Jangan Mengeluh

Motivasi diri

Keluhan mungkin hanyalah sebuah kata sederhana yang secara tak sengaja sering kita ucapkan. Tapi, meski sederhana, keluhan itu ternyata bisa muncul di berbagai situasi. Mungkin itu saat kita sedang berkumpul dengan teman-teman untuk makan bersama atau sekadar minum kopi. Mungkin itu muncul saat kita sedang membicarakan seputar masalah pekerjaan, pasangan, masa lalu, dan impian kita. Bila tidak percaya, coba buktikan sendiri. Jika Anda punya waktu sekitar 2 jam berkumpul bersama teman-teman, berapa banyakkah keluhan yang terlontar dari ucapan teman-teman Anda, bahkan dari Anda sendiri? Keluhan itu mungkin tentang rutinitas keseharian, tentang atasan yang menjengkelkan yang sering membuat Anda harus lembur di akhir pekan, tentang batalnya aktivitas yang sudah Anda rencanakan, tentang keluarga, tentang kelakuan orang-orang, tentang kondisi ekonomi, tentang gereja, tentang cuaca, atau pendek kata tentang hidup Anda.


Sangat mudah bagi kita untuk mengeluh. Bahkan bagi sebagian orang, mengeluh telah menjadi kebiasaan. Namun, pernahkah Anda bertanya, mengapa kita mengeluh? Ya, kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realita yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Masalahnya, apakah dengan mengeluh masalah kita terselesaikan atau setidaknya kita merasa lebih baik? Yang ada sering kali justru sebaliknya, kita makin marah dan kecewa.
Jika mengeluh itu tidak ada gunanya, bagaimana mengatasi kebiasaan ini? Sebenarnya sangat mudah, bersyukurlah! Setiap kita hendak mengeluh, pikirkan hal apa yang dapat kita syukuri. Misalnya: saat ini Anda mengeluh tentang pekerjaan yang berat tapi hasilnya minim, pikirkan ini: berapa jumlah pengangguran di Indonesia? Berapa banyak orang yang ingin ada di posisi pekerjaan Anda? Syukuri bila Anda masih menerima gaji yang meski menurut Anda masih kurang, tetapi sampai saat ini kebutuhan Anda masih Tuhan cukupi. Ingatlah, Tuhan memberi menurut sikap hati kita juga. Jika baru diberi sedikit saja kita bersungut-sungut, mungkinkah Tuhan akan memberi kita yang banyak? Jadi, sekali lagi bersyukurlah! • DK


0 comments:

Post a Comment