Jasa Rental Murah di Medan

Jasa rental komputer menjadi salah satu bisnis usaha yang masih memiliki peluang besar dalam dunia usaha kerena usaha ini masih banyak di butuhkan oleh orang banyak khususnya untuk lokasi ramai dan terkhus di lokasi anak sekolah atau anak kuliahan.

HD88 RENTAL KOMPUTER Yang berlamat di jalan rela no.101B medan di No Tlp : (061)80033747) menjadi salah satu usaha yang sangat strategis karena berada lokasinya tepat di keramaian anak kuliahan unimed. 

Usaha HD88  menjadi salah satu jasa print yang jam bukanya cepat di pagi hari untuk memberikan pelayanan dan demi untuk memberikan kepuasan kepada konsumen yang sudah menjadi jadi langganan dengan usaha kami.

Setelah saya mengamati para mahasiswa unimed berangkat di pagi hari mulai dari jam 6.30 Wib maka kami mengubah jam buka kami yaitu di jam pagi hari tepat pada saat anak kuliahan mulai berangkat kuliah, jadi ketika para mahasiswa belum mengerjakan tugasnya di malam hari maka pagi hari bisa mereka selesaikan, itulah satu kelebihan yang dimiliki oleh usaha HD88 RENTAL KOMPUTER.

Rental komputer dan print untuk sekala kota medan maka jasa yang kami yang berikan masih terbilang masih murah, karena saat ini kami memberikan hari Rp 150/lembar untuk hitam putih dan untuk warna dari mulai Rp 500- Rp 2000/lembar.

Untuk mahasiswa yang berada di lokasi pancing, jln rela, jln taud, jln sering, jln perjuangan maka tempat usaha kami masih dekat, dan untuk yang masih kuliah di medicom, nomensen, unimed dan tempat perkuliahan yang lain yang sederatan dengan lokasi pancing masih dekat untuk menjangkau usaha kami.

Usaha HD88 RENTAL KOMPUTER selalu siap memberikan yang terbaik buat para pelanggan dan para mahasiswa dengan harga yang bersiang. Maka inilah salah satu jasa komputer, jasa print murah dan juga kita menerimah jasa instal komputer.
[baca selengkapnya..]

Statistik vs Parameter:

1. Statistik vs Parameter:


· Statistik (bukan statistika)

Statistik adalah kumpulan data, bilangan, maupun non bilangan yang disusun dalam tabel dan atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Contohnya : Statistik Penduduk, kelahiran, pendidikan, produksi, pertanian, dsb.

Statistik bisa juga berarti ukuran sebagai wakil dari kumpulan data.Contohnya : Rata-rata, median, mode, simpangan baku, ragam, persen, dsb.

· Parameter

Parameter pengertiannya hampir sama dengan statistik, perbedaannya hanya terletak pada sumber data yang digunakan. Statistik menggunakan sumber data yang berasal dari sampel, sedangkan parameter menggunakan sumber data yang berasal dari populasi.

Statistik digunakan untuk mengestimasi nilai dari parameter populasi.



· Metode Statistik

Metode Statistik adalah prosedur-prosedur yang digunakan dalam pengumpulan, penyajian, analisis, dan penafsiran data.

· Ruang Lingkup Statistika

Berdasarkan orientasi pembahasannya:

ü Statistika matematik: statistika teoritis yang lebih berorientasi kepada pemahaman model dan teknik-teknik statistika secara matematis teoritis.

ü Statistika terapan: statistika yang lebih berorientasi kepada pemahaman intuitif atas konsep dan teknik-teknik statistika serta penggunaannya di berbagai bidang

Berdasarkan tahapan dan tujuan analisisnya:

ü Statistika deskriptif:

Statistika deskriptif berkaitan dengan penerapan metode statistik mengenai pengumpulan, pengolahan, dan penyajian suatu gugus data sehingga bisa memberikan informasi yang berguna.

Statistika yang menggunakan data pada suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan mengenai kelompok itu saja.

Menjelaskan/menggambarkan berbagai karakteristik data melalui:

· Ukuran Lokasi (Central Tendency): mode, mean, median, dll

· Ukuran Variabilitas/Dispersi: varians, deviasi standar, range, dll

· Ukuran Bentuk: skewness, kurtosis, plot boks

· Penyajian tabel dan grafik misalnya

· Distribusi Frekuensi

· Histogram, Pie chart, Box-Plot dsb



ü Statistika Inferensial:

Statistika inferensi (inference statistics) merupakan cabang ilmu statistik yang berkaitan dengan penerapan metode‐metode statistik untuk menaksir dan/atau menguji karakteristik populasi yang dihipotesiskan berdasarkan data sampel.

Statistika yang menggunakan data dari suatu sampel untuk menarik kesimpulan mengenai populasi dari mana sampel tersebut diambil

Membuat berbagai inferensi (penarikan kesimpulan) terhadap sekumpulan data yang berasal dari suatu sampel.Tindakan inferensi tersebut seperti melakukan perkiraan, peramalan, pengambilan keputusan dan sebagainya.

Tujuan dari statistik pada dasarnya adalah melakukan deskripsi terhadap data sampel, kemudian melakukan inferensi terhadap populasi data berdasar pada informasi (hasil statistik deskriptif) yang terkandung dalam sampel.Dengan demikian, dalam prakteknya kedua bagian statistik tersebut digunakan bersama-sama, umumnya dimulai dengan statistik deskriptif lalu dilanjutkan dengan berbagai analisis statistik untuk inferensi.



Berdasarkan asumsi distribusi yang digunakan:

ü Statistika parametrik:

teknik-teknik pengukuran statistik yang didasarkan pada asumsi tertentu, misalnya data yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal.

Teknik statistik ini digunakan untuk data yang berskala interval dan rasio.

ü Statistika non-parametrik:

teknik-teknik statistika yang menggunakan sedikit asumsi (atau bahkan tidak sama sekali) terkadang juga dikenal dengan model statistika yang bebas terhadap distribusi tertentu

Statistika non parametrik ini digunakan untuk menganalisis data berskala nominal dan ordinal.

Pada umumnya, setiap teknik pengujian data dengan teknik statistika parametrik mempunyai teknik padanannya pada statistika non parametrik.Teknik padanan pada statistika non parametrik biasa digunakan apabila data interval/rasio tidak memenuhi asumsi-asumsi tertentu, misalnya data tidak berdistribusi normal. Sebagai contoh, apabila data yang akan di analisis dengan menggunakan Uji-F (Anova) tidak memenuhi asumsi-asumsi Anova (additif, Normalitas, homoskedastisiti, independensi) meskipun sudah dilakukan transformasi, maka alternatif terakhir kita bisa mengujinya dengan menggunakan Uji Kruskal-Wallis (One Way Anova – RAL) atau Uji Friedman (RAK) yang merupakan teknik statistika nonparametrik.

Berdasarkan jumlah variabel:

ü Statistika Univariat: teknik analisis statistik yang hanya melibatkan satu variabel dependent

ü Statistika Multivariat: teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu variabel dependent sekaligus.



· Peranan statistika dalam penelitian

Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi tertentu, baik diskrit maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku populasi yang sedang diamati

Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan data melalui metode pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini berguna untuk mendapatkan hasil pengukuran yang terpercaya

Menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan karakteristik sampel, baik melalui metode penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode analisis varians.Pengetahuan ini berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran serta perbedaan dan kesamaan populasi.

Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu di masa mendatang berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui metode regresi dan metode deret waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian yang dihadapi di masa mendatang.

Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian terhadap data yang bersifat kualitatif melalui statistik non parametrik.

· Hubungan statistika dengan Metode Penelitian

Statistika merupakan salah satu komponen utama dalam tahapan metode penelitian, menentukan ukuran sampel, mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data serta untuk melihat derajat ilmiahnya.

Analisis Regresi Berganda adalah salah satu jenis analisis parametrik dalam statistika yang bertujuan untuk mengetahui pola hubungan pengaruh antara beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat. Secara terperinci, analisis regresi berganda memiliki 3 tujuan, yakni :

1. Mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel-variabel bebas yang ada terhadap variabel terikat.

2. Mengetahui variabel bebas yang manakah yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap variabel terikat.

3. Mendapatkan model terbaik yang dapat digunakan untuk menduga/memprediksi nilai dari variabel terikat jika diketahui nilai dari variabel-varibel bebasnya.



KOMENTAR :

Menurut saya, artikel ini sangat bagus sekali.Artikel ini menyajikan lebih lengkap lagi mengenai statistika.Namun, di dalam artikel ini lebih kepada perbedaan statistika dan parameter.Dan di artikel ini yang diberikan defenisinya adalah defenisi dari statistic bukan statistika. Namun tetap saja memang hampir sama.

Tidak hanya perbedaan statistika dan parameter tetapi juga metode statistic, ruang lingkup statistika, peranan statistika dalam penelitian, hubungan statistika dengan metode penelitian.

Di dalam artikel ini sangat jelas diberikan tentang ruang lingkup dari statistika. Ruang lingkup statistika antara lain, berdasarkan orientasi pembahasannya, berdasarkan tahapan dan tujuan analisisnya, berdasarkan asumsi distribusi yang digunakan.

Artikel ini juga sangat rinci dalam hal menjelaskan setiap topic-topik yang disajikan.Ada 6 topik dan penjelasan nya dapat dengan mudah dipahami.Tiap topic mejelaskan dengan sangat rinci.

Artikel ini juga menyajikan tentang peranan statistika di dalam penelitian dan topic yang satu ini sangat penting untuk diketahui.
[baca selengkapnya..]

Pengertian dan Dasar Statistika

Pengertian dan Dasar Statistika.Dalam perbincangan sehari-hari kita sering mendengar kata statistik maupun statistika.Namun penggunaan dari dua kata tersebut masih simpang siur.Adakalanya pengertian yang seharusnya statistik ditulis atau disebut dengan istilah statistika, demikian pula sebaliknya pengertian statistika sering ditulis atau disebut dengan istilah statistik.Walaupun penulisannya sangat mirip antara statistik dengan statistika, tetapi memiliki arti yang sangat berlainan. Pengertian statistik (statistic) adalah bilangan yang diperoleh melalui proses perhitungan terhadap sekumpulan data yang berasal dari sampel. Sedangkan pengertian statistika (statistics) adalah konsep dan metode yang bisa digunakan untuk mengumpulkan, menyajikan, dan menginterpretasikan data dari kejadian tertentu untuk mengambil suatu keputusan/kesimpulan dalam suatu kondisi adanya ketidakpastian.

Misalnya kita ingin mengetahui rata-rata luas lahan yang dimiliki petani di suatu propinsi.Untuk menghitung seluruh luas lahan pertanian di propinsi tersebut membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit, sehingga diputuskan untuk mengambil sampel dari beberapa kabupaten.Dari kabupaten sampel diperoleh data berapa luas lahan dan berapa jumlah petaninya, dengan demikian kita bisa menghitung rata-rata luas lahan yang dimiliki petani.Angka rata-rata luas lahan yang diperoleh disebut statistik.Seandainya data tersebut diperoleh dari seluruh propinsi, angka rata-ratanya tidak bisa disebut statistik, tetapi disebut parameter karena tidak diperoleh dari sampel melainkan diperoleh dari populasi.



Statistika Deskriptif dan Inferensial

Pada proses pengumpulan data di atas, tentu saja tidak bisa dilakukan secara sembarangan tetapi ada tahapan-tahapan dan cara-cara atau teknik-teknik tertentu sebagai pedomannya yang kita sebut sebagai metode. Metode ini dikenal sebagai statistika.

Dalam statistika, ada metode-metode tertentu sebagai pedoman untuk menyajikan data sehingga secara ringkas dapat dengan mudah dipahami.Misalnya membuat tabel atau grafik rata-rata luas lahan yang dimiliki oleh petani berdasarkan jenis lahan, status ekonomi petani, dan sebagainya.Metode penyederhanaan data sehingga mudah dipahami dikenal sebagai statistika deskriptif.

Statistika deskriptif pada awalnya merupakan bidang kajian yang sangat penting, walaupun saat ini bukan merupakan bidang kajian pokok dalam statistika.Tujuan utama statistika saat ini adalah menginterpretasikan atau menafsirkan (inference) data, yang dikenal dengan istilah statistika inferensial.Misalnya dengan melihat grafik rata-rata pemilikan lahan berdasarkan status sosial ekonomi petani, melalui angka-angkanya kita bisa melihat bahwa rata-rata pemilikan lahan petani dengan tingkat sosial ekonomi tertentu lebih luas dibandingkan dengan status ekonomi lainnya. Tapi untuk melakukan interpretasi lebih jauh, kita harus menyadari bahwa statistik yang tersaji berasal dari suatu sampel bukannya populasi, sehingga belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya, atau dengan kata lain masih berada dalam suatu kondisi ketidakpastian.



Menafsirkan Parameter Berdasarkan Statistik

Telah diuraikan terdahulu, terdapat metode-metode tertentu yang bisa dipakai untuk menginterpretasikan data dalam kondisi ketidakpastian (uncertainty), yaitu statistika inferensial.Fokus kajian statistika inferensial adalah untuk menafsirkan parameter (populasi) berdasarkan statistik (sampel) melalui pengujian hipotesis. Dalam pengujian hipotesis, titik tolaknya adalah menduga parameter yang dinyatakan oleh pasangan hipotesis statistik, misalnya: Ho; µ1 = µ2 dan H1; µ1 ≠ µ2.

Masalah umum yang dihadapi dalam menafsirkan parameter dari populasi yang berdasarkan satistik dari sampel adalah, adanya faktor kesempatan/kebetulan (chance) dalam pengambilan data.Kemudian bisa timbul pertanyaan, apakah hasil pengamatan tentang adanya persamaam atau perbedaan parameter dalam populasi atau antar populasi, juga disebabkan oleh faktor kebetulan dalam pengambilan data?Untuk itu statistika inferensial menyediakan berbagai prosedur yang memungkinkan untuk menguji, apakah adanya persamaan atau perbedaan tadi disebabkan karena faktor kebetulan atau tidak.



Statistika Parametrik dan Nonparametrik

Pada perkembangan statistika inferensial, metode-metode penafsiran yang berasal dari generasi awal, menetapkan asumsi-asumsi yang sangat ketat dari karakteristik populasi yang diantara anggota-anggota populasinya diambil sebagai sampel.Di bawah asumsi-asumsi tersebut, diharapkan angka-angka atau statistik dari sampel, betul-betul bisa mencerminkan angka-angka atau parameter dari populasi.Oleh karena itu, dikenal dengan istilah Statistika Parametrik.

Asumsi-asumsi tersebut antara lain: data (sampel) harus diambil dari suatu populasi yang berdistribusi normal. Seandainya sampel diambil dari dua atau lebih populasi yang berbeda, maka populasi tersebut harus memiliki varians (δ2) yang sama. Selain itu, statistika parametrik hanya boleh digunakan jika data memiliki nilai dalam bentuk numerik atau angka nyata.

Ketatnya asumsi dalam statistika parametrik, secara metodologis sulit dipenuhi oleh peneliti-peneliti dalam bidang ilmu sosial.Sebab dalam kajian sosial, sulit untuk memenuhi asumsi distribusi normal maupun kesamaan varians (δ2), selain itu banyak data yang tidak berbentuk numerik, tetapi hanya berupa skor rangking atau bahkan hanya bersifat nilai kategori.Oleh karenanya, statistika inferensial saat ini banyak berkembang kepada teknik- teknik yang tidak berlandaskan pada asumsi-asumsi di atas, yang dikenal sebagai Statistika Nonparametrik.



KOMENTAR :

Menurut saya, materi yang saya peroleh dari internet ini cukup bagus.Artikel ini terkesan tidak bertele-tele, singkat, namun dapat menjelaskan secara jelas mengenai pengertian dasar dari statistika itu sendiri.Artikel ini juga menyajikan nya dengan kata-kata yang tidak terlalu berat.Artikel ini memberi penjelasan yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari sehingga sangat mudah dipahami oleh pembaca.

Artikel ini memang tidak menjabarkan jenis-jenis dari statistika itu sendiri, namun menjelaskan dengan singkat apa-apa saja yang menjadi jenis-jenis dari statistika dengan singkat dan padat serta tidak bertele-tele.

Pemberian contoh di dalam artikel ini juga sangat mudah untuk dipahami oleh orang awam sehingga seluruh lapisan dan semua jurusan apapun dapat memahami artikel ini dengan mudah.

Materi yang disajikan didalam artikel ini tidak berat namun dapat dicerna dan diaplikasikan dengan baik.

Artikel ini menyajikan tentang pengertian dasar dari statistika itu sendiri, statistika deskriptif dan inferensial, menafsirkan parameter berdasarkan statistik, statistika parametrik dan nonparametric.Dan setiap bagian-bagiannya dijelaskan secara singkat, padat dan cukup jelas.

Contoh permasalahan-permasalahan yang disajikan juga sangat dekat dengan kehidupan dan sangat nyata sehingga sangat mudah untuk dimengerti.

Misalnya kita ingin mengetahui rata-rata luas lahan yang dimiliki petani di suatu propinsi.Untuk menghitung seluruh luas lahan pertanian di propinsi tersebut membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit, sehingga diputuskan untuk mengambil sampel dari beberapa kabupaten.Dari kabupaten sampel diperoleh data berapa luas lahan dan berapa jumlah petaninya, dengan demikian kita bisa menghitung rata-rata luas lahan yang dimiliki petani.Angka rata-rata luas lahan yang diperoleh disebut statistik.Seandainya data tersebut diperoleh dari seluruh propinsi, angka rata-ratanya tidak bisa disebut statistik, tetapi disebut parameter karena tidak diperoleh dari sampel melainkan diperoleh dari populasi.


[baca selengkapnya..]

DEFINISI EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS

Evaluasi sains adalah proses penelusuran dan penentuan tingkat keberhasilan pembelajaran sains, sehingga diketahui upaya-upaya selanjutnya, baik tindakan perbaikan, pengayaan maupun pengembangan lainnya.

Kegiatan evaluasi sains merupakan suatu kesempatan untuk merefleksikan pengalaman anak serta sebagai alat untuk mengetahui kemajuan proses maupun hasil belajar sains yang di capai oleh anak. Jika tujuan evaluasi sains itu dilihat dari sisi implikasi dan kosekuensi yang lebih jauh, maka tujuan penilaian tersebut adalah untuk merencanakan kurikulum pengembangan anak, meningkatkan perkembangan anak selanjutnya, serta keberhasilan anak di kelas; baik pada dimensi individu, kelompok, maupun klasikal. Dengan demikian kedudukan perkembangan dan kemajuan anaka serta langkah-langkah tindaklanjutnya dapat diketahui secara baik melaui serangkaian kegiatan evaluasi yang dilaksanakan.

Coba perhatikan contoh-contoh berikut :

a. Apabila ada orang yang akan memberi sebatang tongkat kepada kit, dan kita disuruh memilih anatara dua tongkat yang tidak sama panjangnya, maka tentu saja kita akan memilih yang “panjang”. Kita tidak akan memilih yang pendek” kecuali ada alasan yang sangat khusus.

b. Pasar, merupakan suatu tempat bertemunya orang-orang yang akan menjual dan membeli. Sebelum menentukan barang yang akan dibelinya, seorang pembeli akan memilih dahulu mana barang yang lebih “baik” menurut ukurannya. Apabila ia ingin membeli jeruk, dipilihnya jeruk yang besar, kuning, kulitnya halus. Semuanya itu dipertimbangkan karena menurut pengalaman sebelumnya, jenis jeruk-jeruk yang demikian ini rasanya akan manis, Sedangkan jeruk yang masih kecil, hijau dan kulitnya agak kasar, biasanya masam rasanya.



Dari contoh-contoh diatas kita dapat simpulkan bahwa sebelum menentukan pilihan, kita mengadakan penilaian terhadap benda-benda yang akan kita pilih.

Untuk menentukan penilaian mana jeruk yang manis kita dapat menggunakan “ukuran manis”, tetapi menggunakan ukuran besar, kuning dan halus kulitnya. Ukuran ini tidak mempunyai wujud seperti kayu penggaris yang sudah ditera, tetapi diperoleh berdasarkan pengalaman.

Sebenarnya kita juga mengukur, yakni membandingkan jeruk-jeruk yang ada dengan ukuran tertentu. Setelah itu kita menilai, menentukan pilihan mana jeruk yang paling memenuhi ukuran itulah yang kita ambil.

Dengan demikian kita mengenal dua macam ukuran, yakni ukuran yang terstandar (meter, kilogram, takaran, dan sebagainya) ukuran tidak terstandar (depa, jengkal langkah dan sebagainya) dan ukuran perkiraaan berdasarkan hasil pengalaman (jeruk manis adalah yang kuning, besar, halus kulitnya).

Dua langkah kegiatan yang dilalui sebelum mengambil barang untuk kita, itulah yang disebut mengadakan evaluasi, yakni mengukur dan menilai. Kita dapat mengadakan penilaian sebelum kita mengadakan pengukuran.



a. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif.

b. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif.

c. Mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah diatas yakni mengukur dan menilai.



Di dalam istilah asingnya, pengukuran adalah measurement, sedangkan penilaian adalah evaluation. Dari kata evaluation inilah di peroleh kata indonesia evaluai yang berarti menilai.

MENURUT BEBERAPA AHLI

1. Menurut Kumano (2001) evaluasi merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen.

2. Menurut calongesi (1995) evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai berdasarkan hasil pengukuran.

3. Menurut zainul dan nasution (2001) menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar , baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes.

4. Menurut yulaelawati (2014) mengungkapkan bahwa evaluasi merupakan bagian dari asesmen.Apabila kita membicarakan tentang evaluasi maka asesmen sudah termasuk didadalamnya. Untuk lebih memperjelas hubungan antara tes, pengukuran dan evaluasi. Perhatikan tabel berikut diberikan contoh tes,non tes, pengukuran, dan evaluasi dalam praktek pembelajaran sehari-hari.

[baca selengkapnya..]

Lowongan Kerja Medan Pt. IPI



Loker Medan. Lowongan Kerja Medan. Info baru Medan kerja - Medankerja.com, Silahkan di baca artikel Lowongan Kerja Medan Terbaru Maret 2015 di PT. Industri Pembungkus Internasional (IPI) Medan. Perusahaan PT. Industri Pembungkus Internasional (IPI) Berdiri pada tahun 1972 dan berlokasi di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Bergerak di industri kemasan yang berupa Kotak Karton dan Folding Carton. Telah memperoleh ISO 9002 pada tahun 1997 dan pada tahun 2003 telah melakukan upgrading menuju ISO 9001 oleh Lloyd.IPI saat ini terorganisasi dengan baik sebagai produsen terkemuka produk kemasan di Indonesia.

Sejalan dengan semakin berkembangnya Perusahaan PT. Industri Pembungkus Internasional - IPI saat ini membutuhkan tenaga kerja yang handal dan Professional, Untuk itu PT. Industri Pembungkus Internasional membuka lowongan kerja kembali untuk mencari beberapa tenaga kerja untuk ditempatkan sebagai:

1. SEKRETARIS MARKETING

Wanita, Usia Maks. 30 Tahun
Pendidikan Min. D3 Semua Jurusan (Diutamakan Jurusan Sekretaris)
Pengalaman min. 1 (satu) Tahun Sebagai Sekretaris
Mampu Mengoperasikan Komputer dan Program Ms. Office (Word, Excel dan Power Point)
Mampu Berbahasa Mandarin dan Inggris secara Lisan dan Tulisan
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Berpenampilan Menarik dan mampu melakukan komunikasi dengan baik
Memahami sistem Filling Dokumen dan mampu membuat Laporan

2. ADMINISTRASI SPAREPART

Pria, Single dengan Usia maks. 27 Tahun
Pendidikan minimal D3 Segala Jurusan
Minimal Pengalaman 1 Tahun bidang Sparepart
Mampu Mengoperasikan Komputer dan Program Ms. Office (Word, Excel dan Power Point)
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Diutamakan yang bisa berbahasa Hokkien
Bersedia bekerja dihari besar dan hari libur jika dibutuhkan
Mampu bekerja secara mandiri, jujur dan Cekatan

3. ADMINISTRASI HRD
Pria, usia maks. 27 Tahun
Pendidikan Min. D3 Segala Jurusan (Fresh Graduate)
Mampu Mengoperasikan Komputer dan Program Ms. Office (Word, Excel dan Power Point, Visual Basic, dan Visual Pro)
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Diutamakan yang bisa berbahasa Hokkien
Aktif berbahasa Inggris Lisan dan Tulisan
Mampu bekerja secara mandiri dan Team Work dan mampu melakukan Komunikasi dengan baik

4. STAFF ACCOUNTING

Pria / Wanita, Usia maks. 30 Tahun
Pendidikan Min. D3 Accounting
Pengalaman kerja Min. 1 (satu) Tahun / Fresh Graduate
Mampu mengoperasikan Komputer dan Program Microsoft Office (Word, Excel dan Power Point)
Diutamakan yang bisa berbahasa Hokkien
Dapat berbahasa Inggris minimal Pasif
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Mampu Melakukan Penyusunan dan Penginpuan data-data Accounting dan Mengerti tentang Perpajakan

5. TEKNISI LISTRIK

Pria, Single dengan Usia maks. 30 Tahun
Pendidikan Min. D3/S1 Teknik Listrik
Pengalaman min. 1 (satu) Tahun sebagai Teknisi Listrik
Dapat menggunakan Rangkaian Listrik
Memahami Tentang Kelistrikan, PLC, Motor 3 Phase
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Bisa melakukan Perawatan Peralatan Listrik dan Mesin-mesin Produksi

6. DESAIN GRAFIS

Pria, Single dengan Usia maks. 30 Tahun
Pendidikan min. D3 Design Graphis
Minimal Pengalaman 1 (satu) tahun sebagai Desain Graphis
Menguasai Program Photoshop, Freehand, Corel Draw, Program Pendukung lainnya
Bisa berbahasa Inggris Minimal Pasif
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Melampirkan hasil design yang pernah dibuat

7. DOCUMENT CONTROLLER

Pria / Wanita, Single dengan usia maks. 30 Tahun
Pendidikan min. D3 Teknik Industri
Minimal Pengalaman 1 (satu) Tahun sebagai Internal Auditor
Mampu mengoperasikan Komputer dan Program Microsoft Office (Word, Excell dan Power POint)
Dapat berbahasa Inggris minimal pasif
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Memahami tentang ISO 9001 - 2008, serta bisa melakukan internal Audit

8. ADM. SISTEM

Pria / Wanita, Single Usia maks. 25 Tahun
Pendidikan min. D3 Teknik Industri
Berpengalaman min. 1 (satu) Tahun sebagai ADM sistem
Mampu Mengoperasikan KOmputer dan Program Ms. Office (Word, Excell, dan Power Point)
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Dapat berbahasa Inggris minimal pasif
Mampu bekerja sendiri dan Team Work dan memahami sistem filling Dokumen
9. MARKETING EXECUTIVE

Pria, Single dengan Usia maks. 30 Tahun
Pendidikan min. D3 Business dan Manajemen
Pengalaman min. 1 (satu) Tahun / Fresh Graduate
Bisa Mengoperasikan Program Ms. Office (Word, Excell, dan Power Point)
Diutamakan bisa berbahasa Hokkien
Dapat berbahasa Inggris minimal pasif
Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna
Berpenampilan menarik dan mampu berkomunikasi dengan baik

Bagi anda yang berminat untuk melamar dan berkarir bersama PT. Industri Pembungkus Internasional, serta mampu memenuhi persyaratan-persyaratan yang disebutkan diatas, Silahkan kirimkan Surat lamaran Lengkap anda ke:

PO BOX 1027 Medan
atau via email:
recruitment@ipi.co.id


atau bisa juga ke alamat kantor langsung
PT. Industri Pembungkus Internasional
Jl. Pulau Nusa Barung Km. 10.5
Kawasan Industri Medan I
Info Tambahan:

Cantumkan Posisi jabatan yang dilamar sebagai Subject Email anda
Surat lamaran diterima selambat-lambatnya 26 Maret 2015
Informasi Lowongan Kerja Medan di PT. Industri Pembungkus Internasional - IPI Medan Maret 2015 di Pos kan Oleh Medankerja.com,
[baca selengkapnya..]

Core Competence SMA kelas X

A. Core Competence SMA kelas X:
Living and practice the teachings of their religion
Develop behavior (honest, discipline, responsibility, caring, polite, friendly environment, mutual aid, cooperation, peace-loving, responsive and proactive) and displayed as part of the solutions to the nation's problems in interacting effectively with the social environment and nature and the place itself as a reflection of the nation in the association's.
Understand, apply, analyze factual knowledge, conceptual, procedural, based on curiosity about science, technology, art, culture, and humanities with human insight, national, state, and civilization-related phenomena and events, as well as applying procedural knowledge in the field specific studies according to their talents and interests to solve the problem.
Rework, reasoning, provide, and create in the realm of concrete and abstract domains associated with the development of the learned in school independently, and is able to use the method according to the rules of science.



B. Basic Competence

1.1. Admire the regularity and complexity of God's creation of biodiversity, ecosystems and the environment.

1.2. Recognizing and admired scientific thinking in the ability to observe the bioprocess.

1.3. Sensitive and concerned about environmental issues, maintain and care for the environment as a manifestation of the practice of the teachings of their religion.

2.1. Scientific behave: conscientious, diligent, honest according to the data and facts,

discipline, responsibility, and care in observation and experimentation, bold and polite in asking questions and arguing, caring environment, mutual aid, cooperation, peace-loving, argue scientifically and critical, responsive and proactive in every action and in making observations and experiments in the classroom /laboratory and outside the classroom / laboratory.

2.2. Concerned for the safety of themselves and the environment by applying the

principles of safety when conducting observations and experiments in the laboratory and in the surrounding environment.

3.6. Applying the principle of classification to classify fungi based on the characteristics

and reproductive way through a thorough and systematic observation.

4.6. Presenting the observed data characteristics and the role of fungi in life and the

environment in the form of a written report



C. Tujuan Pembelajaran

1.1.1 After cooperative learning in this subject, student make friend by does not differentiate the body characteristic, ethnic, religion and race as the manifestation to admire the God’s creature (spiritual)

1.1.2 After cooperative learning in this subject, student love the environment as the manifestation of admiring the God’s creature (spiritual)

1.1.3 When do discussion, student able to work in team (attitude)

1.1.4 When asking and answer process, student can active to ask and be brave to communicate in learning process (attitude)

1.1.5 After asking and answer process, student able to mention the morphological character of fungus correctly (knowledge)

1.1.6 After looking the picture and asking and answer process, student can explain the classification of fungus (knowledge)

1.1.7 After doing observation in picture, Student can identify the fungus in the environment (skill)

1.1.8 After discussion the type of fungus, student can differentiate the type of fungus one to other.(skill)

1.1.9 After observing the fungus picture, student can draw the body structure of fungus. (skill)





D. Indicator

1.1.1.1 Student makes friend with all people in the classroom and her/his

environment(spiritual)

1.1.1.2 Student throw the trash to the trash container(spiritual)

1.1.1.3 Student work in team well(attitude)

1.1.1.4 Student active asking in the teaching and learning process(attitude)

1.1.1.5 Student mention the characteristic of fungus at least 5 correctly(knowledge)

1.1.1.6 Student explain the type of fungus include chitridiomycota, zygomycota,

ascomycota, basidiomycota, deutromycota fluently(knowledge)

1.1.1.7 Student can identify the fungus that he found in his/her environment(skill)

1.1.1.8 Student differentiate the fungus based on it’s type when observing the

fungus(skill)

1.1.1.9 Student drawing the body structure of fungus after observation in environment

(skill)



E. Studying Matter

· What are the fungi?

Fungi are a type of eukaryotic organism, unicellular or multicellular organism witha cell nucleus. They make up the fungi kingdom, one of the main kingdoms of life. These organisms are easy to identify if we understand their morphological structure.

· The Characteristic of Fungus

The characteristic of fungus are:

1. Fungi are spore-making eukaryotic heterotrophs

2. They have cell walls reinforced with chitin, a polymer that consists of subunits of a nitrogen-containing sugar and carbohydrate (it can be both or just one). Chitin present in insect and arthropoda.

3. Fungi make digestive enzymes, but fungi do not digest food inside their body. Instead, they secrete digestive enzymes onto organic matter and absorb the released breakdown products.

4. A typical fungus is a free-living saprobe, an organism that feeds on organic wastes and remains.

5. Some fungi live inside other organisms. The fungus may benefit its host, have no effect, or be a harmful parasite.

6. The fungi can live as single cells which are informally called yeasts. The more often of fungus is multicellular like molds and mushrooms.

7. Fungi grow as a mesh of threadlike filaments collectively called a mycelium (plural, mycelia).Each filament is one hypha (plural, hyphae), consisting of cells attached end to end. The fungus grows by adding cells to the tip of its hyphae.

8. Depending on the fungal group, there may or may not be cross-walls, or septa (singular, septum), between cells of a hypha. When cross-walls do exist, they are porous, so materials can still flow among hyphal cells. Thus nutrients or water taken up in one part of the mycelium can be shared with cells in other regions of the fungal body.

9. Present life cycle. The diploid stage is the least conspicuous part of the life cycle. Only the zygote is diploid.

10. Most fungi disperse by producing spores. A fungal spore is a cell or cluster of cells, often with a thick wall that allows it to survive harsh conditions. Spores may form by mitosis (asexual spores) or by meiosis (sexual spores).

· Fungi classification

Based on the spore case in which the spores are produced fungi are classified into five divisions.

1. The Chytridiomycetes (chytrids)

The oldest fungal lineage,the chytrids, are a mostly aquatic group and the only fungi with flagellated spores. Their spores bear a single, posterior flagellum. Sexual reproduction has not been identified in most chytrids. Species that do reproduce sexually have flagellate gametes.

Chytrids are small, relatively simple fungi that inhabit ponds and damp soil. A few species have been found in salt water. Most chytrids are decomposers that degrade organic matter. However, a few species cause disease in plants and animals. A parasitic chytrid has been partly responsible for declining amphibian populations. Most chytrids are unicellular or composed of a few cells that form a simple body, called a thallus. The term thallus describes the simple body plan of certain algae, fungi, and plants. The thallus may have slender extensions, called rhizoids, that anchor it to a food source and absorb food.

Some chytrids produce branched, coenocytic mycelia. Allomyces,a large, common chytrid, has an unusual life cycle compared to that of most fungi. It undergoes an alternation of generations (common in plants, but rare in fungi), spending part of its life as a multicellular haploid (n) thallus and part as a multicellular diploid (2n) thallus.



2. Zygomycetes

Zygote fungi include many familiar molds that grow on fruits, breads, and other foods. Most zygomycetes are decomposers that live in the soil on decaying plant or animal matter. Some zygomycetes form type of symbiotic association (mycorrhizal relationship) with plant roots. (Recall that a symbiotic association is an intimate relationship between organisms of diff erent species.) A few species cause disease in plants and animals, including humans.

During sexual reproduction, zygomycetes produce sexual spores, called zygospores. The zygospores are typically produced in spore sacs called zygosporangia. The hyphae in zygomycetes are coenocytic; that is, they lack regularly spaced septa. However, septa do form to separate the hyphae from reproductive structures. Perhaps the most familiar zygomycete is the black bread mold, Rhizopus stolonifer, a decomposer that breaks down bread and other foods.

3. Ascomycetes

Sac fungi(Ascomycetes) are the most diverse group. They include single-celled yeasts and multicelled species such as cup fungi and morels.. Hyphae of multicelled sac fungi have cross-walls at regular intervals. The characteristic trait of the group is the ascus (plural, asci), a baglike structure that encloses sexually produced spores. In most ascomycetes, asexual reproduction involves production of spores called conidia, which form at the tips of certain specialized hyphae known as conidiophores

Yeasts that are sac fungi help us make wine, breads, and alcoholic beverages. The antibiotic penicillin was originally isolated from a mold that is a sac fungus. Related molds are used to flavor cheeses. As in zygote fungi, sexual reproduction of multicelled sac fungi begins when hyphae of different mating strains meet. However, in sac fungi, cytoplasmic fusion is followed by mitosis that produces dikaryotic hyphae. These hyphae intertwine with haploid hyphae to form a fruiting body called an ascocarp. The spore-forming asci develop on the ascocarp. Multicelled sac fungi also produce spores asexually. In this case, spores form on specialized hyphae that develop from the haploid mycelium.
[baca selengkapnya..]

Gudang obat

Obat gastritis, gastropati (misalnya akibat NSAIDS, steroid, atau antibiotik), ulkus lambung, Tukak lambung dan pencegahan lesi akut mukosa saluran cerna akibat pemakaian NSAID à
" REBAMIPIDE" 100 Mg (Mucosta® ) (mengobati inflamasi di mukosa saluran cerna dan menjaga ketahan mukosa lambung.)

Efektif membunuh H.pylori ( Maag , Tukak Lambung) à lansoprazole + amoksisilin + Rebamipide . à

menutupi Tukak Lambung à Sukralfat

Gol pelindung mukosa à Bismuth koloidal, Sukralfat, Fucoidan , polymigel (dagangnya strocain P )

Kejang pada saluran cerna, kejang saluran empedu dan kejang saluran kemih à Spasmolit 10mg , 2-3 x sehari

Obat mual à Domperidon (Tilidone)

Obat diare à Racecordil , Loperamide, Nifuroxazide

Obat Cacing à Mebendazol

Obat susah BAB à Dimetilpolisiloksan ( dagang : Disflatyl )

Untuk menghilangkan baal à Neurosanbe (bias oral maupun injeksi)

VITAMIN untuk Astenia muskular atau neuro muskular; gangguan metabolisme pada otot jantung; kelelahan fisik à ATP 20 mg, vit-B1 100 mg, vit-B6 200 mg, vit-B12 200 mcg, vit-E 30 mg. (ENERPLUS)

Obat untuk infeksi Clamydia, infeksi saluran napas dan infeksi genital, uretritis ,Bronkitis kronik, Jerawat (Acne) à TETRASIKLIN 2x sehari 500 mg. à Dosis pada infeksi akut 250 mg , Berat 500 mg tiap 6 - 8 jam.

Obat Gonorohea(Sipilis) à Ciprofloxacin 500 mg oral, Cefotaxim 500 mg Suntikan Intra Muskular + doksisiklin 100 mg atau tetrasiklin 500 mg untuk infeksi clamdya dicurigai.

Obat mual à Domperidone

Analgesik à Asam mefenamat, inbuprofen,aspirin

Antipiretik à Paracetamol,ibuprofen,aspirin

AntiInflamasi à Kortikosteroid

AntiHistamin à Obat generasi ke-1: prometazin, oksomemazin, tripelennamin, (klor) feniramin, difenhidramin, klemastin (Tavegil), siproheptadin (periactin) efek samping gemuk, azelastin (Allergodil), sinarizin, meklozin, hidroksizin, ketotifen (Zaditen), dan oksatomida (Tinset), CTM

Obat Penurun Kolesterol à Simvastatin : nama dagang : Cholestat caplet 10 - 20 mg

Pada pasien syok à Suntikan1/3 Epinefrin (Obat Adrenalin).

Obat menurunkan Bilirubin à Phenobarbital , Coloistrin

Obat untuk gigitan serangga/lebah à HIDROKORTISON suntikan Intra muscular , Salep.

Obat gatal2 eksim kulit, dermatitis alergi, dermatitis seboreik, intertrigo, ruam kulit à HIDROKORTISON SALAP 25 mg 2- 3x sehari oleskan tipis

Obat Stimulasi Nafsu makan à Menaikkan berat badan à Siproheptadin ( Turunannya Pizotifen , azatadin dan Oksatomida : nama dagang Oxtin 30 mg 2-3x sehari)

Obat untuk Alergi Rhinitis, Alergi di kulit à Siproheptadin

Obat Anti Histamin yg aman tanpa efek samping à Astemizol dan Terfenadin

Obat demam tipoid à Kloramfenikol + Sulfamethoxazole / Ceftriaxon 2 vial 2 gram

Vitamin Ibu Hamil à NOVABION

Obat sesak nafas à Sabutamol , terapi nya : kortikostreoid

Obat DM : Metformin, Glibenclamid., Akarboce à Neurodeabetic : Asam Lipoic (dagang : Mecola) : untuk Baal pada DM à ATP 20 mg, vit-B1 100 mg, vit-B6 200 mg, vit-B12 200 mcg, vit-E 30 mg. (ENERPLUS)

Obat GOUT AKUT :: ORAL =KOLKISIN 0,5 - 0,6mg/jam, dosis awal 1,2mg di ikuti selanjutnya 0,5 -0,6 mg /jam.. IV= KOLKISIN 1-2mg untuk dosis awal, diikuti selanjutnya 0,5mg tiap 12-24 jam/x. Jamgan melibihi dosis 4mg/hari.. Dikombinasikan IBUPROFEN.

Obat GOUT Kronik (pembentukan kristal asam urat), Batu ginjal yg disebabkan oleh asam urat tinggi à ALLOPURINOL, untuk mengurangi kerusakan sendi atau Tofi pada Gout = PROBENESID 250 -500mg 2×/hari selama 1 minggu

,Rematoid artritis, Osteoartritis , gangguan muskulo skletal akut ::
à PEROXICAM.atau MELOXICAM efek samping lebih rendah dari peroxicam.

Obat Kejang : à Golongan obat Benzodiazepin ( Diazepam )

Obat penenang : à Clobazam 10 mg

Obat Osteoartritis : à Glukosamin Hcl + Chondroitin sulfat + Vitamin C
( dagang : Osteotin) , Terbaru -> VIOPOR M- FORTE.

Obat ISPA : à erytromicin, sevadoksil, livopoksasin.

Obat uretritis : à Doxycline, Metronidazole, metrobendazole.

Obat Magh : à Lansporazole, Omeprazol ( golongan PPI) , Ranitidin



Obat ulkus peptikum : àGol Antimikroba --> Amoksilin, Klaritromisin, Metronidazol,Tetrasiklin

Gol penetralisir asam lambung ( Golongan obat Antasida) obat ulkus peptikum, Gastritis -à Alumunium Hidroksida, Kalsium hidroksida, Magnesium hidroksida, natrium karbonat. , Dimetylpilosiloksan... Dagang :: ( Acitral, Aludonna, Lexacrol, plantacid, polysilen)

Gol pelindung mukosa à Bismuth koloidal, Sukralfat, Fucoidan

Gol memperngaruhi sekresi lambung à Ranitidin, Misoprostol, Lansoprazol,omeprazol

VITAMIN PENCERNAAN --> LANAGOGUM.

Obat meredakan Batuk à prometazin dan difenhidramin, Feniramin.

Antihistamin digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan à Dimenhidrinat (Antimo) 3 kali sehari 50 - 100 mg perOral

Obat Insomnia , Tremor, Mabuk perjalanan, mual, muntah, à Difenhidramin 25 - 50 mg
(Nama dagang : Benadryl )

Tripelenamin (Tripel, Corsa-Azaron, Organon)à digunakan sebagai krem 2% pada gatal-gatal akibat reaksi alergi (terbakar sinar matahari, sengatan serangga)

Obat magh untuk dalam jangka waktu panjang à Famotidin 10 mg + kalsium karbonat 800 mg + magnesium karbonat 165 mg (merek dagang : Magard FA )

OBAT HIPERTIROID à PROPILTIOURACIL ATAU METHHIMAZOLE + PROPANOLOL 20-40 mg 4x/hari (Obat untuk gejala hipertiroid ) + PREDNISON 5mg/hari (Untuk mengurangi sekresi hormone tiroid dan mengurangi konveri T3 dan T4)

Pilihan pertama "PROPILTIOURACIL" (generik) 50 - 100 mg,
untuk hipertiroidisme berat 450 mg/hari. à " Dosis pelihara 100-150 mg/haridalam dosis terbagi setiap 8-12 jam. "

Kontraindikasi PTU :: Pemberian obat pada Trimester 3 pada ibu hamil .
à untuk trimester 1 dan 2 diperbolehkan, tapi dalam dosis rendah <400 br="" mg=""> untuk ibu menyusui konsumsi obat PTU <400mg br="" hari.="">

àPilihan Pertama "METHIMAZOLE" ( Nama dagang :: TAPAZOLE 5,10,20 mg ) untuk hipertiroidisme ringan 15 mg/hari; sedang 30-40 mg/hari; hipertiroid berat 60 mg/ hari; -à " Dosis pelihara 5-15 mg/hari "

Kontraindikasi MMI :: Pemberian obat pada Trimester 3 pada ibu hamil .
à untuk trimester 1 dan 2 diperbolehkan, tapi dalam dosis rendah <400 br="" mg=""> untuk ibu menyusui konsumsi obat Methimazole <40mg br="" hari="">
PASIEN HIPOTIROID à Terapi T4 [ Levothyroxine sodium (Levoxyl, Synthroid)]
Terapi T3 [ Liothyronine sodium (Cytomel)]

Obat T4 lebih sering dipergunakan karna masa kerja obat panjang
Dosis rata-rata Pada orang-orang dewasa adalah Kira-kira 1.6 mikrogram per kilogram per hari.


Obat T4 harus dikonsumsi pada pagi hari, 30 menit sebelum makan.

Obat-obat bersamaan yg di hindari yaitu à Obat yg mengandung Zat besi atau Antasid-antasid Karna dapat mengganggu penyerapan.

Rheumatoid Arthritis --> natrium diklofenak 50mg 3x1+ terapi dengan kortikosteroid (PREDNISON 10 mg 1x1 pagi hari) , terapi selanjutnya methotrexate 7, 5 mg diatas 70th 5mg 1x seminggu (terapi dini) jika tidak ada perubahan tingkatkan dosis.



OA/RA --> I-flex kaps (herbal untuk sendi)1-2/hari +

Celecoxib100mg(celebrex 100mg) NSAID. Jangka pendek.

Fleximax ( herbal untuk nyeri sendi, nyeri otot serta inflamasi 1-2x/hari) --> kontraindikasi:gout, hati, diabetes, ulkus peptikum, asma, pembekuan darah, asma.


INJEKSI ANTI INFLAMASI, ANALGESIK, ANTIPIRETIK--> RINGAN - SEDANG = KETOROLAK, --> BERAT = TRAMADOL

ANAL --> PRONAGES (KETOPROFEN 100mg)



OBAT BATU EMPEDU --> ASAM KENODEOKSIKOLA DAN ASAM URSODEOKSIKOLAT... NAMA DAGANG :;;; CHENOFALK, ESTAZORPRAMUR, URDAFALK, URSOCHOL 250 MG.

Obat penurun triasilgresida --> FENOBIRATE 100 MG -400 MG /HARI
[baca selengkapnya..]

Karbamazepin

NAMA GENERIK
Karbamazepin

NAMA KIMIA
5H-Dibenz[b1flazepina-5-karboksamida]

GB STRUKTUR KIMIA
30

SIFAT FISIKOKIMIA
Pemerian : Serbuk putih sampai hampir putih.;Kelarutan: Praktis tidak larut dalam air; larut dalam etanol dan aseton (farmakope Indonesia ed.IV)

SUB KELAS TERAPI
Antikonvulsi

FARMAKOLOGI
Aksi farmakologi dari karbamazepin secara kualitatif mirip dengan antikonvulsan derivat hidantoin. Aktifitas antikonvulsan dari karbamazepin, seperti fenitoin, pada dasarnya dengan membatasi hantaran seizure dengan ;mengurangi potensiasi posttetanic (PTP) transmisi sinaps. Karbamazepin menghilangkan nyeri pada neuralgia trigeminal dengan mengurangi transmisi sinap di dalam nukleus trigeminal. Karbamazepin juga mempunyai efek sedatif, ;antikolinergik, antidepresan, relaksasi otot, antiaritmia, antidiuretik, dan aksi penghambatan transmisi neuromuskular. Karbamazepin hanya mempunyai efek analgesik ringan. (AHFS Drugs Information p. 2139).

STABILITAS PENYIMPANAN
Tablet karbamazepin, tablet lepas-lambat dan tablet kunyah harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya dan pada temperatur tidak lebih dari 30�C (AHFS Drugs Information p. 2139)

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap karbamazepin, antidepresan trisiklik, atau komponen sediaan; depresi sumsum tulang belakang; (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 269)

EFEK SAMPING
Biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi nafas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot, kolik dan diare pada pemberian oral.

INTERAKSI MAKANAN
Kadar karbamazepin dalam darah dapat meningkat bila diberikan dengan jus grapefruit; hindari digunakan bersama-sama. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 270)

INTERAKSI OBAT
Alkohol : Efek samping SSP dari Karbamazepin mungkin ditingkatkan.;Analgetik : dekstropropoksifen menaikkan efek karbamazepin; khasiat tramadol diturunkan oleh karbamazepin;Antibakteri : metabolisme doksisiklin dipercepat (mengurangi efek); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh klaritromisin, eritromisin dan isoniazid (hepatoksisitas isoniazid mungkin juga meningkat);Antikoagulan : metabolisme nikumalon dan warfarin dipercepat (mengurangi efek antikoagulan);Antidepresan : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang diturunkan); kadar plasma karbamazepin ditingkatkan oleh fluoksetin, fluvoksamin, dan viloksazin; metabolisme mianserin dan trisiklik dipercepat (menurunkan kadar plasma); ;disarankan untuk menghindari pemakaian bersama MAOI atau dalam waktu 2 minggu setelah MAOI;Antiepileptika lain : pemberian bersama dua atau lebih obat antiepileptika dapat meningkatkan toksisitas tanpa diiringi peningkatan dalam efek antiepilepsi; selain itu interaksi antara masing-masing obat antiepilepsi mempersulit pemantauan pengobatan; ;interaksi termasuk peningkatan efek, peningkatan sedasi, dan penurunan kadar plasma;Antimalaria : klorokuin dan meflokuin melawan efek antikonvulsan;Antipsikotik : antagonisme efek antikonvulsan (ambang kejang menurun); metabolisme haloperidol, olansapin dan sertindol dipercepat (menurunkan kadar plasma);Antivirus : lihat Ritonavir;Antagonis-Kalsium : diltiazem dan dan verapamil menaikkan efek karbamazepin; efek felodopin, isradipin dan mungkin nikardipin dan nifedipin dikurangi.;Glikosida jantung : hanya metabolisme digitoksin yang dipercepat (mengurangi efek);Kortikosteroid : metabolisme dipercepat (menurunkan efek);Siklosporin : metabolisme dipercepat (menurunkan kadar plasma siklosporin);Diuretik : meningkatkan risiko hipoatremia;Antgonisme Hormon : danazol menghambat metabolisme karbamazepin (meningkatkan efek); metabolisme toremifen mungkin dipercepat;Litium : dapat terjadi neurotoksisitas tanpa meningkatkan kadar plasma litium;Relaksan otot : efek relaksan otot non-depolarizing dilawan (kepulihan dari blok neuromuskular dipercepat);Estrogen dan Progesteron : karbamazepin mempercepat metabolisme kontrasepsi oral (menurunkan efek konrasepsi;Retinoid : Kadar plasma mungkin diturunkan oleh isotretinoin;Teofilin : metabolisme teofilin dipercepat (mengurangi efek);Tiroksin : metabolisme teofilin dipercepat (dapat meningkatkan kebutuhan akan tiroksin pada hipotiroidisme);Obat-obat Antiulkus : metabolisme dihambat oleh simetidin (menaikkan kadar plasma karbamazepin);Vitamin : karbamazepin mungkin menaikkan kebutuhan vitamin D (IONI, hal 487).

PENGARUH HASIL LAB
Dapat berinteraksi dengan beberapa tes kehamilan, meningkatkan BUN, AST, ALT, bilirubin, alkalin fosfatase; menurunkan kalsium, T3, T4 dan natrium.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor resiko D : ;Ada bukti positif risiko kematian janin, tetapi jika manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap ibu hamil maka dapat digunakan ;(mis : jika obat dibutuhkan pada keadaan yang mengancam jiwa atau untuk penyakit yang serius dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan. Dapat menembus plasenta.

PENGARUH MENYUSUI
Terdistribusi dalam air susu ibu / tidak direkomendasikan. (AHFS Drugs Information p. 2158)

PARAMETER MONITORING
CBC dengan hitung platelet, retikulosit, kadar besi dalam darah, panel lipid, tes fungsi hati, urinalisis, BUN, kadar karbamazepin dalam serum, tes fungsi tiroid, kadar natrium dalam serum, pemeriksaan mata (refleks pupil); ;amati pasien yang mengalami sedasi yang berlebih, terutama saat dosis dinaikkan. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 271)

BENTUK SEDIAAN
Tablet 125 mg, 250 mg, Tablet Kunyah, Tablet Lepas Lambat, Sirup

PERINGATAN
Gangguan hati atau gangguan ginjal, hamil, menyususi, hindari pemutusan obat mendadak, riwayat penyakit jantung, glaukoma, riwayat reaksi hematologik terhadap obat lain. (IONI hal 154)

MEKANISME AKSI
Selain sebagai antikonvulsan, karbamazepin mempunyai efek sebagai antikolinergik, antineuralgik, antidiuretik, pelemas otot, antimanic, antidepresif dan antiaritmia. Menekan aktifitas ventralis nukleus pada talamus atau ;menurunkan transmisi sinaptik atau menurunkan jumlah stimulasi temporal yang menyebabkan neural discharge dengan cara membatasi influks ion natrium yang menembus membran sel atau mekanisme lain yang belum diketahui; ;menstimulasi pelepasan ADH dan berpotensi meningkatkan kemampuan ADH untuk mereabsorpsi air; secara kimia terkait dengan antidepresan trisiklik. (Lexi-Comps Drug Information Handbook p. 270)



[baca selengkapnya..]

Anthelmintik (Obat Cacing)

Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh.Sebagian besar obat cacing efektif terhadap satu macam kelompok cacing, sehingga diperlukan diagnosis yang tepat sebelum menggunakan obat tertentu.

Diagnosis dilakukan dengan menemukan cacing, telur cacing dan larva dalam tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita.Sebagian besar obat cacing diberikan secara oral yaitu pada saat makan atau sesudah makan dan beberapa obat cacing perlu diberikan bersama pencahar.



Obat-obat penyakit cacing diantaranya :

1.Mebendazol, Tiabendazol, Albendazol

2.Piperazin, Dietilkarbamazin

3.Pirantel, Oksantel

4.Levamisol

5.Praziquantel

6.Niklosamida

7.Ivermectin

Banyak obat cacing memiliki khasiat yang efektif terhadap satu atau dua jenis cacing saja.Hanya beberapa obat saja yang memiliki khasiat terhadap lebih banyak jenis cacing (broad spectrum) seperti mebendazol.

Mekanisme kerja obat cacing yaitu dengan menghambat proses penerusan impuls neuromuskuler sehingga cacing dilumpuhkan. Mekanisme lainnya dengan menghambat masuknya glukosa dan mempercepat penggunaan (glikogen) pada cacing.

Di negara berkembang seperti Indonesia, penyakit cacing merupakan penyakit rakyat umum.Infeksinya pun dapat terjadi secara simultan oleh beberapa cacing sekaligus.Infeksi cacing umumnya terjadi melalui mulut, kadang langsung melalui luka di kulit (cacing tambang, dan benang) atau lewat telur (kista) atau larva cacing, yang ada dimana-dimana di atas tanah.

Cacing yang merupakan parasit manusia dapat dibagi dalam 2 kelompok, yakni cacing pipih dan cacing bundar.

1.Platyhelminthes. Ciri-cirinya bentuk pipih, tidak memiliki rongga tubuh dan berkelamin ganda (hemafrodit).Cacing yang termasuk golongan ini adalah cacing pita (Cestoda) dan cacing pipih (Trematoda).

2.Nematoda (roundworms). Ciri-cirinya bertubuh bulat, tidak bersegmen, memiliki rongga tubuh dengan saluran cerna dan kelamin terpisah.Infeksi cacing ini disebut ancylostomiasis (cacing tambang), trongyloidiasis, oxyuriasis (cacing kremi), ascariasis (cacing gelang) dan trichuriasis (cacing cambuk).


Cacing golongan nematoda tersebut menyebabkan infeksi cacing usus (soil-transmitted helminthasis).Hidupnya berkaitan dengan perilaku bersih dan kondisi sanitasi lingkungan.Bila terdapat anemia, penderita harus diobati dengan sediaan yang mengandung besi.Selain itu, wanita hamil tidak boleh minum obat cacing karena memiliki sifat teratogen (merusak janin) yang potensial.

Di medicastore anda dapat mencari informasi obat cacing seperti ; kegunaan atau indikasi obat, generik atau kandungan obat, efek samping obat, kontra indikasi obat, hal apa yang harus menjadi perhatian sewaktu konsumsi obat, gambar obat yang anda pilih hingga harga obat dengan berbagai sediaan yang dibuat oleh pabrik obat. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat cacing sesuai dengan resep dokter anda.
Obat Cacing / Antelmentik


Obat-obat antelmintik digunakan untuk membasmi (mengeradikasi) atau mengurangi jumlah parasit-parasit cacing (helminth) dalam saluran atau jaringan intestinal dalam tubuh.Sebagian besar antelmintik yang digunakan saat ini aktif terhadap parasit-parasit tertentu dan sebagian bersifat toksik.Oleh karenanya, parasit harus terlebih dahulu diidentifikasi sebelum pengobatan dimulai, umumnya dengan jalan menemukan parasit, telur, atau larva dalam kotoran, urine, darah, air liur, atau jaringan-jaringan tubuh inang (pasien). (Katzung, 2004)

Berbagai jenis obat cacing yang telah dikenal seperti Albendazol, Pirantel Pamoate, Mebendazol, Thiabendazol, dan lain-lain.Pada prinsipnya obat cacing yang baik adalah obat yang dapat bekerja terhadap berbagai stadium cacing (yaitu telur, larva, dan dewasa), mempunyai efikasi yang baik untuk semua jenis nematoda usus dan efek samping minimal. Obat-obat oral harus diminum dengan air pada saat sedang atau sesudah makan dalam keadaan perut kosong, kecuali jika diindikasikan lain. Dalam tindak lanjut pasca pengobatan untuk infeksi-infeksi nematoda usus, feses harus diperiksa ulang sekitar dua minggu setelah berakhirnya pengobatan. (Kementerian Kesehatan RI, 2006)


Albendazole

Albendazole, suatu antelmintik oral berspektrum luas, merupakan obat pilihan dan telah diakui di Amerika Serikat untuk pengobatan penyakit hydatid dan cysticercosis.Obat ini juga merupakan obat utama untuk pengobatan infeksi Pinworm, Ascariasis, Trichuriasis, Strongyloidiasis, dan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh kedua spesies cacing tambang (hookworm).Namun, Albendazole tidak dikategorikan untuk kondisi-kondisi ini. (Katzung, 2004)
Kerja Antelmintik dan Efek farmakologis

Albendazole dan metabolitnya, Albendazole Sulfoxide, diperkirakan bekerja dengan jalan menghambat sintesis mikrotubulus dalam nematoda, dan dengan demikian mengurangi ambilan glukosa secara irreversibel.Akibatnya, parasit-parasit usus dilumpuhkan atau mati perlahan-lahan.Pembersihan mereka dari saluran cerna belum dapat menyeluruh hingga beberapa hari setelah pengobatan.Obat ini juga memiliki efek larvicid (membunuh larva) pada penyakit hydatid, cysticercosis, ascariasis, dan infeksi cacing tambang serta efek ovocid (membunuh telur) pada ascariasis, ancylostomiasis, dan trichuriasis.(Katzung, 2004).

Albendazole tidak mempunyai efek farmakologis pada manusia.Obat ini (yang bersifat teratogenik dan embriotoksik pada beberapa spesies hewan) tidak diketahui tingkat keamanannya pada wanita hamil. (Katzung, 2004)
Penggunaan Klinis

Albendazole diberikan pada saat perut kosong untuk penanganan parasit-parasit intraluminal.Namun untuk penanganan terhadap parasit-parasit jaringan, obat ini harus diberikan bersama dengan makanan berlemak. (Katzung, 2004)

Ascariasis, trichuriasis, serta infeksi-infeksi cacing tambang dan pinworm

Untuk infeksi-infeksi pinworm, ancylostomiasis, dan ascariasis ringan, necatoriasis, atau trichuriasis, pengobatan untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 2 tahun adalah dosis tunggal 400 mg secara oral. Untuk infeksi pinworm, dosis harus diulang dalam dua minggu. Tindakan ini menghasilkan tercapainya angka kesembuhan 100% dalam infeksi pinworm dan angka kesembuhan tinggi untuk infeksi-infeksi lain, atau pengurangan besar terhadap jumlah telur bagi yang tidak tersembuhkan. Untuk mencapai angka kesembuhan tinggi dalam ascariasis atau untuk mengurangi jumlah cacing secara memuaskan untuk meringankan necatoriasis atau trichuriasis berat, ulangi pemberian 400 mg/hari dalam 2-3 hari. (Katzung, 2004)
Mebendazole

Mebendazole merupakan benzimidazole sintetis yang memiliki aktifitas antelmintik brspektrum luas dan mempunyai tingkat kemunculan efek yang tidak diinginkan yang rendah. (Katzung, 2004)
Kerja Antelmintik dan Efek-Efek Farmakologis

Mebendazole menghalangi sintesis-mikrotubulus dalam nematoda, dan dengan demikian menghentikan ambilan glukosa secara irreversible.Parasit-parasit intestinal dilumpuhkan atau mati perlahan-lahan, dan pembersihannya dari saluran gastrointestinal belum dapat terpenuhi hingga beberapa hari setelah pengobatan.Kemanjuran obat berbeda-beda, tergantung masa transit gastrointestinal, intensitas infeksi, dikunyah/tidaknya obat, dan kemungkinan juga dengan rantai parasit.Mebendazole membasmi cacing tambang, ascaris, dan telur-telur trichuris.Pada manusia, mebendazole cenderung tidak giat.Tidak ditemukan bukti adanya teratogenesitas atau karsinogenisitas.Sekalipun demikian, pada tikus-tikus hamil telah dijumpai aktivitas embriotoksik dan teratogenik pada dosis oral tunggal serendah 10 mg/kg. (Katzung, 2004)
Penggunaan Klinis

Di Amerika Serikat, penggunaan mebendazole telah diakui untuk penanganan ascariasis, trichuriasis, serta infeksi cacing tambang dan pinworm. Kegunaan lain obat ini masih diselidiki. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan; tablet harus dikunyah sebelum ditelan.Tidak diperlukan pembersihan sebelum ataupun sesudah pengobatan.Angka kesembuhan menurun pada pasien pengidap hipermotilitas gastrointestinal.Untuk penanganan trichinosis dan dracontiasis, obat harus dikonsumsi dengan makanan berlemak untuk meningkatkan absorbsi. (Katzung, 2004)
Pinworm

Berikan 10 mg sekaligus dan ulangi dosis dalam 2-4 minggu. Dosis yang diberikan pada anak sama dengan orang dewasa. Angka kesembuhan berkisar antara 90-100%. (Katzung, 2004)
B. Ascaris lumbricoides, Trichura trichiura, Cacing tambang, dan Trichostrongylus

Satu dosis 100 mg dua kali sehari selama tiga hari diberikan bagi orang dewasa dan anak diatas usia dua tahun. Pengobatan dapat diulang dalam 2-3 minggu.Angka kesembuhan untuk ascaris dan trichuriasis adalah 90-100%.Sekalipun angka kesembuhan dari kedua spesies cacing tambang lebih rendah (70-95%), namun terdapat penurunan drastis pada muatan cacing pada mereka yang tidak sembuh.Mebendazole secara khusus bermanfaat untuk infeksi gabungan yang ditimbulkan oleh ketiga parasit tersebut. (Katzung, 2004)
Pirantel Pamoate

Pirantel Pamoate merupakan anthelmentik berspektrum luas yang sangat efektif untuk penanganan infeksi-infeksi pinworm dan ascaris.Obat ini cukup efektif terhadap kedua spesies cacing tambang, namun tidak seberapa untuk N. americanus.Obat ini tidak efektif dalam trichuriasis atau strongyloidiasis.Oxantel pamoate, suatu analog dari pirantel, telah berhasil digunakan dalam pengobatan trichuriasis, kedua obat tersebut telah dikombinasikan atas dasar aktivitas antelmentik mereka yang berspektrum luas. (Katzung, 2004)
Kerja Antelmentik dan Efek-Efek Farmakologis

Pirantel efektif terhadap wujud dewasa ataupun imatur dari helminth yang rentan dalam saluran intestinalObat ini merupakan agen penyekat neuromuscular yang sifatnya mendepolarisasi, sehingga menimbulkan rilis acetylcholine dan penghambatan cholinesterase, hal ini menyebabkan stimulasi reseptor-reseptor ganglionik dan pelumpuhan cacing-cacing yang diikuti dengan pembuangan dari saluran intestinal manusia. (Katzung, 2004)
Penggunaan Klinis

Dosis standar adalah 11 mg (base)/kg (maksimum 1 g), diberikan dengan atau tanpa makanan.
Enterobius vermicularis

Pirantel diberikan sebagai dosis tunggal dan diulang dalam 2 dan 4 minggu. (Katzung, 2004)
Ascaris lumbricoides

Pirantel diberikan sebagai dosis tunggal.Pengobatan harus dilanjutkan apabila masih dijumpai telur-telur dua minggu sesudahnya. (Katzung, 2004)
Thiabendazole

Thiabendazole merupakan obat alternatif untuk pengobatan strongyloidiasis dan cutaneous larva migrans.Boleh juga dicoba untuk trichinosis dan visceral larva migrans apabila tidak tersedia obat yang efektif.Obat ini tidak seharusnya digunakan untuk mengobati infeksi-infeksi pinworm, ascaris, trichuris, atau cacing tambang, kecuali apabila tidak tersedia obat pilihan yang lebih aman. (Katzung, 2004)
Kerja antelmintik dan efek-efek farmakologis

Sifat antiperadangan thiabendazole bisa jadi penting menyangkut kemampuannya menyembuhkan gejala-gejala dalam beberapa penyakit parasit, khususnya dracontiasis.Obat ini juga memiliki efek-efek imunomodulasi yang menunjukkan pada fungsi sel T – tampaknya, thiabendazole merupakan agen imunorestoratif yang menunjukkan imunopotensiasi maksimum pada individu yang tersupresi imunnya.Thiabendazole juga mempunyai kerja skabisid, antijamur ringan, dan antipiretik.Obat ini tampaknya bebas efek-efek karsinogenik dan mutagenik.Kerja vermisid thiabendazole kemungkinan merupakan hasil pengaruh terhadap agregasi mikrotubulus yang bekerja melalui penghambatan enzim fumarate reductase.Obat ini mempunyai efek-efek ovisid terhadap beberapa parasit.(Katzung, 2004).
Penggunaan klinis

Dosis standar 25 mg/kg (maksimum 1,5 g) dua kali sehari harus diberikan sesudah makan. Jika digunakan formulasi tablet, maka harus dikunyah baik-baik. (Katzung, 2004)
Tribendimidine ( L-type Levamisole dan Pirantel)

Tribendimidini merupakan obat antelmintik baru yang adalah L-type (levamisole dan Pirantel) dimana bekerja pada reseptor agonis asetilkolin nikotinik.Dalam penelitian dinyatakan bahwa tribendimidine aman dan memiliki aktivitas klinik yang baik terhadap Ascaris dan hookworm. Tribendimidine tidak dapat digunakan sebagai antelmintik dimana pasien telah resisten terhadap levamisol atau pirantel dengan mekanisme aksi yang sama. Namun, pribendimidine dapat produktif untuk digunakan dimana pasien resisten terhadap benzimidazole. Tribendimidine dapat dikombinasi dengan antelmintik yang lain (Yan, 2009)
[baca selengkapnya..]

Obat-Obat Antelmintik

Antelmintika atau obat cacing (Yunani anti = lawan, helmintes = cacing) adalah obat yang dapat memusnahkan cacing dalam tubuh manusia dan hewan. Dalam istilah ini termasuk semua zat yang bekerja lokal menghalau cacing dari saluran cerna maupun obat-obat sistemik yang membasmi cacing serta larvanya, yang menghinggapi organ dan jaringan tubuh (Tjay, 2007)

Kebanyakan antelmintik efektif terhadap satu macam cacing, sehingga diperlukan diagnosis tepat sebelum menggunakan obat tertentu.Kebanyakan antelmintik diberikan secara oral, pada saat makan atau sesudah makan. Beberapa senyawa antelmintik yang lama, sudah tergeser oleh obat baru seperti Mebendazole, Piperazin, Levamisol, Albendazole, Tiabendazole, dan sebagainya. Karena obat tersebut kurang dimanfaatkan. (Gunawan, 2009)

Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar dan menjangkiti lebih dari 2 miliar manusia diseluruh dunia. Walaupun tersedia obat-obat baru yang lebih spesifik dangan kerja lebih efektif, pembasmian penyakit ini masih tetap merupakan salah satu masalah antara lain disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi di beberapa bagian dunia. Jumlah manusia yang dihinggapinya juga semakin bertambah akibat migrasi, lalu-lintas dan kepariwisataan udara dapat menyebabkan perluasan kemungkinan infeksi. (Tjay, 2007)

Terdapat tiga golongan cacing yang menyerang manusia yaitu matoda, trematoda, dan cestoda. Sebagaimana penggunaan antibiotika, antelmintik ditujukan pada target metabolic yang terdapat dalam parasite tetapi tidak mempengaruhi atau berfungsi lain untuk pejamu. (Mycek,2001)





A. Obat-Obat Untuk Pengobatan Nematoda

1. Mebendazol

Mebendazol merupakan obat cacing yang paling luas spektrumnya.Obat ini tidak larut dalam air, tidak bersifat higroskopis sehingga stabil dalam keadaan terbuka (Ganirwarna, 1995).Mebendazol adalah obat cacing yang efektif terhadap cacing Toxocara canis, Toxocara cati, Toxascaris leonina.Trichuris vulpis, Uncinaria stenocephala, Ancylostoma caninum, Taenia pisiformis, Taenia hydatigena, Echinococcus granulosus dan aeniaformis hydatigena (Tennant, 2002).Senyawa ini merupakan turunan benzimidazol, obat ini berefek pada hambatan pemasukan glukosa ke dalam cacing secara ireversibel sehingga terjadi pengosongan glikogen dalam cacing.Mebendazol juga dapat menyebabkan kerusakan struktur subseluler dan menghambat sekresi asetilkolinesterase cacing (Ganirwarna, 1995). Nama kimia mebendazole yaitu methyl [(5-benzoyl-3H-benzoimidazol-2-yl)amino]formate. Rumus kimia : C16H13N3O3

- farmakokinetika

Mebendazol tidak larut dalam iar dan rasanya enak.Pada pemberian oral absorbsinya buruk. Obat ini memiliki bioavailabilitas sistemik yang rendah yang disebabkan oleh absorbsinya yang rendah dan mengalami first pass hepatic metabolisme yang cepat. Diekskresikan lewat urin dalam bentuk yang utuh dan metabolit sebagai hasil dekarboksilasi dalam waktu 48 jam. Absorbsi mebendazol akan lebih cepat jika diberikan bersama lemak (Ganirwarna, 1995).



- Efek Nonterapi dan Kontraindikasi

Mebendazol tidak menyebabkan efek toksik sistemik mungkin karena absorbsinya yang buruk sehingga aman diberikan pada penderita dengan anemia maupun malnutrisi.Efek samping yang kadang-kadang timbul berupa diare dan sakit perut ringan yang bersifat sementara.Dari studi toksikologi obat ini memiliki batas keamanan yang lebar.Tetapi pemberian dosis tunggal sebesar 10 mg/kg BB pada tikus hamil memperlihatkan efek embriotoksik dan teratogenik (Ganirwarna, 1995).

2. Pirantel Pamoat

Pirantel pamoat adalah obat cacing yang banyak digunakan saat ini. Mungkin karena cara penggunaannya yang praktis, yaitu dosis tunggal, sehingga disukai banyak orang. Selain itu khasiatnya pun cukup baik.Pirantel pamoat dapat membasmi berbagai jenis cacing di usus. Beberapa diantaranya adalah cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale), cacing gelang (Ascaris lumbrocoides), dan cacing kremi (Enterobius vermicularis) (MIMS,1998).

Cara kerja pirantel pamoat adalah dengan melumpuhkan cacing. Cacing yang lumpuh akan mudah terbawa keluar bersama tinja. Setelah keluar dari tubuh, cacing akan segera mati.Pirantel pamoat dapat diminum dengan keadaan perut kosong, atau diminum bersama makanan, susu atau jus. (Drugs.Com, 2007).

Pemakaiannya berupa dosis tunggal, yaitu hanya satu kali diminum.Dosis biasanya dihitung per berat badan (BB), yaitu 10 mg / kgBB.Walaupun demikian, dosis tidak boleh melebihi 1 gr. Sediaan biasanya berupa sirup (250 mg/ml) atau tablet (125 mg /tablet).Bagi orang yang mempunyai berat badan 50 kg misalnya, membutuhkan 500 mg pirantel. Jadi jangan heran jika orang tersebut diresepkan 4 tablet pirantel (125 mg) sekali minum.Nama dagang pirantel pamoat yang beredar di Indonesia bermacam-macam, ada Combantrin, Pantrin, Omegpantrin, dan lain-lain (MIMS,1998) .

3. Tiabendazol

Tiabendazol adalah suatu benzimidazol sintetik yang berbeda, efektif terhadap strongilodiasis yang disebabkan Strongyloides stercoralis (cacing benang), larva migrans pada kuliat (atau erupsi menjalar) dan tahap awal trikinosis (disebabkan Trichinella spinalis).Obat juga menganggu agregasi mikrotubular. Meskipun hamper tidak larut dalam air, obat mudah diabsorbsi pada pemberian per oral. Obar dihidroksilasi dalam hati dan dikeluarkan dalam urine. Efek samping yang dijum[pai ialah pusing, tidak mau makan, mual dan muntah. Terrdapat beberapa laporan tentang gejala SSP. Diantara kasus eritema multiforme dan sindrom Stevens Johnson yang dilaporkan akibat tiabendazol, terdapat beberapa kematian. (Mycek, 2001)



4. Invermektin

Invermektin adalah obat pilihan untuk pengobatan onkoserkiasis (buta sungai) disebabkan Onchocerca volvulus dan terbukti pula efektif untuk scabies.Ivermektin bekerja pada reseptor GABA (asam ɣ-amionobutirat) parasite.Aliran klorida dipacu keluar dan terjadi hiperpolarisasi, menyebabkan paralisis cacing.Obat diberikan oral.Tidak menembus sawar darah otak dan tidak memberikan efek farmakologik.Namun, tidak boleh diberikan pada pasien meningitis karena sawar tak darah lebih permiabel dan terjadi pengaruh SSP. Ivermektin juga tidak boleh untuk orang hamil.Tidak boleh untuk pasien yangmenggunakan benzodiasepin atau barbiturate – obat bekerja pada reseptor GABA. Pembunuhan mikrofilia dapat menyebabkan reaksi seperti ’’Mozatti’’ (demam, sakit kepala, pusing, somnolen, hipotensi dan sebagainya) (Mycek, 2001)

B. Obat Untuk Pengobatan Trematoda

Trematoda merupakan cacing pipih berdaun, digolongkan sesuai jaringan yang diinfeksi.Misalnya sebagai cacing isap hati, paru, usus atau darah.

1. Prazikuantel

Infeksi trematoda umumnya diobati dengan prazikuantel.Obat ini merupakan obat pilihan untuk pengobatan semua bentuk skistosomiasis dan infeksi cestoda seperti sistisercosis.Permeabilitas membrane sel terhadap kalsium meningkat menyebabkan parasite mengalami kontraktur dan paralisis.Prazikuantel mudah diabsorbsi pada pemberian oral dan tersebar sampai ke cairan serebrospinal.Kadar yang tinggi dapat dijumpai dalam empedu.Obat dimetabolisme secara oksidatif dengan sempurna, meyebabkan waktu paruh menjadi pendek. Metabolit tidak aktif dan dikeluarkan melalui urin dan empedu (Mycek, 2001)

Efek samping yang biasa termasuk mengantuk, pusing, lesu, tidak mau makan dan gangguan pencernaan.Obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil atau menyusui. Interaksi obat yangterjadi akibat peningkatan metabolisme telah dilaporkan jika diberikan bersamaan deksametason, fenitoin, dan karbamazepin, simetidin yang dikenal menghambat isozim sitokrom P-450, menyebabkan peningkatan kadar prazikuantel. Prazikuantel tidak boleh diberikan untuk mengobati sistiserkosis mata karena penghancuran organisme dalam mata dapat merusak mata (Mycek, 2001).

C. Obat Untuk Pengobatan Cestoda

Cestoda atau cacing pita, bertubuh pipih, bersegmen dan melekat pada usus pejamu.Sama dengan trematoda, cacing pita tidak mempunyai mulut dan usus selama siklusnya.

1. Niklosamid

Niklosamid adalah obat pilihan untuk infeksi cestoda (cacing pita) pada umumnya.Kerjanya menghambat fosforilasi anaerob mitokondria parasite terhadap ADP yang menghasilkan energy untuk pembentukan ATP.Obat membunuh skoleks dan segmen cestoda tetapi tidak telur-telurnya.Laksan diberikan sebelum pemberian niklosamid oral. Ini berguna untuk membersihkan usus dari segmen-segmen cacing yang mati agar tidak terjadi digesti dan pelepasan telur yang dapat menjadi sistiserkosisi. Alcohol harus dilarang selama satu hari ketika niklosamid diberikan (Mycek, 2001)

[baca selengkapnya..]

Bioequivalence, Jaminan Khasiat Obat Generik

Kebutuhan masyarakat akan tersedianya obat-obatan yang murah namun memiliki kualitas yang tidak murahan sudah mendesak. Tingkat kebutuhan masyarakat Indonesia akan pengobatan ini terlihat dari jumlah keluhan terhadap kesehatan yang naik menjadi 33.24% tahun 2008 dari 23.15% pada tahun 1996 (Badan Pusat Statistik). Kebutuhan akan obat murah teratasi dengan adanya obat generik (copy) yang sudah banyak yang beredar di masyarakat,namun peredaran ini kurang diimbangi dengan publikasi tentang obat generik. Hal ini berakibat bahwa banyak masyarakat yang menilai bahwa obat generik adalah obat-obatan murah yang murahan atau khasiat dan mutunya dipertanyakan.


Obat generik atau obat copy adalah obat yang telah habis masa patennya (off-patent), sehingga industri farmasi bisa membuat obat dengan kandungan zat aktif tersebut tanpa perlu melakukan riset. Obat generik yang beredar di masyarakat umumnya adalah obat generik dengan merek dagang ataupun obat generik berlogo. Obat generik berlogo adalah obat generik dengan nama yang sesuai dengan zat aktif yang terkandung, sedangkan obat generik dengan nama dagang adalah obat generik yang diberi label atau nama oleh produsen, sebegai contoh pabrik A memproduksi “Inemicillin”, sedangkan pabrik B memproduksi “Getoticillin”, tatapi keduanya memiliki kandungan zat katif yang sama, yaitu Amoxicillin.

Dalam pengembangan obat-obatan generik harus dilakukan uji bioavalaibilitas untuk menentukan kesamaan khasiat dengan obat patent secara bioekuivalensi. Bioavalibility adalah ketersediaan kandungan zat aktif dalam tubuh, sedangkan biovalaibility adalah tingkat kemiripan suatu zat aktif antara produk copy (generik) dengan obat patennya secara bioavalaibilty.

Pengujian bioavailability dan bioequivalence (BA/BE) perlu dilakukan untuk memastikan efek obat generik secara teurapetik dan klinik. Untuk itu diperlukan subjek uji, dalam hal ini manusia. Hal ini tidak berbahaya, karena obat generik yang dikembangkan telah melalui berbagai tahap pengembangan oleh produsen obat patent.

Secara singkat, beberapa subjek uji melalui tahapan screening untuk memastikan subjek tersebut dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan seperti Body Mass Index (BMI), hematology test, ECG, dll. Kemudian, obat tersebut diberikan ke subjek uji melalui oral, injeksi, dll. Dalam waktu tertentu, dilakukan pengambilan sampel darah, sampai diperkirakan obat itu telah habis dalam tubuh. Terdapat dua fase, yaitu fase obat copy dan fase obat innovator (patent), kedua fase ini dipisahkan (wash out period) untuk memastikan obat tersebut tidak terdapat lagi dalam subject uji.

Sampel darah ini, biasanya dalam bentuk plasma atau serum, dilakukan analisis secara kuantitatif dengan Spektrofotometri, HPLC (UV atau Fluorescence), HPLC-MS/MS, ataupun UPLC-TQD. Data mentah berupa kadar atau konsentrasi zat aktif, kemudian diolah secara statistik. Parameter bioavailabilitas yang dibandingkan adalah antara AUCt dan AUC inf, Cmax, dan tmax. Uji statistik yang digunakan adalah ANOVA dengan confidence interval (CI) 90 persen. Suatu obat copy dikatakan bioekivalensi bila memiliki rasio AUC T/R dan Cmax, sekitar 80-125 persen.

Apakah obat generik yang beredar telah melalui uji BE?

BPOM, disamping telah memberlakukan current Good Manufacturing Practice (cGMP), juga menetapkan uji bioavailabilitas/bioekivalensi (BA/BE) terhadap obat copy yang beredar. Lewat Peraturan Kepala BPOM-RI, 29 Maret 2005, tentang: Pedoman Uji BE dan Peraturan Kepala BPOM-RI, 18 Juli 2005 tentang: Tata Laksana Uji Bioekivalensi, uji BE menjadi prasyarat registrasi obat.


Lalu, kenapa obat generik lebih murah?

Pertanyaan ini seringkali muncul. Obat generik adalah obat copy, artinya obat tersebut hanya “menjiplak” dari obat innovator (obat patent). Tentu hal ini tidak memerlukan penelitian yang panjang seperti halnya obat patent, karena semua uji untuk obat baru telah dilewati. Obat patent memiliki masa eksklusif setelah obat tersebut beredar untuk dijual. Produsen obat patent umumnya menjual mahal karena biaya riset yang dikeluarkan sangat besar. Hal ini tidak terjadi pada obat generik, dan tentu berakibat pada harga jual obat generik yang jauh lebih murah.

Oleh : Muhamad Zaelani
[baca selengkapnya..]

Defenisi obat generik dan obat paten.

Menurut DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2006-2009, secara internasional obat hanya dibagi menjadi menjadi 2 yaitu obat paten dan obat generik.

Obat paten adalah obat yang baru ditemukan berdasarkan riset dan memiliki masa paten yang tergantung dari jenis obatnya. Menurut UU No. 14 Tahun 2001 masa berlaku paten di Indonesia adalah 20 tahun. Selama 20 tahun itu, perusahaan farmasi tersebut memiliki hak eksklusif di Indonesia untuk memproduksi obat yang dimaksud. Perusahaan lain tidak diperkenankan untuk memproduksi dan memasarkan obat serupa kecuali jika memiliki perjanjian khusus dengan pemilik paten. Penemuan obat paten memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang sangat mahal, sekitar 900 juta dollar AS sampai 1,8 miliar dollar AS. Jadi, wajar bila obat paten memasang harga yang "aduhai".

Ada beberapa alasan yang menyebabkan obat paten menjadi mahal :
Obat paten melalui proses penemuan dan pengembangan dari banyak tahap. Berawal dari proses penemuan obat (sintesis, skrining), dilanjutkan dengan uji preklinik, uji klinik, persetujuan otoritas regulatori dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Food and Drug Administration, dan terakhir proses pemasarannya.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahapan itu 12-15 tahun. Contohnya, untuk melakukan uji klinis saja dibutuhkan waktu lebih kurang 10 tahun (6-7 tahun) dan menghabiskan 60 persen dari seluruh biaya pengembangan sehingga sisa waktu yang dimiliki perusahaan farmasi untuk mengedarkan obat tersebut terbilang singkat, yaitu kurang dari 5 tahun. Status obat paten dapat diperpanjang jika, misalnya, dilakukan studi pada anak. Itu pun tambahan waktunya hanya selama 6 bulan.

Setelah habis masa patennya, obat yang dulunya paten dengan merk dagangnya pun kemudian masuk ke dalam kelompok obat generik bermerk atau obat bermerk. Meskipun masa patennya sudah selesai, merk dagang dari obat yang dipasarkan selama 20 tahun pertama tersebut tetap menjadi milik perusahaan yang dulunya memiliki paten atas obat tersebut. Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan ´obat paten´ yang ditulis oleh media massa untuk membandingkan dengan obat generik sebenarnya lebih tepat jika disebut sebagai ´obat bermerek´. Penggunaan istilah ´obat paten´ adalah salah karena patennya sendiri sudah selesai dan tidak berlaku lagi.

Sebagai contoh perusahaan farmasi Pfizer memiliki hak paten atas produk Norvask®, sebuah obat anti hipertensi. Paten ini baru akan kadaluwarsa pada bulan September 2007. Karena paten ini, tidak ada obat lain dengan kandungan yang sama di negara-negara yang mengakui paten ini. Jika ada, maka itu merupakan kerjasama khusus dengan Pfizer. Setelah bulan September nanti, paten ini akan kadaluwarsa dan perusahaan-perusahaan farmasi lain baru akan dapat memproduksi obat dengan kandungan yang sama. Walaupun demikian, perusahaan-perusahaan lain tersebut tidak dapat menggunakan merk dagang Norvask® yang tetap menjadi hak milik eksklusif Pfizer. Perusahaan-perusahaan ini dapat menggunakan nama generik Amlodipine atau menggunakan merk sendiri. Obat-obatan yang menggunakan nama generik ini kita sebut sebagai ´obat generik´, sedangkan Pfizer akan tetap dapat terus memproduksi Norvask® yang lebih tepat jika kita sebut dengan ´obat bermerek´.

Tak hanya menjadi obat bermerek, setelah obat paten berhenti masa patennya, obat paten kemudian juga dapat disebut sebagai obat generik (generik= nama zat berkhasiatnya). Nah, obat generik inipun dibagi lagi menjadi 2 yaitu generik berlogo dan generik bermerk (branded generic). Tidak ada perbedaan zat berkhasiat antara generik berlogo dengan generik bermerk. "Bedanya, yang satu diberi merk, satu lagi diberi logo" ungkap DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes.

Obat generik berlogo yang lebih umum disebut obat generik saja adalah obat yang menggunakan nama zat berkhasiatnya dan mencantumkan logo perusahaan farmasi yang memproduksinya pada kemasan obat, sedangkan obat generik bermerk yang lebih umum disebut obat bermerk adalah obat yang diberi merk dagang oleh perusahaan farmasi yang memproduksinya.

dr. Marius Widjajarta, SE, Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih banyak obat bermerk dibandingkan obat generik.

B. Sejarah obat generik

Obat Generik Berlogo (OGB) diluncurkan pada tahun 1991 oleh pemerintah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah ke bawah akan obat. Jenis obat ini mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang merupakan obat esensial untuk penyakit tertentu.

Harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah untuk menjamin akses masyarakat terhadap obat. Oleh karena itu, sejak tahun 1985 pemerintah menetapkan penggunaan obat generik pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Harga obat generik bisa ditekan karena obat generik hanya berisi zat yang dikandungnya dan dijual dalam kemasan dengan jumlah besar, sehingga tidak diperlukan biaya kemasan dan biaya iklan dalam pemasarannya. Proporsi biaya iklan obat dapat mencapai 20-30%, sehingga biaya iklan obat akan mempengaruhi harga obat secara signifikan.

Mengingat obat merupakan komponen terbesar dalam pelayanan kesehatan, peningkatan pemanfaatan obat generik akan memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.





C. Permasalahan yang terjadi pada obat generik.

Farmakolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Iwan Dwi Prahasto menyatakan banyak keanehan pada harga obat di Indonesia. "Harga obat bermerk bisa sama dengan harga obat paten, bahkan bisa 50-60 kali lebih mahal dari obat generik," katanya dalam diskusi obat di Hotel Santika, Senin (2/3). Padahal, lanjut Iwan, seharusnya obat bermerk yang diproduksi setelah masa paten habis (15-20 tahun), harganya bisa 60 persen lebih murah, karena sudah tidak perlu membayar paten.

Sayangnya fakta di lapangan, obat generik yang berbahan baku sama dengan obat bermerk, tidak laku dan ketersediaannya di lapangan masih sulit. "Pemerintah hanya mampu mengeluarkan peraturan menteri, tapi tak bernyali menghadapi industri farmasi," ujarnya. Menurut Iwan, obat generik hanya memiliki taring di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat, tapi tidak bergigi di rumah sakit pemerintah apalagi rumah sakit swasta.

"Herannya industri farmasi justru memproduksi obat yang sama dengan harga bisa 7 kali lipat," kata Iwan. Ia mencontohkan ada obat generik yang dijual seharga Rp 350, tapi industri farmasi bisa mencapai Rp 22.500, dengan bahan baku obat yang sama. Situasi ini diperparah dengan sikap tenaga medis. "Dokter lebih senang meresepkan obat bermerk, ini bukan rahasia lagi, " ujarnya. "Ada insentif tak kasat mata di balik peresepan tersebut."

Dari riset di atas, kita dapat mengetahui bahwa obat generik tidak laku dan sulit di dapatkan. Akan tetapi, mengapa oabat generik tidak laku dan susah didapatkan? Mari kita lihat riset lainnya.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta menilai dominasi penggunaan obat paten yang ada di masyarakat kota Solo sulit ditandingi oleh obat generik yang sejauh ini persentase pemakainya baru sekitar 10-20%. Pemerintah kota (pemkot) Solo menyarankan agar masyarakat tidak ragu meninggalkan obat paten sebab harga mahal tak menjamin kualitas bagus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, banyak hal yang memengaruhi rendahnya penggunaan obat generik, antara lain faktor bisnis. “Pertimbangan bisnis terlalu dominan, sehingga banyak rumah sakit dan dokter yang merekomendasikan pasien membeli obat paten. Padahal dokter atau apotik yang mempunyai kewajiban, sementara masyarakat yang punya hak. Jadi seharusnya dokter atau apotek tidak bisa menolak,” ujarnya.

Padahal, seorang dokter pasti paham tentang obat dan seharusnya menyarankan pasien menggunakan obat generik. “Tapi kan tidak semua dokter seperti itu. Ya karena itu tadi (pertimbangan bisnis). Lihat saja sekarang ini banyak sekali merek obat padahal jenisnya sama. Ya seperti halnya rokok,” lanjutnya.

Kecenderungan menggunakan obat paten seperti itu bahkan juga dilakukan oleh rumah sakit pemerintah, yang seharusnya menggunakan obat generik selama obat itu ada. Namun kenyataannya, hingga sekarang masih ada yang tidak tertib dalam memberikan laporan penggunaan obat. “Untuk swasta memang kami tidak bisa mengaturnya,” paparnya.

Selain itu, paradigma masyarakat yang menganggap obat generik kalah mutu semakin menguatkan posisi obat paten. “Padahal belum tentu obat paten yang harganya mahal itu lebih baik. Obat paten harganya mahal karena dikemas lebih baik. Harga pengemasan itu kan sendiri juga sudah mahal. Sedangkan obat generik mendapat subsidi,” terangnya.

Dari riset diatas, dapat kita ketahui bahwa obat generik sulit didapatkan karena memang doternya sendiri yang tidak mau menuliskan resep berupa obat generik untuk pasien. Bukan hanya dokter, tetapi rumah sakit dan apotok pun tidak memberikan pilihan kepada pasien untuk memilih obat, apakah pasien ingin obat paten ataukah obat generik. Hal ini sangat bertentangan dengan hak-hak seorang pasien. Menurut dr. Marius Widjajarta, SE, UU No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen konsumen telah menguraikan apa yang menjadi hak-hak seorang pasien, antara lain:

1. Hak untuk informasi yang benar, jelas dan jujur.

2. Hak untuk jaminan kemanan dan keselamatan.

3. Hak untuk ganti rugi.

4. Hak untuk memilih.

5. Hak untuk didengar.

6. Hak untuk mendapatkan advokasi.

7. Hak-hak yang diatur oleh perundang-undangan.

Tidak tanggung-tanggung, jika melanggar maka sanksi yang menanti pun cukup berat. Pelanggar UU tersebut dapat dikenai denda maksimal 2 milyar dan kurungan maksimal 5 tahun.

Pasien memiliki hak untuk memilih pengobatan. DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes mengatakan bahwa pasien pasien harus mengingatkan dokter untuk menuliskan resep obat generik.

Jadi tidak ada alasan terutama bagi konsumen yang berkantong tebal untuk ragu dan merasa ‘bersalah’ jika hendak memilih obat generik dengan alasan penghematan. Apalagi dalam kondisi bangsa saat ini yang sedang menderita kronis akibat permasalahan hukum, politik, ekonomi, dan keamanan, di mana diperlukan kecerdasan seorang konsumen konsumen dalam memilih pengobatan.

Selain hal diatas, obat generik tidak laku atau kalah bersaing dengan obat paten karena adanya persepsi dari masyarakat bahwa obat generik kalah mutu dibandingkan obat paten. Padahal jelas-jelas, kandungan obat generik sama persis dengan kandungan obat paten. Mengapa? Karena sesuai dengan definisi obat generik tadi, bahwa obat generik dibuat dari obat paten yang telah habis masa patennya.

Padahal, kualitas obat genrik itu dijamin oleh pemerintah. Uji BA/BE diperlukan untuk menjaga keamanan dan mutu obat generik. Dengan demikian, masyarakat terutama klinisi mendapat jaminan obat yang sesuai dengan standar efikasi, keamanan dan mutu yang dibutuhkan. Selain itu, uji BA/BE disiapkan untuk menghadapai harmonisasi bidang farmasi ASEAN 2008 mendatang.

Studi BE memungkinkan untuk membandingkan profil pemaparan sistemik (darah) suatu obat yang memiliki bentuk sediaan yang berbeda-beda (tablet, kapsul, sirup, salep, suppositoria, dan sebagainya), dan diberikan melalui rute pemberian yang berbeda-beda (oral/mulut, rektal/dubur, transdermal/kulit).

Bioavailabilitas/ketersediaan hayati (BA) dapat didefinisikan sebagai rate (kecepatan zat aktif dari produk obat yang diserap di dalam tubuh ke sistem peredaran darah) dan extent (besarnya jumlah zat aktif dari produk obat yang dapat masuk ke sistem peredaran darah), sehingga zat aktif/obat tersedia pada tempat kerjanya untuk menimbulkan efek terapi/penyembuhan yang diinginkan.

Bioekivalensi/kesetaraan biologi (BE) dapat didefinisikan menjadi tidak adanya perbedaan secara bermakna pada rate dan extent zat aktif dari dua produk obat yang memiliki kesetaraan farmasetik, misalnya antara tablet A yang merupakan produk obat uji dan tablet B yang merupakan produk inovator, sehingga menjadi tersedia pada tempat kerja obat ketika keduanya diberikan dalam dosis zat aktif yang sama dan dalam desain studi yang tepat.

Masalah lain kenapa obat generik susah untuk didapatkan adalah karena tidak tersedianya obat generik tersebut di pasaran. Sekitar 18 persen atau lebih dari 80 item obat generik tidak tersedia di pasar sehingga terjadi kekosongan obat di unit-unit pelayanan kesehatan, terutama di kawasan Indonesia Timur dan Nanggroe Aceh Darussalam. Kekosongan terjadi sejak setahun lalu.

Obat yang tidak tersedia itu sebagai besar merupakan obat yang paling dibutuhkan masyarakat (fast moving) dan obat untuk menyelamatkan nyawa (life saving), seperti antibiotik, cairan infus, serta obat sirup anak- anak. Kekosongan obat tersebut memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan.

Kendala penyediaan obat itu, antara lain, disebabkan biaya distribusi yang tinggi untuk wilayah Indonesia timur dan Indonesia tengah sehingga produsen enggan mendistribusikannya. Lebih dari 98 persen industri farmasi berada di Pulau Jawa dan beberapa di Sumatera.

D. Solusi dari permasalahan obat generik.

Permasalahan obat generik bukanlah permasalahan yang sepele. Akan tetapi, dengan mempelajari kasus-kasus dan hasil riset tentang permasalahn obat generik, mulai dari kalah saingnya obat generik dengan obat paten yang membuat obat generik tidak laku, sulitnya mendapatkan obat generik karena “urusan bisnis” di dunia medis dan farmasi, persepsi masyarakat tentang rendahnya mutu obat generik sampai tak tersedianya obat generik di pasaran, penulis dapat member beberapa solusi sederhana agar obat generik tersebut mempunyai “gigi”, bahkan “taring” untuk bersaing di pasaran dan kembali menjadi “sang malaikat” di dunia kesehatan. Solusi tersebut adalah:

1. Memberikan sanksi yang tegas kepada para dokter, apoteker dan rumah sakit “yang nakal” terkait kode etik mereka untuk menolong pasien dan terkait hak-hak pasien itu sendiri. Sanksi dapat berupa pencabutan sementara izin untuk praktek bagi dokter dan apoteker dan sanksi berupa denda bagi rumah sakit.

2. Memberikan penyuluhan dan pengarahan yang tepat kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi salah persepsi tentang mutu obat generik. Penyuluhan dapat berupa iklan di media cetak atau elektronik. Hal ini juga dapat membuat obat generik tak kalah populer dibanding obat paten.

3. Merevisi kembali peredaran dan distribusi dari obat generik, apalagi obat-obatan yang sangat diperlukan di dunia medis.
[baca selengkapnya..]

OBAT PATEN VS OBAT GENERIK

OLEH :

WELLA CITRAERSYA

1011013004

Obat paten, mungkin jika mendengar kata–kata ini yang terlintas dalam pikiran masyarakat adalah obat yang mahal, kualitas tinggi, sangat manjur atau bahkan yang lebih ekstrim mereka akan mengatakan itu adalah obat orang kaya. Namun benarkah demikian ? Sebenarnya yang dimaksud masyarakat tersebut adalah obat bermerek, masih sejenis dengan obat generik. Namun karena ia memiliki merek tersendiri sehingga harganya menjadi lebih mahal. Padahal jika dipikir–pikir khasiatnya sama saja karena kandungan obat juga sama.

OBAT PATEN

Obat paten adalah obat di mana si produsen asli melakukan sejumlah penelitian terlebih dahulu. Di mana dalam penelitian tersebut juga akan diadakan proses–proses selanjutnya termasuk proses pengujian obat. Jika obat telah teruji, maka obat akan mendapat hak paten. Biasanya status dari paten tersebut berlaku hingga 20 tahun. Setelah 20 tahun, maka kita tidak dapat mengatakan obat tersebut paten lagi dan produsen lain boleh memproduksi obat serupa. Ketika masa obat tersebut habis kita akan mengatakan obat tersebut sebagai obat generik. Dan selanjutnya produsen dapat memberi merek pada obat tersebut.

Berdasarkan UU No 14 tahun 2001, tentang Paten, masa hak paten berlaku 20 tahun (pasal 8 ayat 1) dan bisa juga 10 tahun (pasal 9). Contoh yang cukup populer adalah Norvask. Kandungan Norvask ( aslinya Norvasc) adalah amlodipine besylate, untuk obat antihipertensi. Pemilik hak paten adalah Pfizer. Ketika masih dalam masa hak paten (sebelum 2007), hanya Pfizer yang boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine. Bisa dibayangkan, produsen tanpa saingan. Harganya luar biasa mahal. Biaya riset, biaya produksi, biaya promosi dan biaya-biaya lain (termasuk berbagai bentuk upeti kepada pihak-pihak terkait), semuanya dibebankan kepada pasien.

Setelah masa hak paten berakhir, barulah industri farmasi lain boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine dengan berbagai merek. Amlodipine adalah nama generik dan merek-merek yang beredar dengan berbagai nama adalah obat generik bermerek. Bukan lagi obat paten, lha wong masa hak paten sudah berakhir. Anehnya, amlodipine dengan macam-macam merek dan kemasan harganya masih mahal, padahal yang generik haraganya sekitar 3 ribu per tablet.

OBAT GENERIK

Adalah nama obat yang sama dengan zat aktif berkhasiat yang dikandungnya, sesuai nama resmi International Non Propietary Names yang telah di tetapkan dalam Farmakope Indonesia. Contohnya: Parasetamol, Antalgin, Asam Mefenamat, Amoksisilin, Cefadroxyl, Loratadine, Ketoconazole, Acyclovir, dan lain-lain. Obat-obat tersebut sama persis antara nama yang tertera di kemasan dengan kandungan zat aktifnya. (Obat jenis ini biasanya dibuat setelah masa hak paten dari suatu obat telah berakhir dan menggunakan nama dagang sesuai dengan nama asli zat kimia yang dikandungnya)

OBAT GENERIK BERMEREK:

Adalah obat generik tertentu yang diberi nama atau merek dagang sesuai kehendak produsen obat. Biasanya salah satu suku katanya mencerminkan nama produsennya. Contoh: natrium diklofenak (nama generik). Di pasaran memiliki berbagai nama merek dagang, misalnya: Voltaren, Voltadex, Klotaren, Voren, Divoltar, dan lain-lain.

Obat genrik bermerek yang selama ini dianggap obat paten sebenarnya adalah obat generik yang diberi merek dagang oleh masing-masing produsen obat. Dan jelas pula bahwa pengertian paten adalah hak paten, bukan ampuh hanya karena mahal dan kemasannya menarik.
OBAT GENERIK BERLOGO :

Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program Pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 1989 dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat, yang dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup.

Tujuan OGB diluncurkan untuk memberikan alternatif obat yang terjangkau dan berkualitas kepada masyarakat. Soal mutu, sudah tentu sesuai standar yang telah ditetapkan karena diawasi secara ketat oleh Pemerintah. Hanya bedanya dengan obat bermerek lain adalah OGB ini tidak ada biaya promosi, sehingga harganya sangat terjangkau dan mudah didapatkan masyarakat.

Awalnya, OGB diproduksi hanya oleh beberapa industri farmasi BUMN. Ketika OGB pertama kali diluncurkan, Departemen Kesehatan RI gencar melakukan sosialisasi OGB sampai ke desa-desa. Saat ini program sosialisasi ini masih berjalan walaupun tidak segencar seperti pada awal kelahiran OGB. Pada awalnya, produk OGB ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan obat institusi kesehatan pemerintah dan kemudian berkembang ke sektor swasta karena adanya permintaan dari masyarakat.

OGB mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan "Generik" di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

NAMA NAMA OBAT PATEN

IBUPROFEN

nama obat patennya yaitu : Aknil, Anafen, Arthrifen, Arthrifen Plus,Axalan, Bimacyl, Bufect, Dofen, Dolofen-F, Farsifen, Febryn, Fenida, Fenris, IbuprofenBerlico, Iprox, Iremax, Lexaprofen, Limasip, Mofen, Neo Linucid, Neo Remat, NeoRheumacyl Neuro, Neo Toku-Honsip, Nofena, Nugel, Ostarin, Profen, Prosinal,Ratnacap, Repass, Rhelafen, Ribunal, Salfenal, Shelrofen, Spedifen, Tiarema,Tamaprofen, Yariven.


ASAM MEFENAMAT

nama obat patennya yaitu : Allogon, Alpain, Altran, Analspec,Anastan, Argesid, Asimat, Benostan, Bimastan, Bolos, Bonapons, Cargesik, Cetalmic,Citostan, Corstanal, Costan Forte, Datan, Dolfenal, Dolodon, Dolorstan, Dolos, Dystan,Etafenin, Fargetix, Femisic, Fenamin, Fensik, Fimestan, Freedol, Gitaramin, Grafamic,Grafix, Hexalgesic, Inastan, Kemostan, Lapistan, Licostan, Mectan, Mefamat, Mefast,Mefinal, Mefinter, Mefix, Megastan, Menin, Molasic, Nichostan, Novastan, Omestan,Opistan, Panstonal Forte, Pehastan, Ponalar, Poncofen, Pondex, Ponsamic, Ponstan danPonstan FCT, Ponstelax, Ronex, Solasic, Stanalin, Stanza, Stelpon, Teamic, Tifestan,Tropistan, Venic, Witranal, Yekapons.



DIAZEPAM

obat obat patennya yaitu : Cetalgin, Danalgin, Hedix, Metaneuron,Mentalium, Neo protal, Neurodial, Neuropyron, Neuroval, Proneuron, Stesolid, Trazep,Valdimex, valisanbe, Valium, Yekalgin, Zyparon, Bufazep, Decazepam, Diazepin,Kalem, Lovium, Mentalium, Paralium, dsb


PIROKSIKAM
nama obat patennya yaitu : Bitrafarm, Dains, Denicam, Emelden,Faxiden, Felcam, Feldco gel, Feldco, Feldene gel, Feldene, Grazeo, Infeld, Kifadene,dll.

Difenhidramin

nama obat patennya yaitu : Adidryl, Adrylan, Alphadryl, Andonex,Arcodryl, Benadryl cough, Benadryl DMP, Benadryl, Benilin, Bidryl, Bimacold,Borraginol-N, Caladine lotion, Caladryl, Calamec, Fortusin, Hufadril, Kalibex,Mucotussan, Neonadryl, Nerilon, Nerisona combi, Nerisona forte, Nerisona, New as far, Nichodryl, Ramadryl atusin, Rodeca serbuk T losion, Rosadryl, Sakadryl eksp,Samcodryl, Ventusif, Winafen, Wisatamex, Woods antitusif, Yekadryl extra, Zecadryl


[baca selengkapnya..]