak hutang lain. Kebijakan ini juga mendorong spekulasi berlebihan atas properti yang menyebabkan harga properti melambung tinggi hanya dalam waktu beberapa tahun (rent apartment juga jadi naik tiap tahun bo).. satu waktu, harga2 ini tidak bisa lagi dijangkau oleh pasar, akhirnya penjualan rumah dan apartment merosot drastis, padahal tadinya dibeli dengan hutang utk dijual lagi dengan harga tinggi.. jadilah kredit macet yang buntutnya krisis keuangan di bank yang sekarang mulai terasa di tingkat real.. dampaknya sih belum separah krisis Asia. Paling yang kena phk ya karyawan badan keuangan penyalur kredit atau kontraktor properti yang kehilangan pekerjaan.. dampak yang lain adalah banyak orang tiba2 terlilit hutang bank dan rumah mereka yang buat spekulasi tadi disita oleh bank dan dijual murah.. tapi sedikit demi sedikit krisis ini sudah mulai terasa terutama di pasar saham.. harga indeks saham amerika merosot tajam.. 

hm.. pertanyaan saya, apa orang2 pinter yang ngatur kebijakan ekonomi negara itu nggak melihat ada tanda2 bakalan menuju krisis ya? pertanyaan ini juga mulai didengungkan di sini..

Post a Comment

Artikel Terkait Tips Motivasi