Teologia Perjanjian Baru

PENDAHULUAN

Agustinus tetap merupakan seorang figure pusat, baik dalam Kristen maupun dalam sejarah pemikiran barat. Dalam argument filsafat dan teologianya, dia banyak dipengaruhi oleh platorisme dan neoplatorisme, terutama oleh karya Plotinus penulis enneads, kemungkinan melalui perantaraan porfivi dan Victorinus (seperti dalam argument pierre nadot) pandangannya yang umumnya positif terhadap pemikiran neoplatonik ikut menolong ( Dibaptiskannyaa” pemikiran yunani dan masuknya de dalam teradisi Kristen dan kemudian tradisi intelektual (Eropa)

Berdasarkan argument melaan Pelagius, yang tidak percaya akan dosa asal. Kekristenan Barat telah mengembangkan doktrin tentang dosa asal tersebut. Namun, para teolog ortodoks Timur, meskipun mereka percaya bahwa semua Hawa, berbeda pendapat dengan Agustinus dan doktrin ini, dan karena itu memandang ajrannya ini sebagai salah satu penyebab perpecahan antara Timur dan Barat.

Tulisan –tulisan Agustinus ikut merumuskan doktrin tentang perang yang sah. Dia juga menganjurkan penggunaan kekerasan dalam melawan kamu donatis, sambil bertanya “ mengapa” Gereja tidak boleh menggunakan kekerasan dalam memaksa anak-anaknya untuk kembali, bila anak-anaknya yang tersesat itu memangsa orang-orang lain sehingga menyebabkan kehancuran mereka.

Karya Agustinus, kita Allah, sangat mempengaruhi karya winsenty kadlubek, mengenai hubungan antara penguasa dan warganya yang menyebkan penciptakan demokrasi.



Dasar teologi Agustus adalah yang menekankan peringatannya kehendak bebas dan anugra h Allah sebagai dasar perbuatan manusia. Menurut Agustinus, Allah mengetahui segal hal sebulum manusia bertindak, namun hal itu bukan berarti segal sesuatu telah terjadi menurut takdirnya (takdir merupakan bentuk penolakan dari kemauan kehendak besar. Allah memang berkuasa , namun Allah tetap memperbolehkan manusia untuk berkehendak.

Latar Belakang Sejarah

Agama Kristen termasuk banyak tradisi agama yang bervariasi berdasarkan budaya, dan juga kepercayaan dan aliran yang jumlahnya ribuan. Selama dua milenium, Kekristenan telah berkembang menjadi tiga cabang utama:

• Katolik (denominasi tunggal Kristen terbesar, termasuk Gereja Katolik ritus Timur, dengan satu koma dua miliar penganut total, lebih dari setengah dari jumlah total penganut agama Kristiani)

• Protestanisme (terdiri dari berbagai macam denominasi dan pemikir dengann berbagai macam penafsiran kitab suci, termasuk Lutheranisme, Anglikanisme, Calvinisme, Pentakostalisme, Methodis, Gereja Baptis, Karismatik, Presbyterian, Anabaptis, dsb.)

• Ortodoks Timur (denominasi tunggal Kristen terbesar kedua, dan merupakan denominasi Kristen terbesar di Lropa timur)

Selain itu ada pula berbagai gerakan baru seperti Bala Keselamatan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Mormon, Saksi-Saksi Yehuwa, serta berbagai aliran yang muncul pada akhir abad ke-l9 maupun abad ke-20, dll.

Aurelius Agustinus, Agustinus Hippo ("Yang tahu banyak") (lahir 13 November 354 -meninggal 28 Agustus 430 pada umur 75 tahun) adalah seorang santo dan Doktor Gereja yang terkenal menurut Katolik Roma. Ia diakui sebagai salah satu tokoh terpenting dalam perkembangan Kekristenan Barat. Dalam Gereja Ortodoks Timur, yang tidak menerima semua ajarannya, dia biasanya dipanggil "Augustinus Terberkati". Banyak orang Protestan juga menganggap dia sebagai salah satu sumber pemikiran teologis ajaran Reformasi tentang keselamatan dan anugerah. Martin Lather, tokoh gerakan Reformasi, banyak dipengaruhi oleh Agustinus (Luther dilatih sebagai biarawan Augustinian), dan dalam fokus umum Protestanisme, mengikuti Agustinus, dalam dosa asal yang menuntun ke penilaian pesimis dari sebab dan aksi manusia terpisah dari Tuhan.

Tulisan-tulisannya - termasuk Pengakuan-pengakuan Agustinus, yang seringkali disebut sehagai otobiografi Barat yang pertama - masih dibaca luas oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia.

Agustinus tetap merupakan seorang figur pusat, baik dalam Kristen maupun dalam sejarah pemikiran Barat. Dalam argumen filsafat dan teologinya, dia banyak dipengaruhi oleh. Platonisme dan Neoplatonisme, terutama oler karya Plotinus, penulis Enneads, kemungkinan melalui perantaraan Porfiri dan Victorinus (seperti dalam argumen Pierre Hadot). Pandangannya yang umumnya positif terhadap pemikiran Neoplatonik ikut menolong "dibaptiskannya" pemikiran Yunani dan masuknya ke dalam tradisi Kristen dan kemudian tradisi intelektual Eropa. Tulisan awalnya yang berpengaruh tentang kehendak manusia, sebuah topik sentral dalam etika, kelak menjadi fokus bagi para filsuf berikutnya seperti Arthur Schopenhauer dan Friedrich Nietzsche.

Berdasarkan argumen Agustinus melawan Pelagius, yang tidak percaya akan dosa asal, Kekristenan Barat_telah mengembangkan doktrin tentang dosa asal tersebut_ Namun, para teolog Ortodoks Timur, meskipun mereka percaya bahwa semua umat manusia telah dirusakkan oleh dosa asal Adam dan Hawa, berbeda pendapat dengan Agustinus dalam doktrin ini, dan karena itu memandarng ajarannya ini sebagai salah satu penyebab perpecahan antara Timur dan Barat.

Tulisan-tulisan Agustinus ikut merumuskan Coktrin tentang Perang yang Sah. Dia juga menganjurkan penggunaan kekerasan dalam melawan kaum Donatis, sambil bertanya, "Mengapa ... Gereja tidak boleh menggunakan kekerasan dalam memaksa anak-anaknya untuk kembali, bila anak-anaknya yang tersesat itu memaksa orang-orang lain sehingga menyebabkan kehancuran mereka?" (The Correction of the Donatists, 22-24)

Karya Agustinus, Kota Allah, sangat memengaruhi karya Wincenty Kadlubek dan Stanislaw of Skarbimierz mengenai hubungan antara penguasa dan warganya yang menyebabkan penciptaan Demokrasi Nobel dan "De optimo senatore" oleh Wuwrzyniec Grzymala Goslicki.

St. Thomas Aquinas meminjam banyak dari teologi Agustinus dan menciptakan sintesis uniknya sendiri tertang pemikiran Yunani dan Kristen setelah banyak dari karya Aristoteles ditemukan kembali.

Meskipun doktrin Agustinus tentang predestinasi ilahi tidak sama sekali dilupakan dalam Gereja Katolik, doktrin ini diungkapkan dengan indah dalam karya Bernard dari Clairvaux, para teolog Reformasi seperti Martin Luther dan Yohanes Calvin akan menengok kembali kepada Agustinus sebagai inspirasi untuk memahami Injil Alkitab. Belakangan, di lingkungan Gereja Katolik tulisan Cornelius Jansen yang banyak sekali dipengaruhi oleh Agustinus, akan membentuk dasar dari gerakan yang disebut sebagai Jansenisme. Beberapa Jansenis bertindak sampai ke skisma dan membentuk gereja mereka sendiri.

Agustinus dikanonisasi oleh pengakuan populer dan dikenal sebagai Doktor Gereja pada 1303 oleh Paus Bonifatius VIII. Hari perayaannya adalah 28 Agustus, hari dimana diperkirakan dia meninggal. Dia dianggap sebagai santo pelindung dari pembuat bir, pencetak, teolog, mata yang bengkak, dan sejunlah kota dan keuskupan.

Bagian belakangan dari karya Agustinus Pengakuan-pengakuan terdiri dari sebuah meditasi yang panjang tentang hakikat waktu. Para teolog Katolik umumnya mengikuti keyakinan Agustinus bahwa Allah hadir di luar waktu dalam "masa kini yang kekal"; bahwa waktu hanya ada di dalam alam ciptaan.

Meditasi Agustinus tetang hakikat waktu terkait erat dengan pertimbangannya tentang daya ingat manusia. Frances Yates dalam studinya pada 1966, The Art of Memory (Seni Daya Ingat) berkata bahwa paragraf singkat dari Pengakuan-pengakuan, X.8.12, di mana Agustinus menulis tentang orang yang menaiki tangga dan memasuki suatu bidang ingatan yang sangat luas (lihat teks dan komentar) jelas menunjukkan bahwa orang-orang Romawi kuno sadar tentang bagaimana menggunakan metafora ruang dan arsitektural sebagai suatu teknik mnemonik untuk mengorganisasi khazanah informasi yang besar jumlahnya. Beberapa filsuf Perancis berpendapat bahwa teknik ini dapat dilihat sebagai nenek moyang konseptual dari paradigma antarmuka pengguna tentang realitas maya.

Menurut Leo Ruickbie, argumen Agustinus melawan bagi, yang membedakannya dengan mujizat, sangat penting dalam perjuangan Gereja perdana dalam melawan kekafiran dan menjadi tesis sentral dalam penolakannya terhadap para dukun dan perdukunan.

Agustinus memiliki 2 pandangan yang penting, yang pertama :manusia harus bergatttung kepada kedaulatan Allah, yang kedua, manusia mempunyai tugas merefleksikan

Allah di dalam kehidupan sehari-hari. Jadi ada hubungan vertikal ke atas yakni Tuhan dan hubungan horisontal ke sesama manusia.

Agustinus menulis dalam Buku 18, Bab 46 dari Kota Allah (salah satu karyanya yang paling termasyhur selain Pengakuan-pengakuan Agustinus): "Orang-orang Yahudi yang membunuh Dia, dan yang tidak mau percaya kepada-Nya karena la harus mati dan bangkit kembali, namun mereka malah lebih hancur di tangan orang-orang Romawi, dan sama sekali tercabut dari kerajaan mereka; di sana orang asing telah berkuasa atas mereka dan kini mereka dicerai-beraikan ke berbagai negeri (sehingga memang tidak ada tempat di mana mereka tidak ada), dan dengan demikian gigenapilah apa yang disaksikan oleh Kitab Suci mereka sendiri kepada kita bahwa kita tidak memalsukan nubuat tentang Kristus."

Agustinus memandang penyebaran ini penting karena ia percaya bahwa itu adalah penggenapan dari nubuat-nubuat tertentu, dan dengan demikian membuktikan bahwa Yesus memang adalah Mesias. Ini disebabkan karena Agustinus percaya bahwa orang-orang Yahudi yang tersebar itu adalah musuh-musuh Gereja Kristen. la juga mengutip dari nubuat yang sama yang mengatakan, "Janganlah bunuh mereka, agar mereka tidak melupakan hukum ­hukum-Mu." (Mazmur 59:11) Sebagian orang telah menggunakan kata-kata Agustinus untuk menyerang orang-orang Yahudi yang dituduh anti Kristen, sementara yang lainnya menggunakannya untuk menyerang orang Kristen yang, dituduh anti Yahudi. Lihat Agama Kristen dan anti Semitisme.

Menandatangani Pengakuan Augsburg Lutheran setelah direvisi oleh Melanchton pada 1540, tetapi pengaruhnya pertama-tama dirasakan dalam Reformasi Swiss, yang tidak bersifat Lutheran, melainkan lebih mengikuti Ulrich Zwingli. Sejak awal telah jelas bahwa doktrin gereja-gereja Hervormd berkembang dalam arah yang bebas dari Luther, di bawah sejumlah penulis dan pembaharu, termasuk Calvin yang kelak menjadi sangat menonjol. Jauh di kemudian hari, ketika kemashyurannya dihubungkan dengan gereja-gereja Hervormd, seluruh kumpulan ajarannya kemudian disebut sebagai "Calvinisme".

Penyebaran

Meskipun banyak dari praktik Calvin dilakukan di Jenewa, penerbitannya menyebarkan gagasan-gagasannya tentang gereja reformasi yang benar ke banyak bagian Eropa. Calvinisme menjadi sistem teologis dari gereja mayoritas di Skotlandia (lihat John Knox), Belanda, dan bagian-bagian dari Jerman (khususnya daerah-daerah tetangga Belanda) dan berpengaruh pula di Perancis, Hongaria, Transilvania yang saat itu independen, dan Polandia. Calvinisme sempat populer di Skandinavia, khususnya Swedia, namun kemudian ditolak setelah sinode Uppsala pada 1593 lebih memilih Lutheranisme.

Kebanyakan pemukim di Atlantik Tengah dan New England, AS, adalah Kaum Calvi7is, termasuk orang-erang Puritan dan Huguenot Perancis dan para pemukim Belanda dii New Amsterdam (New York). Para pemukiro Calvinis Belanda juga merupakan kolonis kolonis Eropa pertama yang sukses di Afrika Selatan, mulai dari abad ke-17. Mereka kemudia.n dikezia.l sebagai orang-orang Boer atau A.frikaner.

Sebagian besar wilayah Sierra Leone dihuni oleh para pemukim Calvinis dari Nova Scotia, yang umumnya adalah loyalis kulit hitam, yakni orang-orang kulit hitam yang berjuang untuk Britania pada masa Perang Kemerdekaan Amerika. John Marrant mendirikan sebuah jemaat di sana di bawah asuhan Koneksi Huntingdon.

Sebagian dari gereja-gereja Calvinis terbesar dimulai oleh tenaga-tenaga misi abad ke-19 dan 20; yang besar khususnya adalah gereja-gereja di Indonesia, KoreaNigeria.

Doktrin

Teologi Calvinis kadang-kadang diidentifikasi dengan lima poin Calvinisme, atau disebut juga doktrin rahmat, yang merupakan sebuah respon poin demi poin terhadap lima poin dari Remonstrans Arminian (lihat Sejarah perdebatan Calvinis-Artninian) dan yang berfungsi sebagai sebuah ringkasan dari keputusan yang dihasilkan oleh Sinode Dort tahun 1619. Calvin sendiri tidak pernah digunakan seperti model dan tidak pernah diperangi secara langsung oleh Arminianisme.

Kelima poin itu berfungsi sebagai ringkasan perbedaan antara Calvinisme dan Arminianisme, tetapi bukan sebagai ringkasan lengkap dari tulisan Calvin atau teologi gereja­gereja Reformed pada umumnya. Dalam bahasa Inggris, kadang-kadang dikenal dengan singkatan TULIP:

• Total depravity (Kerusakan total)

Kerusakan total (juga disebut kebejatan total atau ketidakmampuan mutlak) adalah doktrin teologi yang berasal dari konsep Agustinian mengenai dosa asal. Ini adalah ajaran bahwa, sebagai konsekuensi dari kejatuhan manusia, setiap manusia lahir ke dunia dalam keadaan diperbudak untuk melayani dosa dan, terlepas dari Anugerah Allah, seseorang sama sekali tidak bisa memilih untuk mengikuti Tuhan atau memilih untuk menerima keselamatan yang ditawarkan.

• Unconditional election (Pemilihan tanpa syarai)

Pemilihan tanpa syarat adalah ajaran Calvinis bahwa sebelum Allah menciptakan dunia, la telah memilih untuk menyelamatkan beberapa orang sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya tidak berdasarkan kondisi yang berkaitan dengan orang-orang. Pemilihan tanpa syarat diambil dari doktrin keselamatan yang diadopsi oleh Agustinus dari Hippo, yang pertama kali dikodifikasi pada Pengakuan Belgia (1561), ditegaskan kembali dalam Kanon dari Dort (1619), yang berasal dari Kontroversi Quinquarticular, dan direpsentasikan dalam berbagai pengakuan Reformasi seperti Standar Westminster (1646). Pemilihan tanpa syarat merupakan salah satu dari lima poin Calvinisme dan sering dikaitkan dengau predestinasi

• Limited atonement (Penebusan terbaias)

Penebusan terbatas atau “ penebusan yang pasti (Inggris limited atonement atau "definite atonement") adalah doktrin dalam teologi Kristen yang terutama berkaitan dengan tradisi Reformed dan merupakan salah satu dari lima poin Calvinisme. Doktrin ini menyatakan bahwa penebusan substitusional yesus kristus dikayu salib terbatas hanya pada lingkup untuk orang-orang pilihan yang telah diprestinasikan Allah untuk keselamatan.Para Calvinis berpendapat bahwa penebusan itu cukup untuk semua

Doktrin mengenai lingkup terbatas (atau luasnya) dari penebusan berkaitan era doktrin sifat dari penebusan it. Doktrin ini juga berhubungan dengan skema Calvinis umum mengenai predestinasi. Para Calvinis mendukung teori pemenuhan penebusan, yang dikembangkan dalam tulisan Anselmus dari Canterbury dan Thomas Aquinas. Sseara singkat penyempurnaan Calvinis dari teori ini, dikertal sebagai pengganti hukuman, yang menyatakan bahwa penebusan Kristus membayar hukuman yang disebabkan oleh dosa-dosa manusia - yakni, Kristus menerima murka Allah atas dosa-dosa manusia dan dengan demikian membatalkan penghukumanyang disebabkan oleh dosa-dosa itu.

Pandangan Calvinis mengenai predestinasi mengajarkan bahwa Allah menciptakan sekelompok orang, yang tidak akan dan tidak mampu untuk memilih Dia (lihat kebejatan total), untuk diselamatkan terlepas dari usaha-usaha mereka atau kerjasama mereka, dan orang-orang dipaks oleh kasih karunia tak dapat di tolak dari Allah untuk menerima tawaran keselamatan yang dicapai dalam penebusan oleh Kristus.

Penebusan Caivinis disebut pasti oieh beberapa icarena mereka percaya bahwa itu secara pasti mengamankan keselamatan mereka yang kepadanya Kristus telah mati, dan ini disebut terbatas luasnya karena efek keselamatannya hanya untuk orang pilihan saja. Para Calvinis percaya bahwa kekuatan penebusan alalah tidak terbatas, yang berarti bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk dibersihkan oleh pengorbanan Kristus, dalam pandangan mereka. Di antara penganut Baptis Calvinis





Inggris, doktrin , ini biasanya dikenal sebagai pelunasan tertentu (particular redemption), yang menamai penganutnya dengan Baptis Partikuler (Particular Baptist). lstilah ini menekankan maksud Allah untuk menyelamatkan orang-orang tertentu melalui penebusan, sebagai lawan dari seluruh umat manusia secara umum_ seperti yang General Baptist percayai.

Pada tingkat praktis, doktrin ini tidak ditekankan dalam gereja-gereja Calvinis kecuali dibandingkan derigan skema penyelamatan lainnya. Ketika diajarkan penggunaan utama dari ini dan doktrin-dotrin lain dari predestinasi adalah jaminan bagi orang percaya. Untuk itu, mereka menerapkan doktrin ini terutama untuk mencoba memperkuat keyakinan bahwa "Kristus telah mati bagi saya," seperti dalam kata-kata Rasul Paulus, "Aku hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20, penekanan ditambahkan) dan untuk menekankan bahwa Allah berdaulat dalam melaksanakan rencana keselamatan-Nya. Meskipun demikian, kebanyakan Calvinis percaya bahwa mereka dapat bebas dan tulus menawarkan keselamatan untuk semua orang atas nama Allah karena mereka sendiri tidak tahu siapa saja orang yang terhitung di antara umat pilihan dan karena mereka melihat diri mereka sebagai instrumen Tuhan dalam membawa keselamatan pada anggota lain dari umat pilihan.

• Irresistiblc grace (Anugerah yang tidak dapat ditolak)

Anugerah tidak dapat ditolak (bahasa Inggris: Irresistible Grace) adalah doktrin dalam teologi Kristen terutama terkait dengan Calvinisme, yang mengajarkan bahwa anugerah keselamatan Allah secara efektif diterapkan untuk siapa (umat pilihan) yang la tentukan untuk selamat, dan pada saat yang ditentukan Tuhan, menaklukkan perlawanan mereka untuk mematuhi panggilan Injil, membawa mereka kepada iman di dalam Kristus.

· Perseverar_ce of the saints (Ketekunan orang-orang kudus)

Ketekunan orang-orang kudus (bahasa Inggris: Perseverance of the saints), adalah ajaran Kristen bahwa sekali seseorang diselamatkan mereka tidak akan pernah bisa kehilangan keselamatan mereka. Ajaran ini biasa dikenal juga sebagai "sekali selamat, tetap selamat", yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan akronim "OSAS" (Once Saved, Always Saved).

Meskipun ini urutannya berbeda daripada Kanon dari Dort. Inti dari penegasan kanon ini adalah bahwa Allah mampu menyelamatkan setiap orang yang kepadanya telah diberikan rahmat dan bahwa apa yang dilakukan-Nya tidak dapat digagalkan oleh ketasikan atau ketidakmampuan manusia.

[baca selengkapnya..]

Pengertian Dokumentasi

Dokumen adalah surat penting atau berharga yang sifatnya tertulis atau tercetak yang berfungsi atau dapat di pakai sebagai bukti ataupun keterangan.

Ada 3 jenis dokumen yang harus di pahami dan di diketahui :
Jenis dokumen dari segi pemakaiannya
1. Dokumen pribadi

Dokumen pribadi yaitu surat keterangan penting yang kegunaannya untuk kepentingan pribadi contohnya adalah KTP, Ijazah, Akte Kelahiran, Surat Nikah dll.

2. Dokumen Niaga

Dokumen niaga yaitu surat berharga yang kegunaannya adalah untuk bukti dalam melakukan transaksi contohnya adalah Surat Pengantar, Faktur dll, Ressi pengiriman barang dll.

3. Dokumen Pemerintah

Dokumen pemerintah yaitu surar-surat penting yang di gunakan dalam instansi pemerintahan contohnya adalah Undang-undang, RAPBN dll.

4. Dokumen sejarah

Dokumen sejarah yaitu surat-surat penting yang digunakan sebagai bukti peristiwa di masa lampau contohnya adalah Pancasila, teks proklamasi dll.

Jenis jenis dokumen dari segi fungsinya :
Dokumen dinamis adalah dokumen yang digunakan secara langsung di dalam proses kerja.
Dokumen statis adalah kebalikan dari dokumen dinamis yaitu dokumen yang tidak digunakan secara langsung dalam proses pekerjaan.

Jenis jeni dokumen dari segi ruang lingkupnya:
Dokumen korporal adalah dokumen yang di pakai secara terus-menerus dalam proses penyelenggaraan pekerjaan
Dokumen Riteral adalah dokumen yang di tulis, di rekan, dicetak dan di gambarkan.
Dokumen Privat adalah dokumen yang berupa surat ataupun arsip.



PENGERTIAN DOKUMEN & DOKUMENTASI


1.PENGERTIAN DOKUMEN



Dokumen menurut bahasa inggris berasal dari kata document yang memiliki arti suatu yang tertulis atau tercetak dan segala benda yang mempunyai keterangan-keterangan dipilih untuk di kumpulkan,disusun,di sediakan atau untuk disebarkan.

Dibawah ini ada pendapat dari beberapa ahli mengenai pengertian dokumen,diantaranya :

1. Pengertian dokumen menurut Louis Gottschalk (1986;38)

· Dokumen merupakan sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan daripada kesaksian lisan,artefak,peninggalan-peninggalan terlukis dan petilasan0petilasan arkeologis.

· Dokumen diperuntukan untuk surat-surat resmi dan surat-surat Negara seperti surat perjanjian,undang-undang,hibah dan konsesi.

· Dokumen dalam ari luas merupakan proses pembuktian yang didasarkan atas sumber jenis apapun,baik yang bersifat tulisan,lisan,gambaran atau arkeologis.

2. Pengertian dokumen menurut G.J Renier (University Collage London 1997;104)

· Dokumen dalam arti luas yaitu meliputi semua sumber tertulis saja,baik tertulis maupun lisan.

· Dokumen dalam arti sempit yaitu yang meliputi semua suber tertulis saja.

· Dokumen dalam arti spesifik yaitu hanya meliputi surat-surat resmi dan surat-surat Negara,seperti surat perjanjian,undang-undang,konsesi,hibah dan sebagainya



Dokumen adalah Segala benda yang berbentuk barang, gambar, ataupun tulisan sebagi bukti dan dapat memberikan keterangan yang penting dan absah.


Jenis – jenis Dokumen :

1. Menurut Jenisnya :
Dokumen Fisik adalah dokumen menyangkyt materi ukuran, berat, tata letak, sarana, prasarana, dan sebaginya.
Dokumen Intelektual adalah dokumen yang mengacu tujuan, isi subjek, sumber, metode penyebaran, cara memperoleh, keaslian dokumen, dan sebagainya

2. Menurut Sifatnya :
Dokumen Tekstual adalah dokumen yang menyajikan informasi dalam bentuk tertulis. Misal: majalah, buku, katalog, dll
Dokumen Nontekstual : adalah dokumen yang berisi beberapa teks. Misal : peta, grafik, gambar, rekaman, dll.

3. Menurut Literatur :
Dokumen Korporil adalah dokumen mencakup materi cetak, tidak tercetak, prasasti, dan benda seni yang disimpan di museum dan perpustakaan.
Dokumen Literer adalah bahan cetak dan non cetak yang mengandung informasi atau keterangan tertentu yang berguna.

4. Menurut Kepentingan dan khususnya :
Dokumen Pribadi adalah dokumen yang dikumpulkan oleh perorangan dan merupakan koleksi dokumen pribadi. Misal : barang antik
Dokumen Ekonomi adalah dokumen berisi informasi tentang perkembangan perekonomian sutau bangsa dan negara. Misal : produk baru
Dokumen Sejarah adalah dokumen berisi informasi sejarah peradaban dan kebudayaan suatu bangsa. Misal : Piagam Proklamasi
Dokumen Kedokteran adalah dokumen berisi informasi tentang perkembangan ilmu kedokteran. Misal : dokumen obat-obatan
Dokumen Pemerintahan adalah dokumen berisi informasi tentang ketatanegaraan suatu pemerintahan. Misal : Peraturan-peraturan, Perundang-undangan

5. Menurut Dokumentasi :
Dokumen Primer adalah dokumen berisi informasi tentang hasil penelitian asli atau langsung dari sumbernya. Misal : laporan
Dokumen Sekunder adalah dokumen berisi informasi tentang literatur primer.
Dokumen Tersier adalah dokumen berisi informasi tentang literatur sekunder. Misal : buku



6. Segi Fungsi :

Dinamis adalah dokumen yang dapat ipergunakan secara langsung dalam proses penyelesaian pekerjaan kantor.
Dinamis aktif
Dinamis semi aktif
Dinamis in aktif

Setatis adalah dokumen yang tidak dipergunakan secara langsung dalam pekerjaan kantor.
Dokumen koprol
Dokumen Literal
Dokumen Privat



2. PENGERTIAN DOKUMENTASI

Dokumentasi adalah Kumpulan dari dokumen-dokumen dapat memberikan keterangan atau bukti yang berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengelolaan dokumen secara sistematis serta menyebar luaskan kepada pemakai informasi tersebut.

Dokumentasi menurut beberapa ahli :

a. Pengertian dokumentasi menurut Paul Otlet (International Economic Conference 1905)

Dokumentasi adalah kegiatan khusus berupa pengumpulan,pengolahan, penyimpanan,penemuan kembali dan penyebaran dokumen.

b. Pengertian Dokumentasi menurut Encyclopedia Britanica

Dokumentasi adalah semacam pengawasan dan penyusunana bibiliografi, yang mengunakan alat-alat seperti seperti indeks, sari karnagn dan isei bibiliografi disamping memakai cara tradisional (klasikal dan katalogisasi), untuk membuat informasi itu dapat dicapai.

c. Pengertian dokumentasi Federataion Internationale de Decomentation (FID)

· Dokumentasi adalah mengumpulkan menyebarkan dokumen-dokumen dari semua jenis-jenis mengenai semua lapangan pekerjaan manusia (documentation C’ est reunir, classer et distribuer des document de tout genre dans tours les domaines de L’ativite humaine).



· Dokumen Primer adalah dokumen berisi informasi tentang hasil penelitian asli atau langsung dari sumbernya. Misal : laporan

· Dokumen Sekunder adalah dokumen berisi informasi tentang literatur primer.

· Dokumen Tersier adalah dokumen berisi informasi tentang literatur sekunder. Misal : buku

KEGIATAN ATAU TUGAS DOKUMENTASI

a. Mencari dan mengumpulkan bahan-bahan

b. Mencatat dokumen

c. Mengolah dokumen

d. Memproduksi dokumen

e. Menyajikan dan menyebarluaskan dokumen

f. Menyimpan dan memelihara dokumen

Segi Fungsi :



· Dinamis adalah dokumen yang dapat ipergunakan secara langsung dalam proses penyelesaian pekerjaan kantor.

· Dinamis aktif

· Dinamis semi aktif

· Dinamis in aktif

· Setatis adalah dokumen yang tidak dipergunakan secara langsung dalam pekerjaan kantor.

· Dokumen koprol

· Dokumen Literal

· Dokumen Privat



Pengkodean dokumen

pengkodean dokumen dapat dengan mudah dilakukan sehingga tidak membutuhkan.Banyak waktu dalam penyimpanan.
Untuk melakukan pengkodean dokumen dilakukan dengan mencatat pada buku induk dokumen antara lain sebagai berikut:
Nomor urut
Tanggal dokumen diperoleh
Penyusunan dokumen
Nama/judul dokumen
Kota tempat terbit
Nama penerbit
Tahun penerbitan
Jumlah halaman
Cara saat memperolehPada saat ini,dokumen telah banyak yang direkam atau dijadikan microfilm, bahkan ada pula yang disimpan dalam memori computer.

Dengan pengolahan kode(kode sandi) akan dapat ditemukan dengan cepat dokumen yang dicari.Dokumen bisa berwujud lembaran ,film, pita ,atau rekaman. Untuk wujud dari lembaran khususnya warkat atau surat-surat dipergunakan system kearsipan atau filling. lain dengan dokumen yang terjilid ,penyimpanan ,penataan ,dan pengamanannya dipergunakan system perpustakaan,Pembagian klasifikasi dimulai dari pembagian utama yang dipecah menjadi divisi,divisi dipecah lagi menjadi seksi ,dan seksi dipecah menjadi subseksi.
Pembagian klasifikasi ini dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

1. Pola klasifikasi judul(caption)dan pembagian judul atas
2. Teknik mengindeks
3. Teknik menetapkan kode
4. Prosedur dan teknik penyimpanan
5. Menentukan pencatatan yang diperlukan

KLASIFIKASI JUDUL ARSIP
Arsip-arsip yang ditata menurut system abjad diklasifikasikan menjadi 4 kelompok,yaitu:

1. Arsip peroranganArsip ini diberi judul(caption)nama perorangan.
2. Arsip instansi pemerintahArsip ini diberi judul(caption)nama instansi pemerintah.
3. Arsip niagaArsip ini diberi judul(caption) nama perusahaan.
4. Arsip yang dikelola oleh badan-badan social.
TEKNIK MENGINDEKS(menetapkan unit)Setelah menetapkan judul apakah nama perorangan,organisasi social ,instansi pemerintah, ataupun swasta,maka sekarang kita perlu menentukan unit-unit terpenting. Hal ini dikenal dengan mengindeks.
TEKNIK menetapkan kodeDalam menetapkan kode , kita menggunakan suatu teknik yang memuat suatu aturan-aturan dalam mengindeks .


Pengertian Dokumentasi Menurut Para Ahli

Dokumen adalah kumpulan data yang berbentuk nyata dan diperoleh berdasarkan sistem pengelolaan data yang disebut dengan proses dokumentasi. Tanpa adanya dokumentasi, data tersebut tidak akan menjadi sebuah dokumen yang real. Dan menurut para ahli, dokumentasi adalah proses yang dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan hingga pengelolaan data yang menghasilkan kumpulan dokumen. Dokumentasi itu sendiri tujuannya adalah untuk memperoleh dokumen yang dibutuhkan berupa keterangan dan hal-hal yang membuktikan adanya suatu kegiatan yang didokumentasikan.

Proses dokumentasi dilakukan melalui beberapa tahapan penting untuk mendapatkan kumpulan data yang nantinya menjadi sebuah dokumen. Tahapan dokumentasi tersebut diantaranya adalah:
Mencari dan mencatat data sebanyak-banyaknya,
Mengumpulkan data tersebut menjadi satu kesatuan,
Mengolah dan memproduksinya dalam bentuk dokumen,
Membagi dan menyebarluaskan dokumen hasil proses dokumentasi kepada pihak-pihak yang diperkenankan dan mempunyai kepentingan tertentu,
Mengamankan dan menyimpan keseluruhan dokumen yang telah dibuat agar terpelihara dengan baik bila sewaktu-waktu dibutuhkan kembali.
Pengertian Dokumentasi Menurut Para Ahli

Itulah serangkaian tahap demi tahap proses dokumentasi. Dan perlu diketahui, dokumentasi dapat menghasilkan beberapa jenis dokumen yang berbeda dan sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing pihak yang melakukan proses dokumentasi tersebut. Jenis dokumen terdiri dari dokumen primer, sekunder dan tersier. Dalam sebuah perusahaan dan lembaga penting, seluruh kegiatan dokumentasi harus selalu dilakukan agar menghasilkan ketiga jenis dokumen tersebut. Bahkan untuk kepentingan pribadi, dokumentasi juga diperlukan untuk mengoleksi dokumen yang sifatnya pribadi, seperti foto, barang-barang antik dan lain sebagainya.

Dengan mendokumentasikan seluruh hal yang dianggap penting, maka dokumen akan selalu tertata rapih dan mudah ditemukan kembali. Itulah sebabnya proses dokumentasi amat baik untuk kepentingan bersama khususnya dalam sebuah perusahaan. Selain itu, dokumen yang telah didokumentasikan pasti akan berguna untuk kebutuhan kerja di masa yang akan datang sebagai contoh atau sumber informasi dalam mengerjakan hal-hal serupa agar lebih mudah terselesaikan. Itulah manfaat yang bisa didapatkan jika proses dokumentasi data dilakukan dengan baik sehingga mempermudah dan memperlancar seluruh kegiatan yang berhubungan dengan dokumen tersebut.
[baca selengkapnya..]

Pengertian Pasar dan Pemasaran

Pasar dan pemasaran merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Pasar dan pemasaran memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dan saling mempengaruhi msatu sama lain lainnya. Dengan kata lain, setiap ada kegiatan pasar selalu diikuti oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran adalah kegiatan untuk mencari atau menciptakan pasar.

Kasmir, (2012:44) mengemukakan bahwa “ Pasar adalah tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi”. Pengertian ini mengandung arti pasar memiliki tempat dan lokasi tertentu sehingga memungkinkan penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi jual beli produk barang ataupun jasa.

Selanjutnya menurut Husei, (2005:35) mengemukakan bahwa “Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dan penawaran untuk membentuk suatu harga”.

Stanton, (dalam Husein, 2005:35) mengemukakan bahwa “ Pasar merupakan kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Jadi, ada tiga faktor utama yang menunjang terjadinya pasar, yaitu orang dengan segala keinginannya, daya belinya, serta tingkah laku dalam pembeliannya”.

Sedangkan pemasaran adalah Kegiatan perusahan yang bertujuan menjual barang atau jasa yang di produksi perusahaan kepasar. Dengan demikian pasar dan pemasaran menjadi dua hal yang memiliki hubungan yang erat satu sama lain. dan didalamnya terdapat permintaan dan penawaran.



Menurut Kasmir,(2012:44) “Permintaan adalah jumlah barang dan jasa yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu”.

Selanjutnya menurut Husein(2005:36)”Permintaan diartikan sebagai sejumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga”.

Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa adalah:

· Harga barang itu sendiri

· Harga barang lain yang memiliki hubungan

· Pendapatan

· Selera

· Jumlah penduduk

· Faktor khusus.

Selanjutnya pengertian penawaran menurut Kasmir,(2012:45) penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu”. Sedangkan menurut Husein(2005:37) mengemukakan bahwa “penawaran diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan dipasar pada berbagai tingkat harga”.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa adaalah:

· Harga barang itu sendiri

· Harga barang lain yang memiliki hubungan

· Teknologi

· Harga input

· Tujuan perusahaan

· Faktor khusus.

Jumlah permintaan dan penawaran serta jenis barang yang ada di pasar saat ini dapat dijadikan dasar untuk mengetahui struktur pasar atas produk atau jasa tersebut. Salah satu cara untuk mengenal struktur pasar adalah dengan melihat jumlah perusahaan yang ada di dalam industri yang menawarkan suatu barang dan jasa.

Adapun jenis struktur pasar yang ada dikelompokkan menjadi:

1. Pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar dimana terdapat sejumlah besar penjual dan pembeli, sehingga tindakan penjual secara individu tidak dapat memengaruhi harga barang di pasar. Pada jenis Pasar persaingan sempurna, aktivitas persaingannya tidaklah nampak karena tidak terbatasnya jumlah produsen (sehingga pangsa pasar mereka menjadi terkotak-kotak atau kecil) dan konsumen dapat menjual dan membeli berapa saja tanpa ada batas asal bersedia membeli atau menjual pada harga pasar.

2. Pasar persaingan monopolistik

Pasar persaingan monopolistik adalah suatu pasar dimana terdapat banyak penjual atau perusahaan dan memilki ukuran-ukuran yang relatif sam besarnya. Produk yang dihasilkan berbeda corak, sehingga secara fisik mudah dibedakan antara produsen suatu perusahaan dan perusahaan lain. Dan pasar ini merupakan bentuk campuran antara persaingan sempurna dengan monopoli. Dikatakan mirip karen ada kebebasan bagi perusahaan untuk masuk keluar pasar. selain itu, barang yang dijual pun tidak homogen. Oleh karena barang-barang yang heterogen itu dimiliki oleh perusahaan besar saja, pasar ini mirip dengan monopoli.

3. Pasar oligopoli

Pasar oligopoli adalah sebuah struktur pasar yang hanya terdapat sedikit penjual. Barang yang dihasilkan adalah barang standar dan barang berbeda corak. Hambatan untuk masuk industri sedikit sulit hal ini disebabkan modal yang diperlukan relatif besar.

4. Pasar Monopoli

Pasar Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual saja. Barang yang dihasilkan tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Sulit sekali masuk dalam industri ini, karena berbagai hambatan seperti:

a. Penguasaan bahan mentah yang strategis oleh pihak-pihak tertentu

b. Terdapat skala ekonomis.

c. Peraturan pemerintah (hak paten, hak penguasa eksklusif).

Pengertian Pemasaran seperti yang dikemukakan oleh Philip Kotler adalah:

Suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk nilai dengan pihak lain.



Kelompok pasar terdiri dari:

a. Pasar Konsumen adalah pasar dimana individu dan rumah tangga dapat membeli/memperoleh barang dan jasa untuk untuk dikonsumsi sendiri.

b. Pasar Industrial adalah di mana pihak-pihak yang membeli barang dan jasa digunakan kembali untuk menghasilkan barang dan jasa lain atau disewakan kepada pihak lain untuk mengambil untung.

c. Pasar Reseller adalah suatu pasar yang terdiri dari individu dan organisasi yang melakukan penjualan kembali barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan.

d. Pasar Pemerintah adalah yang terdiri dari unit-unit pemerintah yang membeli atau menyewa barang dan jasa untuk melaksanakan fungsi utama pemerintah.



B. Segmentasi Pasar, Pasar Sasaran, dan Posisi Pasar.

a. Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar artinya membagi pasar menjadi yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Agar segmentasi pasar dapat berguna harus diperhatikan karakteristik sebagai berikut: dapat diukur, dapat terjangkau, serta dapat dilaksanakan.

Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial. Berikut ini adalah variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar konsumen menurut Philip Kotler, antara lain:

1. Segmentasi berdasarkan geografis terdiri dari:

a. Bangsa

b. Provinsi

c. Kabupaten

d. Kecamatan

e. Iklim

2. Segmentasi berdasarkan demografis terdiri dari:

a. Umur

b. Jenis kelamin

c. Ukuran keluarga

d. Daur hidup keluarga

e. Pendapatan

f. Pekerjaan

g. Agama

h. Ras

i. Kebangsaan.

3. Segmentasi berdasarkan psikografis terdiri dari:

a. Kelas sosial

b. Gaya hidup

c. Karakteristik kepribadian

4. Segmentasi berdasarkan perilaku terdiri dari:

a. Pengetahuan

b. Sikap

c. Kegunaan

d. Tanggap terhadap suatu produk.

Variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar industrial sebagai berikut:

1. Segmentasi berdasarkan demografis terdiri dari:

a. Jenis industri

b. Besar perusahaan

c. Lokasi perusahaan.

2. Karakteristik pengoperasian terdiri dari:

a. Teknologi yang difokuskan

b. Status pengguna (berat,sedang,atau ringan)

c. Kemampuan pelanggan.

3. Pendekatan pembeli terdiri dari:

a. Organisasi berfungsi pembeli

b. Sifat hubungan yang ada

c. Struktur kekuatan

d. Kebijakan pembelian umum

e. Kriteria

4. Karakteristik personel industri terdiri dari:

a. Kesamaan pembeli

b. Sikap terhadap resiko

c. Kesetiaan

5. Faktor situasional terdiri dari:

a. Urgensi

b. Pengguna khusus

c. Besarnya pesanan

b. Pasar Sasaran (Market Targeting)

Pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan setiap setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani.

Kegiatan menetapkan pasar sasaran meliputi:

1. Evaluasi segmen pasar:

a. Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti data tentang penjualan terakhir (dalam rupiah), proyeksi laju pertumbuhan dan margin laba dari setiap segmen. Yang dipilih adalah penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan dan margin laba dari setiap segmen.

b. Struktur segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas, kurang menarik apabila terdapat pesaing yang kuat dan agresif.

c. Sasaran dan sumber daya perusahaan.

2. Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang memiliki nilai tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang dapat dilayani:

a. Pemasaran serbasama, melayani semua pasar dan taawaran pasar dalam arti tidak ada perbedaan.

b. Pemasaran serbaaneka, merancang tawaran untuk semua pendapatan, tujuan atau kepribadian.

c. Pemasaran terpadu, khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.

Analisis dalam segmen pasar dapat dilakukan dengan menelaah tiga faktor yaitu: pertumbuhan segmen, perusahaan harus mengumpulkan dan menganalisis data tentang penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan dan margin laba yang diharapkan untuk berbagai segmen, lalu pilih segmen yang diharapkan paling sesuai. Kemenarikan struktural segmen, suatu segmen mungkin mempunyai ukuran dan pertumbuhan yang sesuai dengan yang diharapkan, akan tetapi belum tentu menarik dari sisi profitabilitasnya, jadi perusahaan tetap harus mempelajari faktor-faktor struktural yang utama yang mempengaruhi daya tarik segmen dalam jangka panjang. Sasaran dan sumber daya, perusahaan harus mempertimbangkan sasaran dan sumber dayanya dalam kaitan dengan segmen pasar.

c. Menetukan posisi pasar (market positionong)

Menentukan posisi pasar yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau suatu pasar. posisi produk adalah bagaimana suatu produk yang didefenisikan oleh konsumen atas dasar atribut-atributnya. Tujuan penetapan posisi pasar (market positioning) adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak konsumen.

Untuk menentukan posisi pasar, terdapat tiga langkah yang masing-masing dijelaskan sebagai berikut:

Mengindentifikasi keunggulan kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai superioir kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh keunggulan komparatif. Misalnya apabila perusahaan menawarkan suatu produk yang bermutu, ia harus menyerahkan produk yang bermutu pula.

Memilih keunggulan kompetitif. jika perusahaan telah menemukan beberapa keunggulan kompetitif yang potensial, selanjutnya harus dipilih satu keunggulan kompetitif sebagai dasar bagi kebijakan penentuan posisinya. Ia harus menetapkan berapa banyak perbedaan dan perbedaan mana yang akan dipromosikan.

Mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi. Setelah penentuan posisi dipilih, perusahaan harus mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi yang diinginkan itu kepada konsumen sasaran.

d. Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen

1. Sikap konsumen

Sikap memainkan peranan penting dalam membentuk suatu perilaku. Pada umumnya sikap digunakan untuk menilai efektivitas kegiatan pemasaran. Sikap menempatkan seseorang ke dalam satu pikiran untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu, bergerak mendekati atau menjauhi sesuatu tersebut.

2. Perilku konsumen

Perilaku konsumen tidak dapat secara langsung dikendalikan oleh perusahaan. Oleh karena itu informasi mengenai perilaku ini perlu dikumpulkan sebanyak mungkin. Perilaku konsumen merupakan tindakan langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi, serta menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.

3. Kepuasan konsumen

Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia terima dan harapannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah mutu produk dan pelayanannya, kegiatan penjualan, pelayanan setelah penjualan, dan nilai-nilai perusahaan.

Upaya mempertahankan pelanggan antara lain:

v Menyulitkan pelanggan untuk mengganti pemasok.

v Memberikan kepuasan yang tinggi.

Untuk menciptakan loyalitas pelanggan, perusahaan hendaknya melakukan strategi yang berwawasan hubungan kemitraan dengan pelanggan. Terdapat 5 tingkat hubungan dengan pelanggan, tingkat-tingkat itu adalah:

v Biasa, wiraniaga menjual produk namun tidak menghubungi pelanggan lagi.

v Reaktif, wiraniaga menjual produk dan meminta pelanggan menghubunginya, misal jika mempunyai suatu keluhan.

v Bertanggung jawab, wiraniaga menghubungi pelanggan segera setelah penjualan untuk menanyakan apakah produk atau jasa memenuhi harapan pelanggan atau tidak.

v Proaktif, wiraniaga menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu dengan saran untuk peningkatan penggunaan produk.

v Kemitraan, perusahaan terus bekerja sama dengan pelanggan untuk mencapai penghematan bagi pelanggan atau membantu pelanggan untuk mencapai penghematan bagi pelanggan atau membantu pelanggan atau membantu pelanggan bekerja lebih baik.





e. Strategi bauran pemasaran (marketing mix)

Bagi pemasaran produk barang, manajemen pemasaran akan dipecah atas 4 kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran.

1. Strategi produk

Produk berupa barang dapat dibeda-bedakan atau diklasifikasikan menurut macamnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesempatan atau peluang bagi produk adalah:

1. Perubahan ekonomi

2. Perubahan sosial dan budaya

3. Perubahan teknologi

4. Perubahan politik

5. Perubahan lainnya.

Strategi produk yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan suatu produk antar lain:

1. Penentuan logo dan moto

Logo merupakan ciri khas suatu produk, sedangkan moto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi perusahaan dalam melayani masyarakat. Baik logo maupun moto harus dirancang dengan benar. Pertimbangan pembuatan logo dan moto antara lain:

a. Logo dan moto harus memiliki arti

b. Harus menarik

c. Mudah diingat

2. Menciptakan merek

Merek merupakan suatu hal penting bagi konsumen untuk mengenal barang atau jasa yang ditawarkan. Agar merek mudah dikenal masyarakat, maka penciptaan merek harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain:

a. Mudah diingat

b. Terkesan hebat dan modern

c. Memiliki arti

d. Manarik perhatian

3. Menciptakan kemasan

Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Penciptaan kemasan pun harus memenuhi berbagai persyaratan, seperti kualitas kemasan, bentuk, warna, dan persyaratan lainnya.

4. Keputusan label

Label merupakan sesuatu yang dilengketkan ada produk yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan.

2. Stategi harga

Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan marketing mix. Harga adalah sejumlah uang yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang dan jasa. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk yang ditawarkan.

Langkah yang perlu ditempuh dalam menetapkan harga yang tepat terhadap suatu produk adalah:

a. Menentukan tujuan penetapan harga

b. Memperkirakan permintaan, biaya, dan laba

c. Memilih strategi harga untuk membantu menentukan harga dasar

d. Menyesuaikan harga dasar dengan taktik penetapan harga.

Tujuan penetapan harga secara umum adalah sebagai berikut:

a. Untuk bertahan hidup

b. Memaksimalkan laba

c. Memperbesar market share

d. Mutu produk

e. Karena pesaing.

Strategi dasar dalam penentuan harga yaitu:

a. Skimming pricing, yaitu harga awal produk yang ditetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan bahwa produk atau jasa memiliki kualitas tinggi.

b. Penetration pricing, yaitu dengan menetapkan harga yang serendah mungkin dengan tujuan untuk menguasai pasar.

c. Status quo pricing, penetapan harga status quo adalah harga yang ditetapkan disesuaikan dengan harga pesaing.

Metode penetapan harga yang sering digunakan yaitu:

· Penetapan harga berdasarkan biaya

a. Cost plus pricing

Perceived value pricing adalah harga ditentukan oleh kesan pembeli (persepsi) terhadap produk yang ditawarkan.

Adapun modifikasi harga atau diskriminasi harga dapat dilakukan berdasarkan:

1. Menurut pelanggan yaitu harga yang dibedakan berdasarkan konsumen utama atau konsumen biasa.

2. Menurut bentuk produk, harga ditentukan berdasarkan bentuk produk atau kelebihan yang dimiliki oleh suatu produk.

3. Menurut tempat, harga ditentukan berdasarkan lokasi/wilayah, daerah diman produk atau jasa ditawarkan.

4. Menurut waktu, harga yang ditentukan berdasarkan periode atau masa tertentu dapat berapa jam, hari, mingguan, atau bulanan.

3. Strategi Lokasi dan Distribusi

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penentuan lokasi adalah dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Dekat dengan kawasan industri

2. Dekat dengan lokasi perkantoran

3. Dekat dengan lokasi pasar

4. Dekat dengan pusat pemerintahan

5. Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat

6. Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada disuatu lokasi

7. Sarana dan prasarana (jalan, pelabuhan, listrik dll).

Faktor-faktor yang memengaruhi strategi distribusi antara lain:

a. Pertimbangan pembeli atau faktor pasar

b. Karakteristik produk

c. Faktor produsen atau pertimbangan pengawasan dan keuangan

Suatu saluran distribusi adalah suatu jaringan dari organisasi dan fungsi-fungsi yang menghubungkan produsen kepada konsumen akhir. Dasar penentuan saluran distribusi untuk produk konsumen dan saluran distribusi untuk produk industri yaitu:

1. Dasar saluran distribusi untuk produk konsumen terdiri dari:

a. Produsen---konsumen

b. Produsen---pengecer---konsumen

c. Produsen---grosir---pengecer---konsumen

d. Produsen---agen---grosir---pengecer---konsumen

2. Dasar saluran distribusi untuk produk industri terdiri dari:


a. Produsen---pemakai barang industri

b. Produsen---dealer---pemakai barang industri

c. Produsen---agen---pemakai barang industri

Adapun fungsi fungsi saluran distribusi yang dilaksanakan perantara antara lain: Fungsi transaksi, Fungsi logistik, Fungsi fasilitas

4. Strategi Promosi

Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Dalam kegiatan ini perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk atau jasa yang dimilkinya baik langsung maupun tidak langsung.

Sarana promosi yang dapat digunakan adalah periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan penjualan pribadi.


[baca selengkapnya..]

Bentuk Legalitas Sebuah Usaha

Legalitas usaha

Dipandang dari sumbernya, bentuk legalitas dapat dibedakan menjadi 2 sumber, yaitu:

1. Kelompok masyarakat, yait sekelompok masyarakat yang hidup dan tinggal di daerah/wilayah tempat proyek/bisnis akan didirikan

2. Pemerintah, yang merupakan bagian dari struktur dan sistem pemerintahan di indonesia, termasuk lembaga pemerintahan dari desa sampai negara serta instansi/lembaga/departemen yang membidangi sektor-sektor tertentu.

Usaha dapat dikatakan legal jika telah mendapatkan izin usaha dari pemerintah daerah setempat melalui instansi/dinas terkait. Berikut contoh beberapa ketentuan, peraturan, dan persyaratan perizinan usaha yang bersumber dari salah satu daerah di Jawa Tengah.

1. Izin mendirikan banguna (IMB)

2. Surat izin pemasangan reklame

3. Izin prinsip/surat persetujuan izin trayek (SPIT)

4. Surat izin gangguan (HO)

5. Izin operasi dokar

6. Izin pengambilan dan pengelolaan galian C

7. Izin makam keluarga

8. Izin usaha industri (IUI)

9. Tanda daftar industri (TDI)

10. Surat izin usaha perdagangan (SIUP)

11. Izin usaha angkutan (IUA)

12. Tanda daftar perusahaan

Skala usaha

Skala usaha adalah usaha yang dapat diklasifikasikan menurut jumlah aset yang dimilikinya. Pengklasifikasian ini berguna dalam berbagai aktivitas bisnis, terutama bagi pemerintah dalam kaitannya dengan kegiatan pembinaan dan pengembangan usaha melalui dinas/departemen terkait. Skala usaha di indonesia dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:

a. Usaha mikro, merupakan usaha yang tidak berbadan hukum, biasanya tidak memiliki perizinan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang dan sering disebut usaha informal. Aset usaha max Rp 25 juta (di luar tanah dan bangunan)

b. Usaha kecil, memiliki kekayaan/aset usaha max sebesar Rp 200 juta (di luar tanah dan bangunan) sudah memiliki izin usaha

c. Usaha menengah, usaha yang memiliki aset antara 200-500 juta (di luar tanah dan bangunan)

d. Usaha besar, memiliki aset di atas Rp 500 juta (di luar tanah dan bangunan)

Bentuk hukum perusahaan di Indonesia

Ada beberapa bentuk perusahaan dari segi yuridis di indonesia, yaitu:

a. Perusahaan perseorangan, Perusahaan jenis ini biasanya diawasi dan dikelola seseorang. Di satu pihak ia memperoleh semua keuntungan perusahaan, selain menanggung semua resiko yang timbul dalam kegiatan. Perusahaan ini belum membutuhkan akta pendirian

b. Firma , adalah bentuk perkumpulan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama. Semua anggota memiliki tanggung jawab sepenuhnya baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama terhadap utang-utang perusahaan pada pihak lain.

c. Perseroan komanditer (CV) merupakan persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang dengan masing-masing menyerahkan sejumlah uang yang tidak perlu sama. Ada dua macam sekutu, yaitu: (1) sekutu komplemter, yaitu orang-orang yang bersedia mengatur perusahaan, (2) sekutu komanditer, yaitu orang-orang yang memercayakan modal usahanya dan bertanggungjawab sebatas modal yang diikutsertakan dalam perusahaan.

d. Perseroan terbatas (PT), Adalah badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak milik, dan tanda keikutsertaan seseorang memiliki perusahaan melalui saham perusahaan.

e. Perusahaan negara(PN), Sering juga disebut bumn adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang modalnya secara keseluruhan dimiliki negara, kecuali jika ada hal-hal khusus berdasarkan undang-undang

f. Perusahaan Pemerintah, Badan usaha pemerintah lain di Indonesia adlah persero, perusahaan umum (perum), perusahaan daerah (PD)

g. Koperasi, Koperasi merupakan bentuk badan usaha yang bergerak di bidang ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya, sifatnya murni pribadi dan tidak dapat dialihkan.

h. Yayasan, merupakan badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan dan lebih melaksanakan usahanya pada tujuan social.

Metode pemilihan badan hukum

Penentuan dan pemilihan badan hukum yang paling tepat dan sesuai dengan tujuan didirikannya perusahaan dipengaruhi oleh 5 faktor, yaitu:

a. Faktor tujuan (goal)

b. Faktor kepemilikan

c. Faktor permodalan

d. Faktor pembagian resiko

e. Faktor jangka waktu

Identitas investor

Beberapa sisi identitas investor yang perlu diteliti, adalah seperti berikut:

a. Kewarganegaraan

b. Informasi bank

c. Keterlibatan pidana atau perdata

d. Hubungan keluarga

Proses perizinan dan legalitas usaha

Untuk mendapatkan legalitas usaha, ada beberapa jenis perizinan yang perlu dipersiapkan sebelum suatu usaha dijalankan, antara lain:

a. Akta pendirian, Biasanya dalam bentuk akta notaris yang berisi keputusan/rapat pendirian oleh pendiri tentang anggaran dasar dan anggaran rumah tangga badan hukum usaha.

b. Surat keterangan domisili usaha, Surat ini dikeluarkan kepala desa sebagai bukti adanya persetujuan dari penguasa daerah setempat.

c. Nomor pokok wajib pajak (NPWP), NPWP dikeluarkan oleh kantor dinas pajak daerah tempat lokasi usaha akan didirikan.

d. Tanda daftar perusahaan (TDP), Perusahaan harus didaftarkan dalam daftar perusahaan di departemen perindustrian dan perdagangan.

e. Tanda daftar usaha perdagangan (TDUP) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP)

TDUP dikeluarkan oleh kepala kantor departemen perindustrian dan perdagangan, untuk perusahaan dengan nilai investasi sampai Rp 200 juta, sedangkan SIUP dikeluarkan oleh kepala kantor departemen perindustrian dan perdagangan untuk investasi dengan nilai di atas Rp 200 juta.

Perizinan khusus sesuai dengan jenis usaha yang akan didirikan, antara lain:

a. Jasa perbankan

1. Mendapatkan izin prinsip daari Menteri Keuangan Repubilk Indonesia

2. Mendapatkan pengesahan usaha dari Menteri Kehakiman dan HAMRI

3. Mencatatkan dalam Lembaran Negara

4. Mendapat izin operasional dari Gubernur Bank Indonesia

b. Jasa pendidikan

1. Pendidikan dasar

2. Pendidikan tinggi

3. Usaha industri dan perdagangan

4. Usaha perkebunan, pertambangan dan kehutanan

Legalitas produk

Produk yang akan dihasilkan dari bisnis yang akan didirikan harus memperhatikan legalitas. Mengabaikan legalitas akan menimbulkan resiko hukum berupa tuntutan hukum dari dinas dan instansi berwenang. Jika hal ini terjadi, perkembvangan dan kemajuan usaha yang sudah dirintis dengan susah payah oleh para pendirinya tentu akan terhambat.

Legalitas merek

a. Pengertian umum

Merek adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf, angka-angka, susunan atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Merek merupakan tanda pembeda atas barang dan jasa bagi satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Merek atas barang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang atau badan hukum. Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang atau badan hukum. Pemegang/ pemilik hak merek, yaitu orang (persero), beberapa orang, badan hukum yang telah mendapatkan hak atas merek yang disebut merek terdaftar.


b. Tanda yang tidak boleh dijadikan merek

Tanda yang tidak memiliki tanda pembeda, misalnya hanya sepotong garis, garis yang sangat rumit atau kusut. Tanda yang bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum.

c. Objek perlindungan

· Perlindungan atas merek

· Hal penting yang perlu diketahui

d. Status pendaftaran

e. Jangka waktu perlindungan

f. Mutasi dan lisensi

· Pengalihan hak, dilakukan dengan cara: pewarisan, wasiat, hibah, perjanjian, dan sebab-sebab lain sesuai dengan undang-undang

· Lisensi, adalah izin yang diberikan pemiliki merek terdaftar kepada seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk menggunakan merek tersebut, baik untuk seluruh maupun sebagain jenis barang atau jasa yang didaftarkan.

g. Pelanggaran dan sanksi

· Pasal 90 UU Merek No.15 Tahun 2001

· Pasal 91 UU Merek No. 15 Tahun 2001

h. Prosedur pendaftaran merek

· Pengajuan permohonan sesuai dengan formulir pendaftaran merek yang telah disediakan

· Pemeriksaan premintaan pendaftaran merek
[baca selengkapnya..]

Cara Pelaksanaan Proyek

Pada dasarnya pelaksanaan proyek merupakan rangkaian kegiatan pemenuhan prestasi dan kontrapresatasi. Istilah prestasi disini adalah pelaksanaan kewajiban oleh sesuatu pihak, sedang kontraprestasi ialah pelaksanaan kewajiban oleh pihak lain. Oleh karena itu, analisis dan penilaian aspek yuridis suatu proyek melibatkan setiap aspek dari proyek tersebut secara keseluruhan.

Penilaian dan analisis aspek yuridis ini sangat perlu dilakukan terutama bagi calon kreditor yang akan memberikan bantuan pinjaman, juga bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya di dalam proyek yang bersangkutan. Bagi pemilik proyek, tujuan melakukan analisis yuridis adalah untuk meyakinkan kepada calon kreditur atau investor bahwa proyeknya tidak menyimpang dari hokum dan peraturan yang sedang berlaku.

Untuk mengalisis dan menilai proyek dari segi yuridis, perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Siapa pelaksana proyek?

2. Proyek atau usaha apa yang akan dilaksanakan?

3. Dimana proyek akan dilaksanakan?

4. Kapan proyek dilaksanakan?

5. Bagaimana cara pelaksanaan proyek?

Hal ini akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Siapa pelaksana proyek

Pelaksana proyek adalah individu atau organisasi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, ataupun biasa disebut sponsor proyek. Dilihat dari segi yuridis, kemungkinan sponsor proyek adalah pemilik tunggal merangkap pengurus suatu bisnis perorangan, para “Firmant” suatu firma, persero pengurus (pengurus komplementer), perusahaan komanditer, direksi suatu perseroan terbatas atau bisnis daerah. Setelah diketahui pelaksana proyek, yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah identitas mereka, yaitu sebagai berikut: Kewarganegaraan, Informasi Bank, Keterlibatan dalam gugatan atau tuntutan, Hubungan keluarga, Debitur pihak ketiga atau bukan.

2. Proyek apa yang akan dilaksanakan

Hal yang perlu dianalisis dari segi yuridis ialah: (a). apakah bidang usaha yang direncanakan sudah sesuai dengan yang tersebut dalam anggaran dasar bisnis? (b). kalau proyek akan dilaksanakan dalam rangka penanaman modal dalam negeri (PMDN), fasilitas apa yang akan diperolah daan apakah aplikasinya sudah diajukan, sedang dalam proses, atau telah diperoleh? Dalam hubungan dengan proyek, hal-hal yang perlu diketahui dalam kaitannya dengan aspek yuridis antara lain: (c). apakah proses produksi dan hasil limbahnya mengganggu lingkungan (ekologi), (d). berapa upah buruh minimal, sudah sesuaikah dengan ketentuan yang ada, (e). apakah kendaraan dibeli dengan tunai atau sewa beli, jika sewa beli bagaimana kondisi pembayarannya.

3. Dimana proyek akan dilaksanakan

Lokasi proyek harus sesuai dengan perencanaan kota/peruntukan wilayah sehingga memudahkan perolehan izin, yaitu izin mendirikan bangunan (IMB), HO, dan izin lokasi.

1. Waktu pelaksanaan proyek

Proyek dapat dilaksanakan apabila perizinan sudah diperoleh. Perizinan tersebut antara lain sebagai berikut:

· Izin usaha yang dikaitkan dengan bidang usaha yag bersangkutan, misalnya izin usaha industry, izin usaha perhotelan, izin usaha EMKI, izin usaha periklanan, dan sebagainya.

· Izin usaha perdagangan serta IMB, HO, izin lokasi yang telah disebut diatas.

· Izin khusus

2. Bagaimana cara pelaksanaan proyek

Cara pelaksanaan proyek yang ditelit dalam hal ini adalah berkaitan dengan cara memperoleh tambahan modal yang menyangkut penentuan hak dan kewajiban di antara para penanam modal dalam proyek/perusahaan yang bersangkutan. Tambahan modal dapat diperoleh dari perorangan yang ingin ikut andil dalam bisinis/proyek, dan lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank.

Tambahan modal dari perorangan/individu. Dari jumlahpemilik modal yang terdapat dalam suatu bisnis, bisa dibedakan bentuk bisnisnya. Misalnya jika seseorang merasa mampu menanamkan modal sendiri seluruhnya di dalam bisnis maka akan bentuk bisnisnya adalah bisnis perorangan. Jika dia memerlukan tambahan modal dan diperolehnya dari orsng lain yang memiliki hak dan kewajiban sama maka bisinis harus menjadi Firma. Jika perusahaan kemudian berkembang dan kedua orang pengelola Firma tersebut tidak ingin partner baru ikut campur kedalam kepengurusan, tetapi masih membutuhkan tambahan modal maka mereka dapat mengikutsertakan orang lain menjadi Persero Komanditer, sedangkan dua orang pemilik pertama menjadi Persero Pengurus dan bentuk bisnis adalah Perseroan Komanditer (CV). Perkembangan selanjutnya adalah perseroan terbatas, hak dan kewajiban dari setiap orang yang terlibat di dalam bisnis, berbeda sebagaiman ditentukan didalam Anggaran Dasar masing-masing.

Didalam tiap-tiap Anggaran dasar bisnis, yang perlu diketahui selain tersebut di atas, juga pembatasan terhadap wewenang dan hak pengurus serta tanggung jawab pengurus. Misalnya pembatasan-pembatasan wewenang pengurus pada CV (Perseroan Komanditer). Setiap keputusan yang akan diambil oleh Perseroan Komanditer harus mendapat persetujuan dari Persero Komanditer. Pada Perseroan Terbatas (PT), persetujuan tersebut dimintakan dari Dewan Komisaris atau Rapat Umum Pemegang Saham.

Tanggung jawab para pengurus tiap-tiap bentuk bisnis pun berbeda-beda. Misalnya, para Firmant suatu firma bertanggung jawab penuh atas semua utang Firma (tanggung renteng). Pada Perseroan Komanditer, tanggung jawab tersebut berada di pundak para Persero Pengurus, sedangkan tanggung jawab Persero Komanditer terbatas pada nilai saham yang disetor. Tanggung jawab tersebut serupa dengan pemegang saham pada PT.

Tambahan modal yang didapat dari lembaga keuangan. Sebagai pemberi pinjaman, suatu Lembaga Keuangan menentukan syarat-syarat memperoleh pinjaman. Salah satu syarat adalah adalah menyangkut pengamanan yuridis, baik yang bersifat pencegahan maupun penanggulangan.

Pencegahan. Contoh pencegahan yang disyaratkan oleh lembaga keuangan yang bersangkutan terhadap calon debitur misalnya setiap penggantian persero pada Perseroan Komanditer atau pemegang saham pada Perseroan Terbatas, sebelumnya harus mendapat persetujuan dari lembaga keuangan yang akan menjadi kreditor. Persyaratan tersebut diberikan kepada bisnis (calon debitur) oleh lembaga keuangan (calon kreditor) dimaksudkan untuk mencegah masuknya pemegang saham atau persero yang tidak qualified. Karena misalnya sudah masuk catatan hitam Bank Indonesia atau tercatat sebagai nasabah kredit macet.

Penanggulangan .terdapat dua cara penanggulangan, yaitu sebagai berikut:

a. Jaminan

Jaminan memiliki dua fungsi pokok, yaitu sebagai stimulan kesungguhan sponsor proyek dan sebagai ultimatum remedium atau obat terakhir yang diharapkan dapat mengatasi kesulitan debitur dalam memnuhi kewajibannya, yaitu tidak bisa membayar kembali pinjaman. Jenis pinjaman bisa dibagi menjadi dua, yaitu jaminan atas benda dan janji tidak bersyarat atau jaminan perseorangan. Jaminan atas benda bisa berupa proyek itu sendiri atau jaminan tambahan. Sedangkan janji tidak bersyarat diberikan oleh sponsor proyek atau bisa pula dilakukan oleh pihak ketiga, misalnya bisnis induk dari calon debitur, yaitu apabila seseorang (atau badan hokum) menyatakan bahwa ia menjadi penjamin atau penanggung dari debitur yang berarti bahwa jika debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya, si penanggunglah yang akan membayar utang debitur.

Jaminan atas benda, baik dari proyek maupun jaminan tambahan biasanya berupa tanah, bangunan, mesin-mesin dan peralatan, serta piutang. Tanah sebagi jaminan kredit dianggap sebagai jaminan yang paling aman karena tidak mudah musnah dan nilainya hampir tidak pernah berkurang, bahkan sebaliknya. Tanah yang dijaminkan tidak berarti menjadi milik kreditor karena menurut Undang-Undang Pokok Agraria, Hak Jaminan atas Tanah tidak memberi wewenang untuk menggunakan tanah yang bersangkutan. Jadi, pengertian tanah sebagai jaminan adalah jika debitur lalai dalam memenuhi kewajibannya maka kreditor melalui acara yang ditentukan dalam peraturan hokum yang berlaku berhak untuk menjual lelang tanah ynag bersangkutan dan mengambil hasilnya sebagian atau seluruhnya untuk pelunasan utangnya.

b. Asuransi

Disamping lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank mengusai secara yuridis jaminan yang diberikan debitur, lembaga keuangan sebagai kreditur harus pula memperhitungkan kejadian-kejadian yang mungkin akan mengancam barang jaminan secara fisik. Kejadian yang mungkin akan mengancam barang jaminan tersebut berupa malapetaka atau musibah yang tidak bisa diduga sebelumnya, tetapi perlu diperhitungkan. Pengikatan jaminan senilai berapapun tidak akan berharga apabila barang jaminan tersebut tertimpa musibah menjadi musnah misalnya karena terjadi kebakaran. Untuk memperkecil resiko akibat yag ditimbulkan oleh musibah atau malapetaka yang tidak terduga terhadap barang jaminan kredit, dapat ditempuh dengan jalan pengalihan risiko kepada pihak lain. Bisnis yang menerima pengalihan resiko tersebut tersebut adalah bisnis asuransi.

Dalam kaitannya dengan penilaian proyek, ada dua jenis asuransi yaitu Asuransi Kerugian dan Asuransi Jumlah. Asuransi kerugian yang dibagi bisa dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan barang (pengangkutan darat, laut, dan udara), asuransi rangka kapal, asuransi aneka (Auransi rekayasa Engineering Insurance misalnya, Contractor’s All Risk , Erictioin All Risk, dan lain-lain). Sedangkan asuransi jumlah dalam hal ini adalah Credit Life Insurance yang jika ditinjau dari segi pembayaran ganti rugi merupakan suatu jenis jaminan.
[baca selengkapnya..]

Perkembangan Bisnis Jasa

1. Perkembangan Bisnis Jasa

Lingkungan bisnis jasa saat ini akan menghadirkan sejumlah implikasi penting terhadap perkembangan bisnis jasa ke depan, misalnya:

a. Akan terjadi inovasi jasa, misalnya seperti saat ini dengan munculnya belanja barang melalui internet.

b. Makin meningkatnya partisipasi konsumen terhadap jasa, misalnya bahwa konsumen mulai mencari-cari sendiri berita-berita yang dibutuhkan dan tersedia di internet

c. Makin meningkatnya kandungan jasa pada barang-barang seperti bauran aktivitas di tempat rekreasi.

2. Perbedaan Barang dan jasa

Jasa memiliki karakteristik dalam hal-hal: intangibilitas, keberagaman, simultanitas produksi dan konsumsi jasa, serta kerentanan. Sudah tentu, barang akan memiliki karakteristik yang berbeda terbalik.

C. MENGAPA MENGEMBANGKAN USAHA?

Mengembangkan suatu usaha merupakan jawaban dari analisis yang sifatnya strategis yang diputuskan oleh manajemen tingkat atas. Mengembangkan usaha caranya adalah bermacam-macam, misalnya:

a) membuat perusahaan baru, yang terkenal secara umum sebagai anak perusahaan, dimana produk baru yang akan dibuat berada dibawah perusahaan yang baru ini.

b) hanya membuat produk baru, tetapi tidak dengan membuat perusahaan baru.

D. MANFAAT STUDI KELAYAKAN BISNIS

Hasil dari suatu studi kelayakan bisnis adalah laporan tertulis. Laporan tertulis inilah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memerlukan laporan sebagai bahan masukan utama dalam rangka mengkaji ulang untuk turut serta menyetujui atau sebaliknya menolak kelayakan laporan tadi sesuai dengan kepentingannya. Pihak-pihak yang dimaksud disini adalah: investor,kreditor, manajemen perusahaan, pemerintah, masyarakat dan lain sebagainya.

E. TAHAPAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

Ada beberapa tahapan studi yang hendaknya dikerjakan, yaitu:

1. Penemuan Ide

Dalam memilih ide ada 3 faktor yang perlu diperhatikan, yaitu: ide proyek cocok dengan kata hati, melibatkan diri dalam hal-hal yang bersifat teknis, keyakinan akan kemampuan proyek untuk menghasilkan laba.

2. Tahap Penelitian

Selanjutnya dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan memakai metode ilmiah mulai dari mengumpulkan data sampai menyimpulkan hasil laporan penelitian

3. Tahap Evaluasi

Hal yang dibandingkan dalam evaluasi bisnis adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang diprakirakan akan diperoleh.

4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak dan terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua rencana bisnis tersebut, misalnya keterbatasan dana, maka perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang dianggap paling penting direalisasikan.

5. Tahap Rencana Pelaksanaan

Setelah rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek.

6. Tahap Pelaksanaan

Setelah semua persiapan yang harus dikerjakan selesai disiapkan, tahap berikutnya adalah merealisasikan pembangunan proyek tersebut. Kegiatan ini membutuhkan manajemen proyek.

F. ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS

Aspek-aspek bisnis apa saja yang harus dikaji dalam rangka studi kelayakan bisnis yaitu:

1. Aspek Pasar

Analisis aspek pasar bertujuan antara lain untuk mengetahui berapa luas pasar, pertumbuhan permintaan, dan market share dari produk berrsangkutan

2. Aspek Internal Perusahaan

a. Aspek Pemasaran

Aspek ini bertanggung jawab dalam menentukan ciri-ciri pasar yang akan dipilih.

b. Aspek Teknis dan Teknologi

Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan apa yang diperlukan dan bagaimana secara teknis proses produksi akan dilaksanakan.

c. Aspek Sumber Daya Manusia

Aspek ini membahas tentang peran SDM dalam pembangunan proyek bisnis dan peran mereka dalam operasional rutin bisnis setelah selesai dibangun.

d. Aspek Manajemen

Studi aspek manajemen dilaksanakan dalam 2 macam yaitu manajemen saat pembangunan proyek bisnis dan manajemen saat bisnis dioperasionalkan secara rutin.

e. Aspek Keuangan

Kegiatan pada aspek keuangan yaitu membahas tentang perhitungan perkiraan jumlah dana yang diperlukan untuk keperluan modal kerja awal dan untuk pengadaan harta tetap proyek.

f. Aspek Persaingan dan Lingkungan Eksternal Lainnya

g. Aspek Ekonomi, sosial, politik

Aspek ini membahasa bagaimana kondisi dan situasi ekonomi, sosial, dan politik di negara ini ketika kita sedang dan selesai membangun proyek.

h. Aspek Yuridis

Studi aspek yuridis berguna antara lain untuk kelangsungan hidup proyek serta untuk meyakinkan para kreditur dan investor bahwa proyek yang akan dibuat tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.

i. Aspek Lingkungan hidup

Hendaknya suatu bisnis memperhatikan lingkungan hidup, baik untuk kehidupan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan serta lingkungan alam lain.

G. HASIL STUDI KELAYAKAN BISNIS

Hasil studi kelayakan bisnis adalah berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis. Dokumentasi ini memperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak.

H. ETIKA DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS

1. Etika Peneliti Pada Respon

Dalam melakukan pengumpulan data, lindungi hak-hak resonden, misalnya responden tidak akan merasa dirugikan baik secara fisik maupun mental.

2. Etika peneliti pada Klien

Dalam suatu studi kelayakan bisnis, pertimbangan-pertimbangan etis terhadap klien juga peru diperhatikan karena klien mempunyai hak atas penelitian yang dilaksanakan secara etis.

3. Etika Peneliti pada Asisten

Perilaku asisten berada di bawah pengawasan langsung peiliti, sehingga jika asisten berbuat curang maka yang bertanggung jawab adalah peneliti, sehingga semua asisten selain diberi pelatihan dan supervisi yang baik juga diberi bekal mental yang kuat untuk tidak melakukan tindakan penyelewengan.

4. Etika Klien

Jika klien menyuruh peneliti untuk mengubah data atau menghilangkan bagian-bagian dari hasil analisis data yang dianggap merugikannya dan sebagainya hendaknya jangan dituruti.
[baca selengkapnya..]

ASPEK-ASPEK PENILAIAN BISNIS

Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan studi untuk menentukan kelayakan suatu usaha . masing-masing aspek berdiri sendiri, akan tetapi saling berkaitan. Artinya jika salah satu aspek tidak dipenuhi, maka perlu dilakukan perbaikan atau tambahan yang diperlukan.

Urutan penilaian aspek mana yang harus didahului tergantung dari kesiapan penilai dan kelengkapan data yang ada. Tentu saja dalam hal ini pertimbangan prioritas, mana yang harus didahului dan mana yang berikutnya.

Secara umum, prioritas aspek-aspek yang perlu dilakukan studi kelayakan sebagai berikut:

1. Aspek hukum

2. Aspek pasar dan pemasaran

3. Aspek keuangan

4. Aspek teknis/operasi

5. Aspek manajemn/organisasi

6. Aspek ekonomi social

7. Aspek dampak lingkungan

H.TAHAP-TAHAP DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS

Tahapan dalm studi kelayakan dilakukan utnuk mempermudah pelaksanaan studi kelayakan dan keakuratan dalam penilaian. Adapun tahap-tahap dalam melakukan studi kelayakan yang umum dilakukan sebagai berikut:

1. Pengumpulan data

2. Melakukan pengolahan data

3. Analisis data

4. Mengambil keputusan

5. Mengambil keputusan

6. Memberikan rekomendasi



I. SUMBER-SUMBER DATA DAN INFORMASI

Data dan informasi merupakan yang sangat penting dalam menganalisis suatu usaha, karena tanpa adanya data dan informasi yang jelas, maka hasil studi kelayakan yang kita lakukan tidak akan berhasil dengan baik, oleh akrena itu perlu dicari sumber-sumber data dan informasi yang benar-benar dapat dipercaya keabsahannya. Adapun sumber-sumber data dan informasi yang kita peroleh serta dapat dipercaya antara lain:

1. Data dan informasi yang bersumber dari publikasi ekonomi dan bisnis

2. Yang bersumber dari publikasi bank Indonesia

3. Dari badan koordinasi penanaman modal dan badan pengelola pasar modal

4. Bersumber dari biro pusat statistic

5. Bersumber dari Asosiasi Industri dan dagang yang membawahi jenis usaha yang sejenis

6. Bersumber dari lembaga-lembaga penelitian

7. Departemen teknis

8. Bersumber dari universitas atau perguruan tinggi lainnya.





1. ARTI STUDI KELAYAKAN BISNIS

Studi kelayakan juga sering disebut dengan feasibility study merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha/proyek yang direncanakan. Pengertian layak dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari gagasan usaha/proyek yang akan dilaksanakan memberikan manfaat/benefit, baik dalam arti financial benefit maupun dalam arti social benefit.

2. PERANAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

a) Segi perbankan

Untuk mengetahui samapai seberapa jauh gagasan usaha yang akan dilaksanakan mampu menutupi segala kewajiban-kewajiban (utang) perusahaan serta prospeknya di masa yang akan datang.

b) Segi penaman modal

Untuk mengetahui prospek perusahaan dan kemungkinan-kemungkinan keuntungan yang diterima.

c) Segi pembangunan nasional /social benefit

Manfaatnya seperti terbukanya kesempatan kerja, bertambahnya pendapatan regional, bertambahnya sarana dan prasarana produksi, terbukanya daerah terisolir, terjadinya perubahan pendidikan masyarakat, perubahan pola pikir masyarakat, dan sebagainya.

3. STUDI KELAYAKAN BISNIS MEMERLUKAN BEBERAPA DISIPLIN ILMU

Untuk menyusun studi kelayakan bisnis diperlukan penilaian dari berbagai aspek, antara lain aspek teknis dan teknologis, aspek marketing, aspek organisasi dan manajemen, aspek ekonomi dan keuangan, dan aspek lingkungan.
[baca selengkapnya..]

Tujuan Perusahaan didirikan

Salah satu tujuan perusahaan didirikan adaah mencari keuntungan (profit), dalam arti seluruh aktivitas perusahaan hanya ditujukan utnuk mencari keuntungan semata. Tujuan lainnya adalah bersifat social, artinya jenis usaha ini sengaja didirikan untuk membantu masyarakat. Disamping itu ada juga perusahaan yang didirikan dengan tujuan kedua-duanya. Bagi perusahaan yang didirikan untuk tujan total profit, yang paling utama perlu dipikirkan seberapa lama pengembalian dana yang ditanamkan pada proyek tersebut agar segera kemnali. Disamping dapat mencapai keuntungan financial, bagi pemiiik usaha jenis ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi karyawan yang bekerja pada proyek tersebut, masyarakat disekitar proyek maupun bagi pemerintah. Jenis perusahaan yang bersifat total profit ini biasanya hukum perseroan terbatas.

Bagi perusahaan yang bersifat social keuntungan dalam bentuk financial tidak begitu ditonjolkan yang terpenting adalah proyek yang dijalankan dapat memberikan manfaat baigi masyarakat luas. Usaha social juga harus mampu membiayai usahanya, sehingga tidak perlu selalu mengharapkan uluran atau bantuan dari pihak lain. Perusahaan yang bertujuan social memiliki bentuk badan Hukum Yayasan.

Agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang diinginkan hendaknya apabila ingin melakukan investassebaiknya didahuliu dengan suatu studi. Tujuannya adalah untuk menilai apakah investasi yang akan ditanamkan layak atau tidak untuk dijalankan. Dalam praktiknya terkadang sekalipun telah dilakukan studi secara baik dan benar faktor kegagalan suatu usaha tetap ada, apalagi yang tanpa didahului studi sebelumnya







B.PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

Menurut William F.S investasi adalah mengorbankan dollar sekarang untuk dollar dimasa yang akan datang. Dari pengertian ini terkandung dua atribut penting di dalam investasi, yaitu adanya resiko dan tenggang waktu. Mengorbankan uang artinya menanamkan sejumlah dana dalam suatu usaha saat sekarang atau saat investasi dimulai. Kemudian mengharapkan pengembalian investasi dengan disertai tingkat keuntungan yang diharapkan di masa yang akan datang.

Investasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang usaha, oleh karena itu investasi pun dibagi dalam beberapa jenis. Dalam praktiknya jenis inevstasi dibagi dua macam yaitu :

1. Investasi nyata

2. Investasi financial

Secara umum pengertian proyek adalah kegiatan yang melibatkan berbagai sumber saya yang terhimpun dalam suatu wadah (organisasi) tertentu dalam jangka waktu tertentu untu melakukan kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya atau untuk mencapai sasaran tertentu.

Kegiatan proyek biasanya dilakukan untuk berbagai bidang, antara lain:

1. Pembangunan faslititas baru

2. Perbaikan fasilitas yang sudah ada

3. Penelitian dan pembangunan

Dalam praktiknya, timbulnya suatu proyek disebabkan oleh bergbagai faktor, antara lain :

1. Adanya permintaan pasar

2. Untuk meningkatkan kualitas produk

3. Kegiatan pemerintah

Keuntungan merupakan tujuan utama dalam dunia bisnis, terutama bagi pemilik bisnis baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bentuk keuntungan yang diharapkan lebih banyak dalam bentuk financial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian studi kelayakan bisnis adalah : suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.

Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara smendalam tersebut dilakukan utnuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biayayang akan dikeluarkan. Adapun pengertian bisnis adalah usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan.

C.FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN USAHA

Secara umum faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan terhadap hasil yang dicapai sekalipun telah dilakukan studi kelayakan bsinis secara benar dan sempurna seperti yang telah diuraikan di atas sebagai berikut :

1. Data dan informasi tidak lengkap

2. Tidak teliti

3. Salah perhitungan

4. Pelaksanaan pekerjan salah

5. Kondisi lingkungan

6. Unsur sengaja

D. MANFAAT BISNIS

Sudah pasti bahwa pnedirian suatu bisnis atau proyek akan memberikan berbagai manfaat atau keuntungan terutama bagi pemilik usaha. Di samping itu, keuntungan dan manfaat lain dapat pula dipetik oleh berbagai pihak dengan kehadiran suatu usaha. Misalnya bagi msyarakat luas, baik yang terlibat langsung dalam proyek maupun yang tinggal di sekitar usaha, termasuk bagi pemerintah, antara lain:

1. Memperoleh keuntungan

2. Membuka peluan pekerjaan

3. Manfaat ekonomi

4. Tersedia sarana dan prasaran

5. Membuka isolasi wilayah

6. Meingkatkan persatuan dan membantu pemerataan pembangunans

E. STUDI KELAYAKAN BSINIS

Agar usaha atu proyek ini dijalankan tidak akan sia-sia atau dengan kata lain tidak membuang uang, tenaga, atau pikiran secara percuma serta tidak akan menimbulkan masalah yang akan datang bahkan dengan adanya usaha atau proyek akan dapat memberikan berbagai keuntungan serta manfaat kepada berbagai pihak :

1. Menghindari resiko kerugian

2. Memudahkan perencanaan

3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan

4. Memudahkan pengawasan

5. Memudahkan penengendalian

F.LEMBAGA-LEMBAGA YANG MEMERLUKAN STUDI KELAYAKAN

Hasil penilaian melalui studi kelayakan ini sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkepentingan terhadap usaha atau proyek yang akan dijalankan. Perusahaan yang melakukan studi kelayakan akan bertenggungjawab terhadap hasil yang mereka katakan layak. Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil studi kelayakan tersebut antara lain :

1. Pemilik usaha

2. Kreditur

3. Pemerintah

4. Masyarakat luas

5. Manajemen
[baca selengkapnya..]

Pendidikan Kewarganegaraan dalam Era Globalisasi

Pendidikan kewarganegaraan tidak jauh dari Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan bagian dari pondasi utama dari berdirinya Indonesia sebagai suatu negara. Ingatkah Anda bahwa dalam sejarah Indonesia, salah satu hal penting yang di kerjakan oleh para pendiri negara sebagai bagian dari persiapan kemerdekaan Indonesia adalah membentuk dasar negara dan Undang-Undang Dasar. Tidak mungkin suatu negara dapat berdiri dan bergerak maju tanpa memiliki dasar negara (Pancasila) dan UUD. Sebab keduanya menjadi pedoman yang memberi arah dan tujuan yang hendak diraih melalui pengelolaan negara. Jadi, siapapun yang memegang kekuasaan negara tidak boleh menyimpang dari amanat rakyat, dasar negara, dan UUD.
Sebagai penganut ideologi terbuka, Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun pelaksanaannya harus kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang akan kita hadapi dalam setiap kurun waktu. Namun demikian, faktor manusia baik penguasa maupun rakyatnya sangat menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideoogi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Sebaik apapun ideologi kalau tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang baik, maka ideologi itu hanya menjadi angan-angan belaka.

Bagi bangsa Indonesia, yang dijadikan sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah Pancasila. Hal ini berarti bahwa seluruh tatanan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menggunakan Pancasila sebagai dasar moral atau norma dan tolak ukur tentang baik buruk dan benar salahnya sikap, perbuatan dan tingkah laku sebagai bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila merupakan nilai intrinsikyang kebenarannya dapat dibuktikan secara objektif, serta mengandung kebenaran yang universal. Nilai-nilai Pancasila, merupakan kebenaran bagi bangsa indonesia karena telah teruji dalam sejarah dan dipersepsi sebagai nilai-nilai subjektif yang menjadi sumber kekuatan dan pedoman hidup seirama dengan proses adanya bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh dimensi waktu dan ruang. Nilai-nilai tersebut tampil sebagai norma dan moral kehidupan yang ditempa dan dimatangkan oleh pengalaman sejarah bangsa Indonesia untuk membentuk dirinya sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Nilai-nilai Pancasila itu menjadi sumber inspirasi dan cita-cita untuk diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada era globalisasi dewasa ini ideologi kapitalis bisa saja menguasai dunia. Kapitalisme dapat mengubah masyarakat dan menjadi sistem internasional yang menentukan nasib ekonomi sebagian besar bangsa-bangsa di dunia. Secara tidak langsung kapitalisme juga dapat mempengaruhi sistem sosial politik dan budaya masyarakat diberbagai negara. Dalam kondisi dimana negara-negara nasional telah dipengaruhi prinsip kapitalisme, lambat laun negara-negara kebangsaan akan semakin mendesak. Dalam menghadapi kondisi seperti ini tentunya sangat tergantung pada kemampuan bangsa bersangkutan mempertahankan jati dirinya.

Merujuk pendapat Toyenbee setiap bangsa yang memiliki ciri khas tersendiri akan menghadapi tantangan dari pengaruh budaya asing. Jika suatu bangsa dihadapkan dengan tantangan yang cukup besar, sementara kemampuan untuk merespon tantangan relatif kecil dimungkinkan bangsa bersangkutan menjadi punah. Namun demikian jika tantangan yang dihadapi kecil sementara kemampuan yang dimiliki suatu bangsa untuk menghadapinya cukup besar, maka bangsa yang bersangkutan tidak akan berkembang menjadi bangsa yang kreatif. Karena itu setiap bangsa yang ingin eksis dalam pergaulan internasional haruslah meletakkan jati diri dan identitas nasionalnya sebagai dasar kepribadian.

Demikian halnya dengan bangsa Indonesia, agar dapat tetap eksis menghadapi globalisasi, maka harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian Indonesia sebagai dasar pengembangan kreatifitas budaya dalam pergaulan Internasional. Diharapkan justru dalam menghadapi globalisasi dengan berbagai tantangan, yang beberapa negara cenderung menghancurkan nasionalisme kesadaran nasional Indonesia bangkit kembali

Pendidikan kewarganegaraan sangat penting, dalam konteks Indonesia pendidikan kewarganegaraan itu berisi antara lain mengenai pruralisme yakni sikap menghargai keragaman, pembelajaran kolaboratif, dan kreatifitas. Pendidikan itu mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional. Seperti yang pernah diungkapkan salah satu rektor sebuah universitas, “tanpa pendidikan kewarganegaraan yang tepat akan lahir masyarakat egois. Tanpa penanaman nilai-nilai kewarganegaraan, keragaman yang ada akan menjadi penjara dan neraka dalam artian menjadi sumber konflik. Pendidikan, lewat kurikulumnya, berperan penting dan itu terkait dengan strategi kebudayaan.”

Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa, dan menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 “. Dalam perjuangan non fisik, harus tetap memegang teguh nilai–nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme; menguasai IPTEK, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing; memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; dan berpikir obyektif rasional serta mandiri.

Pendidikan kewarganegaraan juga bertujuan untuk menuntut beberapa kemampuan seperti (1) mampu berpikir kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi masalah kewarganegaraan yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan zaman atau globalisasi, (2) berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab dan bersikap cerdas sebagai masayarakat berbangsa dan bernegara, (3) berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter – karakter diri bangsa yang hidup bersama dengan bangsa – bangsa lainya, (4) mampu berinteraksi dan bekerja sama dengan bangsa – bangsa lainnya baik melalui perkembangan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional, negara-negara maju yang ikut mengatur perpolitikan, perekonomian, sosial budaya, dan pertahanan keamanan global. Isu-isu global seperti demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup turut pula mempengaruhi keadaan nasional. Globalisasi juga ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang informasi, komunikasi, dan transportasi membuat dunia menjadi transparan seolah-olah menjadi sebuah kampung tanpa mengenal batas negara. Kondisi ini akan mempengaruhi pola pikir, pola sikap, dan tindakan masyarakat Indonesia. (Budimansyah. 2010)

Perkembangan tekonologi dan informasi dapat mengubah pola pikir, tingkah laku, dan pola sikap. Sama halnya dengan globalisasi yang semakin marak dan menjadi tranding topik di telinga masyarakat Indonesia secara umum sekarang ini. Globalisasi ini sangat kuat pengaruhnya terhadap penerapan unsur – unsur jati diri bangsa melalui agen budaya luar terutama media massa. Adanya pertentangan antara nilai – nilai dari dalam diri bangsa Indonesia dengan nilai – nilai yang dibawa dari luar akan membawa konflik terhadap ideology bangsa dan Negara Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ideology bangsa Indonesia adalah pancasila, dimana pancasila lah yang menjadi dasar fundamental bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Setiap sila – sila pancasila memiliki makna khusus yang terkandung didalamnya, yaitu:

a. Sila pertama

1. Adanya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta segala sesuatu.

2. Kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing – masing.

b. Sila kedua

1. Pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan kewajibannya.

2. Adanya perlakuan adil

3. Manusia sebagai makhluk beradab dan berbudaya.

c. Sila ketiga

1. Pengakuan terhadap persatuan bangsa Indonesia

2. Cinta dan bangga akan Negara Indonesia

d. Sila keempat

1. Kedaulatan ada di tangan rakyat

2. Negara adalah untuk kepentingan rakyat

3. Keputusan diambil berdasarkan keputusan bersama

e. Sila kelima

1. Perwujudan keadilan social

2. Keseimbangan antara hak dan kewajiban

3. Cita – cita masyarakat adil dan makmur yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Secara umum makna dari ideologi bangsa Indonesia atau pancasila adalah mencita – citakan kemerdekaan, persatuan dan kesatuan, kebersamaan, solidaritas dan kebudayaan. Oleh karena itu, pancasila menantang ajaran dogmatisme, eksclusivisme, serta totaliterisme. Dengan semakin menggilanya fenomena globalisasi, maka harus diambil tindakan secepatnya baik melalui strategi – strategi tertentu. Srtategi yang dimaksud dapat dilakukan dengan:

1. Memperkuat system pertahanan dan keamanan nasional yang dapat memberikan jaminan keamanan terhadap identitas dan integrasi nasional serta eksistensi bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pengaturan tata ruang wilayah nasional yang serasi dan harmonis demi kesejahteraan rakyat dan tetap mempertahankan kepentingan pertahanan dan keamanan nasional.

3. Optimalisasi pemanfaatan dan pengelolaan berkelanjutan demi pembangunan nasional yang adil dan merata.

4. Peningkatan pelayanan kesehatan dan system pendidikan.

5. Memantapkan identitas nasional yaitu bhineka tunggal ika

6. Meningkatkan kesadaran bela Negara.

Globalisasi yang cepat hadir dan bercengkrama dengan kebudayaan masyarakat Indonesia saat ini, tentunya membawa dampak perubahan terhadap kondisi kemasyarakatan masa mendatang. Kecepatan arus ilmu pengetahuan dan informasi dalam mendistribusikan opini dan berita public telah sedemikian cepatnya merubah pandangan dan wawasan seseorang. Keterbatasan waktu dan jarak membuat kita khawatir akan dampak globalisasi ini. Proses perubahan yang demikian cepat akibat globalisasi tersebut akan membawa dampak yang tidak kecil bagi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat Indonesia. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bilamana kekhwatiran akan hilangnya nilai – nilai luhur budaya dan peradaban bangsa Indonesia yang akan tergantikan dengan nilai – nilai global. Hal ini akan menjadi isu utama yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terl;ebih lagi bahwa saat ini masih kurangnya pemahaman dan pengamalan pancasila dan UUD 1945. Salah satu hal yang sudah mulai pudar adalah budaya gotong royong, dimana budaya gotong royong saat ini cenderung tergantikan dengan budaya konvensasi atau membayar orang untuk menggantikan pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan secara bersama – sama.

Oleh karena itu penting kiranya membangun kembali system nilai luhur bangsa Indonesia yang telah dituangkan oleh para pendahulu bangsa Indonesia sebagai buah pemikiran yang cerdas dan penuh kebijaksanaan, yang tersirat dan tersurat dalam Pancasila dan UUD 1945. Bias saja dengan kurangnya pemahaman dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara serta sebagai ideologi neegara lebih disebabkan oleh lemahnya system pembinaan individu mulai tingkat informal, seperti lingkungan keluarga sampai ke tingkat folmal seperti system pendidikan nasional. Selain itu proses perubahan pola piker, sikap dan tindakan juga tidak terlepas adanya perubahan social budaya dan ekonomi akibat adanya era globalisasi ini.

Tidaklah dapat dielakkan bahwa pembekalan kemampuan dan pengetahuan setiap warga Negara menjadi syarat mutlak dalam menumbuh kembangkan nilai – nilai luhur pada setiap indivu. Dalam hal ini dibutuhkan persiapan dan proses penyesuaian diri dengan era globalisasi melalui pendidikan kewarganegaraan. Hal ini telah terlihat pada system pendidikan nasional bahwa pendidikan kewarganegaraan sudah menjadi salah satu mata kuliah umum di perguruan tinggi. Pendidikan kewarganegaraan yang diberikan ke mahasiswa di perguruan tinggi didesain sebagai bagian dari mata kuliah kepribadian. Dimana tujuan pengajaranya memberikan pemahaman akan rasa kecintaan terhadap tanah air, mengenal nilai - nilai luhur , serta menumbuhkan rasa kebanggaan atas segenap aspek – aspek social seperti khasanah social, ekonomi, budaya politik dan system pertahanan dan keamanan yang telah turun temurun berlaku di kehidupan bangsa Indonesia. Dengan ini diharapkan akan muncul jiwa – jiwa pemuda Indonesia yang bias menjadi ilmuwan professional yang memiliki rasa kebanggan akan tanah air dan berperan aktif dalam menjaga nilai luhur bangsa dalam menghadapi tantangan di era globalisasi ini.

Pendidikan Kewarganegaraan yang ditawarkan kepada mahasiswa. Sementara itu, dalam mengantisipasi tuntutan global, pembelajaran diorientasikan agar para mahasiswa mempunyai kemampuan, kesadaran dan sikap kritis untuk menangkal dampak negatif globalisasi. Globalisasi dan ekspansi pasar perlu diimbangi kebebasan politik Pancasila sehingga mahasiswa sadar dan mampu memperjuangkan hak-hak politiknya secara benar, rasional dan bertanggung jawab. Upaya ke arah itu dapat dilakukan dengan mengisi dan memantapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) di perguruan tinggi dengan memberi kemampuan kritis kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa secara sadar dan jujur melakukan kritik dan evaluasi tentang manfaat globalisasi.

Adapun muatan pendidikan kewarganegaraan sebagai mata kuliah umum di perguruan tinggi adalah sebagai berikut:

1. Filsafat pancasila yang meliputi pengetahuan mengenai pancasila sebagai system filsafat dan sebagai ideology bangsa dan Negara.

2. Identitas nasional yang meliputi pengetahuan mengenai karakteristik identitas nasional dan proses berbangsa dan bernegara.

3. Politik dan strategi yang meliputi pengetahuan mengenai system konstitusi, politik dan ketatanegaraan Indonesia.

4. Demokrasi Indonesia yang meliputi pengetahuan mengenai konsep dan prinsip demokrasi dan pendidikan demokrasi, serta demokrasi dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Hak asasi manusia dan rule of law, yaitu meliputi pengetahuan tentang:

a. Pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama sebagai manusia hidup didunia.

b. Penghargaan dan penghormatan atas hak-hak manusia dengan perlindungan hokum.

6. Hak dan kewajiban warga Negara yang meliputi pengetahuan tentang warga Negara Indonesia serta hak dan kewajiban warga Negara Indonesia.

7. Goepolitik Indonesia, yang meliputi pengetahuan mengenai:

a. wilayah sebagai ruang hidup dan otonomi daerah.

b. Politik dan strategi nasional sebagai politik nasional dan strategi nasional untuk mengantisipasi perkembangan globalisasi kehidupan dan perdagangan bebas

c. Politik nasional sebagai hakikat material politik negara

d. Strategi nasional sebagai hakikat seni dan ilmu politik pembangunan nasional.

8. Geostrategic Indonesia, yang meliputi pengetahuan mengenai konsep Asta Gatra sertra peranan Indonesia di dunia dan perdamaian dunia.

Dalam hal ini, dapat kita lihat bahwa pendidikan kewarganegaraan memang didesain sebagai upaya persiapan dan penyesuaian diri terhadap perubahan nilai luhur di masa yang akan dating yang sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal (dalam negeri) maupun eksternal (luar negeri), terutama yang berkaitan dengan isu globalisasi.

Persiapan dan penyesuaian diri terhadap arus dan era globalisasi ini harus dimulai dengan adanya:

1. Ketanggapan terhadap masalah social, politik, budaya dan lingkungan.

2. Kreativitas dalam menemukan alternative dalam pemecahan masalah.

3. Efisiensi dan etos kerja yang tinggi

Persiapan dan penyesuaian diri dapat dicirikan dengan adanya:

1. Kemampuan mengantisipasi perkembangan informasi berdasaekan ilmu pengetahuan.

2. Kemampuan dan sikap untuk mengerti dan mengantisipasi situasi.

3. Kemampuan untuk mengakomodasi IPTEK serta perubahan yang diakibatkannya.

4. Kemampuan merorientasi terutama kemampuan untuk menyeleksi informasi yang masuk.



Pada akhirnya persiapan dan penyesuaian diri terhadap globalisasi ini setidaknya mampu memunculkan:

1. Pekerja yang terampil yang menjadi bagian utama dari mekanisme produksi yang lebih efektif dan efisien.

2. Pemimpin yang efektif dan memiliki kemampuan berpikir, mengambil keputusan yang tepat pada waktunya, serta mengendalikan pelaksanaan kerja dengan cakapa dan wibawa.

3. Pemikir yang mampu menentukan dan melihat segala kemungkinan dihari depan.

Sasaran akhir dari pembentukan/ pengubahan nilai dan sikap adalah bahwa suatu norma sebagai acuan perilaku telah terwujud dalam perilaku sehari – hari secara konsisten, dengan kata lain system nilai telah terbentuk dan mewarnai pandangan hidup dan perilaku seseorang dalam hidupnya. Perubahan nilai dan sikap dalam rangka mengantisipasi masa depan tersebut haruslah diupayakan sedemikian rupa sehingga mewujudkan keseimbangan dan keserasian antara aspek pelestarian dan aspek pembaharuan. Nilai – nilai luhur yang mendasari kepribadian dan kebudayaan bangsa Indonesia seogianya akan tetap dilestarikan agar terhindar dari krisis identitas.

Globalisasi yang semakin cepat dan terbuka ini bagaimana pun harus diwaspadai dan diantisipasi, karena globalisasi tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah bagaimana menemukan strategi bagaimana bangsa ini mampu menemukan ritme atau alur yang mantap dalam menghadapi arus globalisasi ini. Kewaspadan dan antisipasi terhadap globalisasi ini membawa paradok tersendiri, sseprti budaya global terhadap budaya local, universal terhadap individu, dan modern terhadap tradisional.

Dengan adanya arus globalisasi ini, banyak orang berspekulasi dan khwatir akan dampak yang diakibatkan oleh globalisasi ini. Tentunya globalisasi ini akan membawa dua dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif globalisasi dapat ditunjukkan dengan adanya kemudahan informasai dan arus barang antarnegara dan wilayah. Selain itu, dengan adanya globlaisasi ini akan mendorong laju pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, globalisasi juga dapat membawa dampak negatif dalam kehidupan bangsa dan Negara.

Dampak negatif dari globalisasi dapat ditunjukkan dengan semakin mengikisnya jati diri bangsa. Globalisasi juga akan menjadikan kalangan muda bangsa Indonesia lebih tertarik pada budaya baru yang ditawarkan agen budaya luar dibandingkan dengan budaya Indonesia yang telah menjadi jati dirinya. Hal ini diperkuat oleh hasil survey Developing Contries Studies Center (DCSC) Indonesia tentang semangat nasionalisme. Disebutkan bahwa 83,3 % responden mengaku bangga sebagai orang Indonesia. Sementara 5,5% mengatakan tidak bangga dan sisanya 11, 2% menjawab tidak tahu. Namun, jika dibandingkan dengan hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) pada tahun yang sama menandakan penurunan. Dimana sebanyak 92,1% menjawab bangga sebagai orang Indonesia, 4,2% mengatakn tidak bangga dan sisanya 3,7% menjawab tidak tahu. Oleh karena itu harus dilakukan upaya untuk mengantisipasi dampak negative globalisasi ini.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak negative globalisasi ini adalah melalui efektivitas pembinaan kebangsaan melalui pembentukan sikap nasionalisme. Sikap nasionalisme sebagai sikap mental dan menempatkan kesetiaan tertinggi pada Negara, menjaga nilai – nilai luhur, dan memelihara unsur- unsur identitas nasional. Tentunya dengan ini akan dapat diupayakan sebagai antisipasi mengikisnya jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana pembinaan semangat nasionalisme harus dapat diefektifkan, sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 Undang – Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yaitu” untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat”. Dengan demikian, sikap nasionalisme akan dapat ditumbuhkembangkan sebagai pembentukan sikap dan mental bangsa dalam mempertahankan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

Adanya Era Globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau, suka atau tidak suka telah datang dan mengeser nilai-nilai yang telah ada. Nilai-nilai tersebut baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Ini semua merupakan ancaman, tantangan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi, dan berinovasi disegala aspek kehidupan. Di Era Globalisasi pergaulan antar bangsa semakin ketat. Batas antar negara hampir tidak ada artinya, batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. Didalam pergaulan antar bangsa yang semaikn kental itu akan terjadi proses akulturasi, saling meniru dan saling mempengaruhi antara budaya masing-masing. Yang perlu kita cermati dari proses akulturasi tersebut apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu :

1. Semakin menonjolnya sikap individualistis yaitu mengutamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum, hal ini bertentengan dengan azas gotong royong.

2. Semakin menonjolnya sikap materialistis yang berarti harkat dan martabat kemanusiaan hanya diukur dari hasil atau keberhasilan seseorang dalam memperoleh kekayaan. Hal ini bisa berakibat bagaimana cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi.

Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat trhadap nilai-nilai asing yang negatif semakin besar. Apabila proses ini tidak segara dibendung akan berakibat serius dimana pada puncaknya mereka tidak bangga kepada bangsa dan negaranya.



Globalisasi dapat dimaknai sebagai proses integrasi dunia disertai dengan ekspansi pasar (barang dan uang) yang di dalamnya mengandung banyak implikasi bagi kehidupan manusia (Khor, 2000). Integrasi dunia diperkirakan menimbulkan efek ganda (multiplier effect) dan diharapkan dapat merangsang perluasan peluang kerja dan peningkatan upah riel sehingga kemiskinan berkurang. Bagi negara maju dengan ketersediaan dukungan berbagai keunggulan (sumber daya manusia dan teknologi) barangkali harapan-harapan itu dapat menjadi kenyataan. Namun, bagi kebanyakan negara berkembang dengan berbagai kondisi keterbelakangan merasa khawatir bahwa integrasi dunia hanya menguntungkan pemilik modal (negara maju).

Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) tidak bisa diisolasi dari kecenderungan globalisasi yang mempengaruhi kehidupan manusia di manapun ia hidup. Dalam konteks globalisasi ini beberapa ahli memberikan penekanan pada fungsi peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun warganya. Globalisasi akan membawa perubahan ideology dari particular menjadi universal. Dengan kondisi inilah akan muncul sikap kapitalisme yang akan menguasai dunia. Karena itu diharapkan kita mampu menjaga dan mengembangkan kreatifitas atas dasar kepribadian yang menjadi cirri khas bangsa Indonesia. Salah satu cirri yang dimiliki bangsa Indonesia adalah Identitas Nasional. Dengan identitas nasional inilah kita dapat dibedakan dengan Negara lain, identitas ini juga tidak dapat dipisahkan datii jati diri suatu bangsa, serta indentitas ini menjadi keperibadian suatu bangsa.

Menyadari akan tantangan perubahan, baik lokal, nasional, maupun global semakin berat, Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan mampu menumbuhkan sikap mental cerdas, penuh tanggung jawab dari mahasiswa untuk mampu memahami, menganalisis, serta menjawab berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara secara tepat, rasional, konsisten, berkelanjutan serta menjadi warga negara yang tahu hak dan kewajibannya menguasai iptek serta dapat menemukan jati dirinya, dan dapat mewujudkan kehidupan yang demokratis, berkeadilan, dan berkemanusiaan.

Dengan kata lain secara konseptual Pendidikan Kewarganegaraan hendaknya mengembangkan warga negara yang memiliki lima ciri utama, yaitu jati diri, kebebasan untuk menikmati hak tertentu, pemenuhan kewajiban-kewajiban terkait, tingkat minat dan keterlibatan dalam urusan publik, dan pemilikan nilai-nilai dasar kemasyarakatan. Karakteristik tersebut menuntut adanya upaya pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang berorientasi pada konsep “contextualized multiple intelligence” dalam nuansa lokal, nasional, dan global.

Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) di Indonesia ditempatkan sebagai salah satu bidang kajian yang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui koridor “value-based education”. Selain sebagai value-based education, dalam era global Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia mengemban misi sebagai pendidikan demokrasi (Civic Education for democracy). Oleh karena itu hendaknya Pendidikan Kewarganegaraan mengkaji konsep besar yang dibawa globalisasi, yakni demokrasi, hak-hak asasi manusia, dan menempatkan hukum di atas segalanya (supremacy of law/rule of law) yang didasarkan pada fondasi sepuluh pilar demokrasi (The Ten Pillars of Indonesian Constitutional Democracy) yang menjadi dasar pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang baru.
Apapun penekanannya semua bermuara pada pembangunan civic competence (kompetensi kewarganegaran). Aspek-aspek civic competences tersebut meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), dan watak atau karakter kewarganegaraan (civic disposition).

Mengingat eksistensi globlalisasi sangat kuat saat ini, maka kita sebagai bangsa yang mempunyai jati diri dan kepribadian yang berbeda dengan bangsa lain, harus tetap memelihara dan meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa. Identitas nasiuonal memiliki beberapa unsure, yaitu:

1. Pancasila

2. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

3. Konstitusi UUD 1945

4. Bhinneka Tunggal Ika

5. Nilai budaya

6. Bendera

7. Bahasa nasional

8. Lagu kebangsaan

9. Lambang Negara, dan

10. Lagu – lagu wajib

Dengan demikian terdapat beberapa keharusan dan tuntutan terhadap Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengembangkan kompetensi kewarganegaraan di era global, baik dalam kajian disiplin ilmu, kurikulum, dan pembelajaran. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka perlu diadakan suatu forum ilmiah untuk mengkaji fungsi peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengembangkan kompetensi kewarganegaraan di era global. Pendidikan kewarganegaraan akan dapat memberikan kekuatan dan berfungsi untuk memecahkan berbagai masalah dalam mempertahankan kedaulatan bangsa, termasuk kedaulatan jati diri bangsa yang semakin terkikis oleh arus globalisasi.
[baca selengkapnya..]