Impian Kecilku Untuk Seorang Ibu

Hidup hidup di ibukota ini tidaklah mudah, dan masih masih teringat akan masa kisah perjuangan berangkat ke kota medan.

Ibu masih ku ingat,  dulu saat pertama merantau ke kota medan, aku meminta padamu untuk kuliah, kala itu semangat begitu menggebu-gebu untuk kuliah agar menjadi orang yang lebih baik, tapi apa boleh buat kenyataan harus diterima seorang ibu harus berkata " dang tarbaen au amang lao mambaen ho kuliah, aku memang ingin marah sama ibu karena saat itu tidak bisa aku kuliah, tapi aku sadar itu semua karena faktor ekonomi, sampai pada akhirnya harus tingal dikampung halaman selama hampir satu tahun setelah tamat sekolah, membantu sang ayah keladang, banyak hal disana cerita hidup suka duka bersama ayah tercinta. 

Aku juga sangat bangga padamu ayah, aku yakin tidak akan bisa membalas jasamu untuk memperjuangkan kami anak-anakmu, ayah tidak kenal lelah dan ayah selalu berjuang keras semampumu demi kami bisa sekolah, ketika aku mengingat tentang cerita hidup ini ayah,, aku hanya meneteskan air mataku, air mata ini tak bisa kubendung ayah.. maafkan daku ayah belum bisa membuatmu bahagia.


Untuk mu seorang ibu, aku mencintaimu ibu, tapi maafkan daku ibu hampir setahun ini kita tidak ada komunikasi, Ibu aku bukan nya tidak mengingat Ibu, tapi darah mudahku yang masih kadang tidak bisa kulawan, aku sudah sering mau komunikasi sama Ibu namun niat itu selalu ku urungkan, aku sadar ibu, memang tidak ada manusia yang sempurna, semua orang punya kelemahan selama masih hidup di bumi ini. aku sadar Ibu perjuanganmu sangat keras untuk seorang anak, maafkan aku ibu.

Aku sudah memaafkan masa lalu yang  pernah terjadi, aku selalu berusaha untuk memaafkan dalam hatiku agar jiwa ini berdamai, terkadang aku mendengar ibu ketika lagi teleponan sama si Adek namun sekalipun tak pernah aku minta agar aku berkomunikasi sama Ibu, hanya air mata yang ada...maafkan anak mu ini ibu..


Tidak terasa 4 tahun perjuangan kuliah di medan, dan saat ini sedang dalam proses skripsi, semuanya aku sadar banyak sekali tantangan yang harus aku hadapi Ibu dikota ini, suka dan duka namun tidak pernah ku coba untuk menyerah, kuliah ini sejujurnya adalah impian kecilku untuk seorang Ibu, karena kusadar Ibu, aku tak mampu memberimu materi, perjuangan anakmu ini juga masih panjang.

Kucoba selalu untuk tersenyum, ku coba untuk terus gagah melangkah dalam hidup ini, kucoba terus untuk memotivasi orang yang terjatuh walau aku sebenarnya masih membutuhkan sosok yang untuk memotivasi. jika aku lelah ibu aku hanya membaca buku-buku motivasi agar aku tetap gagah mengurungi hidup ini.


Aku tahu seorang ayah atau Ibu tidak banyak menuntut dari anaknya, tapi sebagai anak sebisa mungkin harus memberikan kasih sayangnya buat seorang ayah /ibu, pintaku ibu doakan anakmu agar selalu sehat sehat dan semoga apa yang menjadi impian seorang anak terkabul. 

Doakan Ibu proses kuliah ini semoga semuanya berjalan lancar, dan diakhir tahun ini semuanya bisa terselesaikan, sekalipun kita tak berkomunikasi beberapa bulan ini, aku yakin Ibu pasti mengingat anaknya, tapi ya begitulah dulu ceritanya ibu, suaramu tak ku dengar dan juga ibu tak mendengar suara anakmu ini, walaupun seorang ibu tak berkata tapi ada beberapa keinginan yang sangat ibu harapkan dari anakmu ini, tapi sabarlah ibu mungkin beginilah dulu cerita anakmu, bukan ku tak memikirkan semuanya Ibu tapi waktu juga yang membuat nya begini. 


Apapun yang kulakukan dalam hidupku ini Ibu biarlah semuanya aku tanggung, janganlah terlalu lelah memikirkan anakmu ini, mungkin semuanya ini adalah sudah diatur Tuhan, aku masih terus berjuang ibu, di suatu hari nanti bila Tuhan ijinkan aku pasti membawa perumaen ni dainang, hanya satu doaku semoga  ayah dan ibu sehat -sehat itu sudah membuat ku bahagia. 

Untukmu Ayah/Ibunda



Post a Comment

Artikel Terkait Tips Motivasi