Melakukan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai

Tags:

a. Melakukan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai 

Jika Koperasi melakukan penyerahan Barang Kena Pajak maupun Jasa Kena Pajak dengan peredaran brutonya (omzet) setahun melebihi Rp600.000.000,- (enam ratus juta rupiah), maka koperasi memiliki kewajiban melakukan pemungutan PPN sebesar 10%, serta menyetorkan dan melaporkan PPN yang terhutang setiap bulan. 

Pada prinsipnya seluruh Barang dan Jasa merupakan Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak kecuali atas barang-barang dan jasa-jasa yang dikecualikan sebagai berikut : 



Kelompok Barang yang Tidak dikenakan PPN 

· barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, yaitu : 

minyak mentah (crude oil), gas bumi, panas bumi, pasir dan kerikil, batubara sebelum diproses menjadi briket batubara dan bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, dan bijih perak serta bijih bauksit 

· barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, yaitu : 

beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, dan garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium 

· makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, tidak termasuk, makanan dan minuman yang diserahkan oleh jasa boga atau catering 

· uang, emas batangan, dan surat-surat berharga 

Kelompok Jasa yang tidak dikenakan PPN 

· Pelayanan kesehatan medik, meliputi : 

- Jasa dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter hewan; 

- Jasa ahli kesehatan seperti akupuntur, ahli gigi, ahli gizi, dan fisioterapi; 

- Jasa kebidanan dan dukun bayi; 

- Jasa paramedis dan perawat dan jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium kesehatan, dan sanotarium 



· Pelayanan sosial, meliputi : 

- Jasa pelayanan panti asuhan dan panti jompo; 

- Jasa pemadam kebakaran kecuali yang bersifat komersial; 

- Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan; 

- Jasa lembaga rehabilitasi kecuali yang bersifat komersial; 

- Jasa pemakaman termasuk krematorium; 

- Dan jasa dibidang olahraga kecuali yang bersifat komersial pengiriman surat dengan perangko 

· Perbankan, kecuali jasa penyediaan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga, jasa penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan surat kontrak (perjanjian), serta anjak piutang; 

· Jasa asuransi, tidak termasuk broker asuransi; dan 

· Jasa sewa guna usaha (sgu) dengan hak opsi 

· Keagamaan, meliputi : 

- Jasa pelayanan di rumah ibadah; 

- Jasa pemberian khotbah atau dakwah 



Mekanisme perhitungan PPN adalah sebagai berikut : 

Pajak Keluaran Rp. XXXX 

(10% kali nilai DPP atas penjualan) 

Pajak Masukan Rp. YYYY (-/-) 

(10% kali nilai DPP atas pembelian) 

PPN yang kurang (lebih) bayar Rp. ZZZZ 



Perhitungan tersebut dilaporkan dalam SPT Masa PPN setiap bulan dengan menggunakan formulir 1107 atau menggunakan E-SPT DJP yaitu program SPT Masa PPN yang dibagikan secara gratis oleh DJP. 

Post a Comment

Artikel Terkait Tips Motivasi