Sistem Perekonomian Jaman Pemerintahan Transisi (Habibie)

Tags:
Pemerintahan Transisi (Habibie) 

a) Tanggal 14 dan 15 Mei 1997, kurs bath terhadap US$ mengalami penurunan (depresiasi) sebagai akibat dari keputusan jual dari para investor yang tidak percaya lagi thd prospek ekonomi Thailand dalam jk pdk. 

Pemerintah Thailand mengintervensi dan didukung oleh bank sentral singapora, tapi tidak mampu menstabilkan kurs Bath, sehingga bank sentral Thailand mengumumkan kurs bath diserahkan pada mekanisme pasar. 

2 Juli 1997, penurunan nilai kurs bath terhadap US$ antara 15% - 20% 

b) Bulan Juli 1997, krisis melanda Indonesia (kurs dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.650.) BI mengintervensi, namun tidak mampu sampai bulan maret 1998 kurs melemah sampai Rp 10.550 dan bahkan menembus angka Rp 11.000/US$. 

Langkah konkrit untuk mengatasi krisis: 

a) Penundaan proyek Rp 39 trilyun untuk mengimbangi keterbatasan anggaran Negara 

b) BI melakukan intervensi ke bursa valas 

c) Meminta bantuan IMF dengan memperoleh paket bantuan keuangan US$ 23 Milyar pada bulan Nopember 1997. 

d) Mencabut ijin usaha 16 bank swasta yang tidak sehat 



Januari 1998 pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepakatan (LOI) dengan IMF yang mencakup 50 butir kebijakan yang mencakup: 

a) Kebijakan ekonomi makro (fiscal dan moneter) mencakup: penggunaan prinsip anggaran berimbang; pengurangan pengeluaran pemerintah seperti pengurangan subsidi BBM dan listrik; pembatalan proyek besar; dan peningkatan pendapatan pemerintah dengan mencabut semua fasilitas perpajakan, penangguhan PPN, pengenaan pajak tambahan terhadap bensin, memperbaiki audit PPN, dan memperbanyak obyek pajak. 

b) Restrukturisasi sektor keuangan 

c) Reformasi struktural 

Bantuan gagal diberikan, karena pemerintah Indonesia tidak melaksanakan kesepakatan dengan IMF yang telah ditandatangani. 



Indonesia tidak mempunyai pilihan kecuali harus bekerja sama dengan IMF. Kesepakatan baru dicapai bulan April 1998 dengan nama “Memorandum Tambahan mengenai Kebijaksanaan Ekonomi Keuangan” yang merupakan kelanjutan, pelengkapan dan modifikasi 50 butir kesepakatan. Tambahan dalam kesepakatan baru ini mencakup: 



a) Program stabilisasi perbankan untuk stabilisasi pasar uang dan mencegah hiperinflasi 

b) Restrukturisasi perbankan untuk penyehatan system perbankan nasional 

c) Reformasi structural 

d) Penyelesaian utang luar negeri dari pihak swasta 

e) Bantuan untuk masyarakat ekonomi lemah. 



4. Pemerintahan Reformasi (Abdurrahman Wahid) 

Mulai pertengahan tahun 1999. 

Target: 

a) Memulihkan perekonomian nasional sesuai dengan harapan masyarakat dan investor 

b) Menuntaskan masalah KKN 

c) Menegakkan supremasi hukum 

d) Penegakkan hak asasi manusia 

e) Pengurangan peranan ABRI dalam politik 

f) Memperkuat NKRI (Penyelesaian disintegrasi bangsa) 



Kondisi: 

a) Pada tahun 1999 pertumbuhan ekonomi positif (mendekati 0) 

b) Tahun 2000 pertumbuhan ekonomi 5% 

c) Kondisi moneter stabil ( inflasi dan suku bunga rendah) 

d) Tahun 2001, pelaku bisnis dan masyarakat kurang percaya kepada pemerintahan sebagai akibat dari pernyataan presiden yang controversial, KKN, dictator, dan perseteruan dengan DPR 

e) Bulan maret 2000, cadangan devisa menurun dari US$ 29 milyar menjadi US$ 28,875 milyar 

f) Hubungan dengan IMF menjadi tidak baik sebagai akibat dari: penundaan pelaksanaan amandemen UU No. 23 tahun 1999 mengenai Bank Indonesia; penerapan otonomi daerah (terutama kebebasan untuk hutang pemerintah daerah dari LN); dan revisi APBN 2001. 

g) Tahun 2001, pertumbuhan ekonomi cenderung negative, IHSG merosot lebih dari 300 poin, dan nilai tukar rupiah melemah dari Rp 7000 menjadi Rp 10.000 per US$. 



5. Pemerintahan Gotong Royong (Megawati S) 

Mulai pertangahan 2001 dengan kondisi: 

a) SBI 17% 

b) Bunga deposito 18% 

c) Inflasi periode Juli – Juli 2001 13,5% dengan asumsi inflasi 9,4% setelah dilakukan revisi APBN 

d) Pertumbuhan PDB 2002 sebesar 3,66% dibawah target 4% sebagai akibat dari kurang berkembangnya investasi swasta (PMDN dan PMA)., ketidakstabilan politik, dan belum ada kepastian hokum.

Post a Comment

Artikel Terkait Tips Motivasi